Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 62



“Tenang saja, aku akan membantumu mengurus semuanya.” Ujar Darel, Davide mengangguk tapi tetap saja dalam hatinya merasa bingung dan sedikit khawatir. Masalah yang tidak pernah dia sangka, kini terjadi kepadanya. Tuduhan tidak wajar dan orang di balik semua ini bahkan mampu membayar polisi hanya untuk menyalahkannya.


Tidak, Davide tidak takut dengan dirinya sendiri, tapi dia khawatir dengan Kaylie, Nicholas, dan Drowny, kekhawatiran kepada anak-anak dan istrinya itulah yang selalu di pikirkan oleh Davide. Hingga mencetuskan ide gila dari Davide sendiri.


“Hey, haruskah aku mengungsikan Kaylie, Drowny dan Nicholas ke luar negeri untuk sementara waktu ??”


“Kenapa ??”


“Masalah ini semakin rumit, dan bisa saja mereka memanfaatkan Kaylie, Nicholas dan Drowny untuk menjebakku. Aku tidak ingin mereka dalam bahaya.”


Darel menundukkan kepalanya, dia paham maksud dan kekhawatiran dari kakaknya itu. Tapi, semua harus di pikirkan secara matang-matang, dan semua ini kembali kepada ketakutan yang akan terjadi di depan sana, yang mungkin akan terjadi.


“Kemana ?? Dimana ?? Dan bagaimana caranya ??”


“Masalah itu sangatlah mudah, aku bisa meminta bantuan Yudha, untuk membantuku, tapi.. Bagaimana menurutmu ??” Tanya Davide melirik ke arah Darel, dengan memberikan tatapan seakan meminta pendapat adiknya mengenai rencana gila yang akan dia laksanakan.


Darel mengangkat kepalanya menatap kakaknya, “Tanyakan dan bicarakan dulu kepada Kaylie, dan pertimbangan darinya.”


Davide mengangguk, “Baiklah, semua akan aku jelaskan kepadanya.”


“Baguslah.”


 


...


 


“Pergi ke luar kota ?? Ada apa ??” Kaylie yang mendapatkan sebuah pernyataan mengenai rencana gila itu merasa bingung, dan penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Davide bertingkah seakan-akan terjadi sebuah perang besar yang membuat Kaylie harus pergi dari luar kota.


Davide kemudian menjelaskan semuanya kepada Kaylie, mengenai ayahnya yang sakit karena mendengar tuntutan palsu atas nama Davide, dan sekarang ayahnya meninggal dan kemungkinan masalah berlanjut pada persidangan meja hijau. Tapi Davide benar-benar merasa sangat penasaran dan bingung, serta khawatir.


“Si..siapa yang melakukan semua ini ?? Kenapa mereka tega melakukan semua tuduhan hanya kepadamu ??”


“Aku memegang dua nama, Mira dan June. Entah ibuku apakah dia terlibat atau tidak, tapi aku akan segera menyelesaikan semua ini, dan jika membiarkan kalian disini sama saja aku memberikan makan kepada predator.” Ujar Davide menjelaskan, Kaylie berdiam sejenak.


“Bagaimana dengan Alisha ??”


“Dia juga bisa ikut, karena ibuku mengetahui Alisha. Aku khawatir Alisha juga menjadi korban.”


Kaylie menghela nafasnya berat, dia menundukkan wajahnya, rautnya wajahnya begitu sedih dan berantakan di sana. Davide menatap istrinya dengan penuh tanda tanya.


“Kaylie.. Ada apa..??”


“Aku benar-benar pembawa sial, bukan ?? Lihatlah keadaan dan suasana ini ?? Aku membuatmu dalam bahaya, dan mungkin nyawamu juga... Aku-”


“Hey, Kaylie !! Bukankah sudah aku katakan, berhenti berfikiran seperti itu pada dirimu sendiri !!” Davide sedikit tidak suka saat Kaylie kembali menyalahkan dirinya mengenai apa yang terjadi saat ini. Davide kemudian duduk di sebelah Kaylie, memeluk menenangkan wanita itu.


“hey, ini bukan salahmu, oke ?? Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri.”


“Tapi-”


“Kaylie !! Dari awal, hidupku yang berantakan. Tinggal dengan orang tua toxic, dipaksa hidup menjadi sosok sempurna, sejak awal, akulah yang berantakan. Justru aku yang membuatmu, Drowny, dan bahkan Nicholas sendiri dalam bahaya. Hidup menjadi boneka sejak awal, dipaksa mengikuti aturan yang membuatku hancur.”


