
“Aku akan menuntut Mira untuk ini semua.., Ujar Davide dengan sedikit emosi, Kaylie menghela nafasnya, dia menyentuh kedua pipi Davide dengan tangannya, dan mencoba menenangkannya.
“Seharusnya aku yang marah, kenapa malah kau yang menjadi sangat marah ??” Ujar Kaylie dengan bingung.
“Kenapa tidak ?? Drowny juga putraku, tidak mungkin aku berdiam saat seseorang menyakiti putraku.” Ujar Davide dengan kesal, dia masih tidak terima kenyataan jika Drowny buta akibat penyerangan yang di rencanakan oleh Mira.
Kaylie hanya bisa menghela nafasnya, dia tahu betapa sayangnya Davide kepada Drowny kini, entah bagaimana lelaki itu menerima Drowny begitu saja yang bukan anak dari dirinya, bahkan bisa dikatakan Drowny sebagai anak angkat. Tapi anehnya, Kaylie tidak pernah tahu atau menanyakan semua itu, karena berfikir jika Davide memang menyukai dan menyayangi Drowny. Dan berfikir jika Davide adalah lelaki yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menggantikan suaminya yang telah meninggal.
Disisi lain, Marlina hanya melihat perilaku Davide yang berbeda jauh saat bersama Mira atau Kaylie sedikitpun. Dan bisa Marlina perhatikan, Kaylie tidak sedikitpun bertingkah manja atau genit, justru Kaylie malah bertingkah begitu dewasa dan bahkan mampu mengendalikan emosi dari Davide sendiri, jauh lebih pintar daripada Mira sendiri. Ditambah, Davide terlihat sangat menyayangi Kaylie dan juga Drowny, anak dari Kaylie.
Meghan memandang sembari tersenyum dalam hatinya, melihat kebahagiaan yang terpancar di keluarga itu, di tambah melihat Nicholas dan Alisha justru begitu menyayangi Drowny, Nicholas seakan begitu menerima adik angkatnya dengan sepenuh hati. Darel juga terlihat begitu dekat dengan Davide. Meghan melirik ke arah Marlina yang memperhatikan keluarga bahagia itu.
Seharusnya kau bisa menyadari keadaan dan kondisi saat ini, Marlina.. Davide bahkan jauh lebih mencintai Kaylie daripada Mira, dan kau seharusnya tahu alasannya Batin Meghan dalam hatinya, tapi Marlina tidak sedikitpun mengatakan atau berekspresi apapun untuk saat ini.
“Marlina.. Kau mau kembali ke kamar ??” Ujar Meghan menyudahi aktivitas Marlina, Meghan hanya khawatir jika Davide kemudian menyadari keduanya, dan malah menjadi sesuatu pertarungan antara satu sama lain.
“Baiklah.”
Lalu Meghan menarik Marlina untuk kembali ke kamarnya sendiri.
Kembali ke pasangan Davide dan Kaylie.
“Baiklah, semua.. Bagaimana jika kita makan siang bersama ?? Aku berencana mengajak kalian ke restoran yang baru saja buka.” Ujar Davide memberikan suasana yang berbeda, dia juga berencana mengajak Nicholas ikut berjalan-jalan. Di tambah restoran yang baru itu memiliki fasilitas taman untuk lokasi bermain anak-anak. Jadilah Davide semakin yakin untuk mengajak mereka ke sana.
“Yeahh !! Aku lapar !!” Ujar Nicholas dengan semangat, akhirnya keempat orang dengan kedua anak itu, akhirnya pergi keluar dari rumah sakit dengan perasaan bahagia dan senang.
Alisha bahkan menggendong Drowny, karena gadis itu sangat merindukan keponakannya yang menggemaskan itu, sementara tangan Kaylie menggandeng Nicholas dengan senang, berjalan keluar dari rumah sakit dan menuju ke parkiran, tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang mengintai mereka dari kejauhan.
Oh tunggu, sepasang mata itu tertuju pada satu orang yaitu Kaylie. Meskipun sedang dalam masa kehamilan, tapi karena ukuran perutnya belum begitu besar, membuat tubuhnya masih terlihat langsing dan wajahnya masih terlihat segar dan cantik. Sepasang mata itu, tampak mengagumi kecantikan ibu muda itu, astaga Kaylie benar-benar sosok yang sangat awet muda, di saat dirinya hampir memiliki anak kedua, wajahnya masih terlihat seperti seorang gadis perawan yang cantik.
“Kau jauh lebih cantik, jika berada di dekapanku. Aku ingin sekali, menggendong mu mengajakmu ke dalam kamar dan memanjakanmu, sayangku.” Celetuk sosok di kegelapan, yang terlihat sangat menyukai dan menginginkan Kaylie berada di dalam pelukannya itu.
Entah siapapun dia, sudah pasti memiliki maksud dan tujuan yang kurang baik.