
"Kak Kaylie !! Oh, kau sudah bangun." Alisha berfikir hendak membangunkan kakaknya agar tidak terlambat bekerja, di luar dugaan kakaknya malah sudah persiapan menggunakan pakaian yang begitu rapi dan cantik, di sana juga terlihat Drowny dengan pakaian yang sudah rapi juga, sepertinya Kaylie juga memandikan putranya saat mandi tadi.
"Kau bahkan sudah bersiap." Lanjut Alisha membuat Kaylie terkekeh.
"Hari pertama bekerja, aku tidak boleh memberikan kesan buruk kepadanya."
Alisha terkekeh dan mengangguk, "Kau benar. Baiklah, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu dan- Err Kaylie."
"Ya ??"
"Apa kau yakin, akan membawa Drowny ke perusahaan ?? ke kantor ??"
Kaylie terdiam sejenak, dia sendiri masih merasa bingung. Haruskah membawa putranya ke perusahaan, terutama Kaylie mengetahui sifat atau karakter asli dari Davide sendiri seperti apa. Mengetahui ekspresi kakaknya, Alisha memegang pundak kakaknya itu dan tersenyum.
"Aku mengambil kelas malam beberapa hari ini, kau bisa menitipkan Drowny kepadaku. Jangan sampai pekerjaan mu terganggu." Ujar Alisha tersenyum, dengan tujuan agar kakaknya tidak terlalu memikirkan mengenai putranya itu.
Kaylie kemudian mengangguk, "Baiklah kalau begitu.. Aku usahakan supaya tidak pulang terlalu larut malam. Dengan begitu, aku tidak akan menganggu waktu kuliahmu."
"Jangan lupa, untuk menyiapkan ASI di botol, atau Drowny bisa menangis seharian."
"Tentu saja."
Kaylie bersyukur memiliki adik seperti Alisha, di saat dirinya terdesak seperti ini, ada seseorang yang bisa membantu dan menolongnya meskipun dirinya tidak mengatakan mengetahui seluruh kondisi dan keadaan yang sebenarnya.
…
"Kau.. Cantik sekali.."
Davide memandang ke arah Kaylie yang mengenakan kemeja dan rok hitam, seperti yang di ucapkan oleh Davide kemarin malam. Sementara perempuan itu hanya tersenyum sedikit tidak nyaman dengan pujian yang dilontarkan oleh Davide kepadanya.
Kaylie beruntung bisa melakukan segalanya dengan cepat dan tepat. Dia bahkan bisa memompa ASI, menyiapkan segala perlengkapan untuk Drowny agar Alisha tidak bingung, dan juga menyiapkan segala perlengkapan alat tulisnya saat bekerja. Dia bisa menyelesaikan dengan cepat bahkan sebelum Davide datang menjemputnya. Inilah kehebatan Kaylie yang orang tidak pernah menduga, dia bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sangat cepat dan tepat.
"Terima kasih.. Jadi.. Kita berangkat sekarang ??"
"Dimana putramu ??" Tanya Davide dengan sedikit bingung saat Kaylie tidak membawa putranya di gendongannya.
"Err.. Dia bersama dengan Alisha. Bisakah, aku tidak membawa putraku ?? aku khawatir jika dia akan menganggu pekerjaanku nanti." Ujar Kaylie membuat Davide menghela nafas.
Rencana yang satu gagal, tapi tidak masalah. Yang terpenting, Davide bisa membawa Kaylie ke dalam genggaman tangannya itu, masalah putra Kaylie itu akan dia pikirkan besok.
"Baiklah, ayo."
"Aku pamitan dengan Alisha dulu."
Kaylie masuk sebentar hanya untuk sekedar berpamitan dengan adiknya yang sedang memberikan botol yang diisi dengan ASI milik Kaylie, sejenak perempuan itu berbicara secara perlahan kepada adiknya.
"Aku pergi dulu."
Alisha mengangguk, beruntung saja Alisha cukup peka untuk memahami bahasa kakaknya yang berbicara tanpa suara sedikitpun, lalu Kaylie keluar dari rumahnya dan tidak lupa mengunci pintu depan.
Kaylie melihat Davide sudah berada di dalam mobilnya, dengan kondisi menyala. Kaylie dengan berat hati dia melangkah menuju mobil Davide dan kemudian masuk. Mengikuti permainan lelaki itu dan merendahkan dirinya sendiri ?? Apakah Kaylie benar-benar akan melakukan itu semua demi melindungi keluarganya dari lelaki brengsek dan keparat seperti Davide ?? Bagaimana jika lelaki itu meminta lebih ?? Ah, sudahlah Kaylie tidak mau memikirkan itu semua dan menambah beban dalam hatinya.