Kaylie menatap ke arah Davide, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada lelaki itu. Tapi mendengar nada bicaranya, memperlihatkan betapa hancurnya masa lalunya, dan bagaimana hancur hidupnya sebelum bertemu dengan Kaylie. Darimana wanita itu mengetahui semuanya ?? Dari tatapan mata yang melukiskan semua kepedihan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.


Davide memegang tangan Kaylie, “Kaylie.. Aku mohon jangan menyalahkan dirimu saja, aku juga menjadi sosok yang membawa kesialan untukmu dan Drowny. Tapi kita sudah memilih pilihan ini, dan kita harus menjalaninya.”


“Aku tahu.. Aku berfikir jika aku tidak bisa menjadi sosok istri yang baik untukmu, dan.. Setelah kita menikah hubunganmu dan orang tuamu sangatlah memburuk.”


“Sebelum kau datang, hubunganku dan mereka sudah retak sejak lama, semenjak status sempurna itu di pasang kepadaku.”


Kaylie mengangguk, “Jadi... Aku dan Drowny, juga Nicholas dan Alisha harus pergi dari sini ??”


Davide kembali merubah ekspresi dan tatapannya. Melihat Kaylie kali ini menganggap sungguh permasalahan yang terjadi di depan mereka. Davide tidak tahu harus menggunakan cara apalagi untuk bisa menyembunyikan istri dan anak-anaknya dari mara bahaya.


“Iya.. Aku akan mencoba menghubungi Yudha, untuk meminta bantuannya.” Ujar Davide, dia kemudian mengambil sakunya.


Davide memang sengaja membicarakan semuanya dengan Kaylie terlebih dulu, setelah mendapatkan keputusan, maka lelaki itu mulai menghubungi Yudha sebagai rencana awalnya dia. Setelah saluran telepon itu terdengar muncullah suara dari seberang sana.


“Hey ?? Kak Davide ??”


“Sudah... Sejak seminggu yang lalu.”


“Begitu ?? Aku hanya ingin bertanya, jika.. Kaylie, Alisha, Nicholas dan Drowny ke Italia, apakah kau bisa menyediakan tempat tinggal sementara ??”


“Tentu saja, dengan senang hati. Tapi kenapa ??”


“Liburan.” Ujar Davide berbohong, sebenarnya dia sengaja untuk tidak mengatakan apapun kepada Yudha, karena tidak mau merepotkan Bibi Meghan dan Paman Putra. Davide merasa ini adalah urusan pribadinya dengan kedua orang tua dan Mira sendiri, serta June.


“Tentu saja, kapan mereka akan datang ??”


“Aku belum memesan tiket pesawat, setelah mendapatkan jadwal penerbangan kemungkinan aku akan menghubungimu lagi.”


“Tentu saja, Kak Davide.. Hubungi saja aku. Aku akan menyambut mu !!”


Davide hanya bisa tersenyum kaku, terpaksa dia berbohong dan bertingkah seakan-akan jika dirinya akan ikut liburan, padahal aslinya Davide sedang mengungsikan istri dan anak-anaknya ke tempat yang aman. Ke luar kota, Italia tepatnya mungkin adalah tujuan yang bagus.


Selain jauh, ibunya, tidak pernah mengetahui lokasi negara dimana Yudha bekerja, ibunya sibuk mengurusi keluarganya sendiri, dan tidak pernah berkomunikasi dengan Keluarga Bibi Meghan.


“Baiklah, sampai jumpa.”


Davide mematikan saluran telepon itu, dan menatap ke arah istrinya.


“Kenapa kau berbohong ??”


“Akan lebih baik, rencana ini tidak di ketahui siapapun, daripada aku mengatakan dari awal. Bisa-bisa, ibuku akan mengetahui rencana ku.” Ujar Davide membuat Kaylie mengangguk.


“Lalu.. sekarang, kau memesan tiketnya ??”


Davide mengangguk, sembari menatap layar handphonenya untuk membeli tiket secara online menuju ke Italia, tepatnya Roma, dimana Yudha bekerja sebagai model untuk saat ini. Setelah berkutat dengan layar handphone selama beberapa menit, dan di saat itulah Kaylie menunggu dengan was-was dan penasaran, kapan dia akan pergi dari sana, dan apakah.. Ke depannya mereka benar-benar akan aman-aman saja ??


Hingga Davide tersenyum menemukan tiket untuk istrinya dan anak-anaknya, serta untuk Alisha.


“Aku sudah membelinya tiket untuk 3 orang, karena Drowny masih di bawah 1 tahun, maka tidak di hitung.”


“Begitukah ?? Aku harap perjalanan akan berjalan dengan baik.”