Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 74



 


Dua hari setelahnya..


 


Sesuai perkataan dari perawat, Mira sudah bisa kembali ke rumah, karena kondisinya sudah lumayan membaik. Perawat itu melepaskan infus dan semua perban yang menutup lukanya, kini bisa di lepas dari tubuhnya. Mira sendiri sudah bisa berdiri dan berjalan, karena selama dua hari, dia sengaja untuk melatih kedua kakinya yang lumayan kuat untuk berjalan. Tentu saja dengan tujuan tertentu.


Setelah itu, Mira kemudian merapikan kembali barang-barangnya dan mulai melangkah keluar dari kamar menuju ke lantai bawah atau dasar untuk mengambil resep vitamin, meskipun sudah sehat, tapi Mira harus meminum beberapa vitamin untuk kesehatan tulang kaki yang sempat cidera karena luka kecelakaan itu. Setelah menggunakan lift ke lantai bawah, semua terlihat baik-baik saja, bahkan suasana itu bisa memudahkan Mira untuk melarikan diri dengan leluasa.


Mira kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu depan rumah sakit, tapi belum sempat keluar dari rumah sakit, beberapa polisi sudah mengepungnya, Mira tidak memiliki pilihan lain, selain mempertanyakan alasan polisi itu menghadangnya.


“Ada apa ini ??”


“Maaf, Nona Mira, tapi anda harus ikut kami ke kantor polisi.”


“Tapi kenapa ??”


“Ada laporan yang masuk mengenai rencana penembakan dan pembunuhan dengan sengaja, yang telah menewaskan Damian Rial Crowley, dan telah melukai anak bernama Drowny Ava Crowley. Ada beberapa bukti, jika anda dalang di balik penembakan itu.”


Mira terkejut bukan main, dia tidak pernah menyangka ada orang yang masih mengingat kasus yang sudah cukup lama terjadi itu. Mira hendak melarikan diri, tapi gagal karena beberapa polisi berhasil menangkapnya dan membawanya ke mobil polisi, yang nantinya di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


...


Disisi lain, Marlina dan Meghan yang masih berada di kamar. Tidak pernah mengetahui apa yang terjadi di luar sana, dan apa yang Mira lakukan, Marlina sama sekali tidak tahu mengenai hal itu.


“Meghan.. Bisa kau lihat kondisi Mira ?? Hari ini dia tidak mendatangi kamarku.”


“Tentu saja.”


Meghan kemudian keluar dari kamar Marlina, dan menuju kamar sebelahnya. Tapi Meghan tidak menemukan siapapun, justru kamar terbuka dan memperlihatkan beberapa perawat sedang membersihkan ranjang dan ruangan, dan Mira tidak ada di dalam sana. Meghan mendekati salah satu perawat dan bertanya kepadanya.


“Err.. Suster.. Kemana pasien Mira ??”


“Oh.. Pasien Mira sudah bisa kembali hari ini, dan dia baru saja keluar dari rumah sakit.” Ujar perawat itu menjelaskan.


Meghan terlihat sangat curiga, “Baiklah, terima kasih suster.”


“Iya..”


Meghan yang merasa sangat curiga dan penasaran kemudian menuju ke arah lift untuk ke lantai pertama. Dalam hatinya penuh dengan pikiran yang curiga dan gelisah, sepertinya perkataan Davide benar. Mira pasti memiliki rencana untuk melarikan diri, tapi Meghan tidak memiliki pemikiran jika Mira bisa keluar dari rumah sakit secepat itu, bahkan Marlina masih berada dalam kondisi yang lemah dan lunglai karena kondisi jantungnya yang lemah. Bahkan dokter mengatakan untuk tidak mengatakan kabar buruk kepada Marlina atau penyakit jantungnya akan kambuh.


Setelah sampai di lantai bawah, segera saja Meghan berjalan ke arah luar. Dia tidak mendapati siapapun, tapi beberapa orang tampak berdiri sembari berbicara satu sama lain, seakan mereka baru saja menyaksikan sesuatu kejadian di depan rumah sakit. Meghan mendekati salah satu dari mereka, berfikir jika mereka mengetahui dimana Mira berada.


“Permisi, Mas.. Mba.. Tahu pasien yang baru saja keluar dari rumah sakit ??”


“Tadi ada sih, perempuan rambutnya panjang, tapi gak tau kenapa, tadi di tangkap sama polisi.” Ujar seorang lelaki yang ada di sana.


Meghan terkejut bukan main, “Di tangkap polisi ?? Sebentar..”


Meghan mengeluarkan handphone miliknya, kemudian menunjukkan foto wajah Mira, lalu menunjukkan kepada orang-orang di sana.


“Apakah ini perempuan yang kalian maksud ??”


“Iya.. Bener.. Tante siapanya ?? Apakah saudaranya ??”


Meghan berfikir untuk tidak terlalu berbicara panjang lebar, dia berfikir untuk menutupi saja hubungannya dengan Mira. Lagipula perempuan itu baru saja di tangkap polisi, pemikiran orang-orang pasti tidak akan baik jika berhubungan dengan pihak kepolisian.


“Bukan, dia temanku.. Aku sebenarnya ingin mengucapkan selamat atas kesembuhannya.”


“Begitu ya.. Baru saja, dia ditangkap oleh pihak kepolisian.”


“Baiklah, terima kasih atas informasinya, mba.. Mas..”


“Iya, sama-sama.”


Meghan membalik badan menuju ke arah rumah sakit lagi. Pikirannya menjadi kalut dan kacau, bagaimana cara Meghan bisa memberitahukan jika Mira di tangkap oleh pihak kepolisian ?? Bisa-bisanya penyakit jantungnya kembali kambuh, haruskah dia berbohong demi kesehatan Marlina ?? Tidak lama, kemudian Meghan mendapatkan panggilan suara dari Davide. Meghan segera menuju ke arah tempat tunggu bagi penjenguk yang disediakan berupa kursi-kursi di pinggir lorong. Dia mengangkat telfon dari Davide.


“Iya, aku yang melaporkannya.”


Jawaban singkat dari Davide membuat Meghan merasa lemah dan lemas, dan bingung bukan main mengenai pikiran atau situasi untuk saat ini.


“Davide.. Aku mohon jangan mengurus sekarang, Marlina.. Ibumu dia sakit jantung saat ini, jika kau membawa atau melibatkan persidangan mengenai pembunuhan ayahmu. Ini belum saatnya, biarkan ibumu mempersiapkan dirinya dulu.”


“Ini bukan soal pembunuhan ayah.. Ini soal kematian suami pertama Kaylie yang meninggal.”


“Tu..tunggu.. Apa ??”


“Iya.. Mira yang merencanakan pembunuhan Damian, suami pertama Kaylie, dan penyiraman air keras pada Drowny hingga anak itu kehilangan penglihatannya. Aku ingin Mira membayar itu semua.”


Meghan tidak tahu harus bereaksi apa saat ini, seakan informasi ini membuat dirinya membeku di tempat dan tidak bisa berfikir jernih. Bahkan untuk menjawab ucapan dari Davide.


“Masalah ibu, tutupi ini semuanya dulu, setelah dia kuat. Kau boleh membongkarnya secara perlahan. Itu saja, yang aku ingin katakan untuk saat ini, aku permisi.”