Dia yakin, suatu ketika dia akan mendapatkan jalan untuk bisa keluar dari jeratan Davide, tanpa harus menyerahkan harga diri dan juga tubuhnya itu.
"Sudah semua ??"
Kaylie mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu."
Davide menjalankan mobilnya dan berlalu dari sana. Di sepanjang perjalanan begitu sepi dan bahkan tidak terdengar sedikitpun suara dari keduanya, hingga akhirnya Davide lah yang membuka suara.
"Adikmu.. Dia tidak tahu mengenai perjanjian kita semalam, bukan ??"
"Tidak, jangan khawatir."
"Baguslah."
"Apanya ??"
"Kenapa dari sekian banyak perempuan, kau malah memilih untuk menjebak ku ??"
Davide terkekeh pelan sejenak, dia berfikir Kaylie akan mempertanyakan alasan kenapa dia mau mempekerjakan dirinya ??
"Hanya itu yang ingin kau tanyakan ??"
"Ada banyak."
"Katakan saja, aku akan menjawabnya dengan jujur."
Kaylie terdiam sejenak, kemudian mulai berbicara kepadanya lagi dengan pertanyaan yang lain, yang sepertinya sudah di tebak oleh Davide sendiri.
"Kenapa kau mengincar ku ?? Aku bukan orang yang memiliki apapun yang kau inginkan."
"Kau memilikinya."
"Apa itu ??"
"Tubuhmu."
Kaylie membulatkan matanya, "Jika kau mencari tubuh perempuan, cari saja di bar atau internet banyak yang memasang tubuh mereka di sana !!"
"Tapi aku menginginkan kau, dan lagipula lebih mudah mendapatkan mu daripada perempuan murahan seperti itu."
"Apa maksudmu ?!"
Kaylie sedikit tersinggung dengan perkataan dari Davide kepadanya, lalu lelaki berbicara dengan santainya dan tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Lihat saja, dengan menyandera kedua orang yang kau sayangi, aku bisa mendapatkan tubuhmu setiap hari."
"Dasar lelaki brengsek !!"
Davide malah tertawa puas di sana, entah kenapa setiap ada orang yang menghinanya membuat Davide selalu tertawa geli. Apalagi korbannya yang tidak berdaya, mengumpat kesal kepadanya dan menatapnya dengan tajam. Itu adalah hal kesenangan baginya, setelah mendengarkan rintihan kesakitan mereka. Oh ayolah, Davide tidak terlalu buruk, iyakan ??
"Aku memang lelaki brengsek, dan suatu ketika kau akan jatuh pada lelaki brengsek ini." Ujar Davide dengan penuh rasa percaya diri.
"Tidak akan pernah !! Sialan !!"
"Begitu kah ?? Lihat saja, jika di ranjang nanti. Kau pasti akan berteriak dan-"
"Berhentilah berbicara mesum !! Dasar lelaki bejat !!"
Lagi-lagi, Davide malah tertawa begitu lepas mendengarkan kembali hinaan dari Kaylie. Astaga, betapa menyenangkannya membuat perempuan di sampingnya itu marah besar. Dia akan terus menggoda sampai membuat perempuan itu membanting kertas di meja depannya, atau bahkan menamparnya. Astaga apa ini, apakah Davide menjadi sosok masokis gila ?? Kemungkinan besar, iya.
"Oh iya, satu lagi."
"Apa ?!" Kaylie masih sedikit kesal dengan Davide, dia menatap tajam dan menjawab dengan nada ketus disana.
"Saat di hadapan istriku nanti. Aku ingin kau memainkan peranmu, dengan berciuman atau kita berpelukan."
"Kau gila !!"
"Oh, atau kita sedikit memainkan drama gila ini. Dengan melepaskan setengah pakaian kita, dan-"
"Sebenarnya apa permasalahan mu dengan rumah tangga mu itu ?! Sampai kau menarik orang asing, sepertiku ke dalam permasalahan gila mu ?!"
"Well, tidak ada. Hanya saja.."
"Hanya apa ?!"
"Aku ingin istriku menceraikan ku. Hanya itu, setelah istriku menceraikan ku, perjanjian kita selesai."
Kaylie menghela nafasnya berat, dan menatap Davide seperti dia menatap orang gila yang tidak waras, jika memang ingin bercerai kenapa malah menarik nya dalam permasalahan rumah tangga nya itu. Astaga lelaki di sampingnya benar-benar sangat gila !!