
“Apa yang lagi yang kau mau ?!”
Davide memandang tajam dan sinis ke arah lelaki yang ada didepannya, June. Lelaki itu memberikan seringaian liciknya kepada Davide, June yakin Davide sudah mengetahui tentang saat dirinya mendatangi Kaylie beberapa hari yang lalu, itulah kenapa Davide langsung memberikan hadiah berupa tatapan tajam ke arah June.
“Oh ayolah, santai saja partnerku.. Aku hanya ingin mengajakmu melakukan pertemuan, dan kau sudah memberikan tatapan tidak suka ??”
“Berhenti berbasa-basi !! Aku tahu, kau mengincar Kaylie !!”
June terkekeh pelan, “Tentu saja, lelaki bodoh mana yang tidak menginginkan Kaylie. Wanita cantik, pintar dan cerdik, sangat jauh berbeda dengan istrimu.”
“Ralat, mantan istri. Aku tidak sudi memiliki hubungan dengan wanita ****** itu.” Ujar Davide dengan sinis saat membahas masalah mengenai Mira, dia benar-benar merasa tidak suka dan kesal.
“Lagipula aku sudah memberikannya kepadamu secara bebas, dan kau masih menginginkan milikku ?!” Lanjut Davide bertanya dengan kesal, karena lelaki itu masih saja mengincar Kaylie, yang sudah dia klaim sebagai miliknya, padahal Davide sudah memberikan mantan istrinya, Mira secara gratis.
“Sejak kapan aku menginginkan Mira ?! Hahahahahaha.. Selama ini aku hanya menginginkan harta Keluarga Florian saja, dan dengan bodohnya wanita itu jatuh dalam perangkapku.”
Davide sudah tidak terkejut dengan perkataan dari June, dia yakin lelaki di depannya tidak pernah mencintai atau bahkan menyukai Mira, itulah kenapa dia tidak pernah mau mengakui Nicholas, dan Mira memilih menyerahkan tanggung jawab Nicholas kepada Davide, tapi dia tidak masalah. Merawat anak bukan anak kandungnya, setidaknya Nicholas tidak boleh tumbuh seperti June.
“Itulah, kenapa kau tidak pernah mau mengakui Nicholas ?!” Ujar Davide dengan sinis, membuat June memberikan ekspresi yang sepertinya di luar dugaan dari Davide.
“Apa maksudmu tidak mengakui Nicholas ?? Bukankah sejak awal dia adalah putramu ?!”
Davide terdiam sejenak, lalu kemudian terkekeh pelan.
“Wah, sepertinya Mira menyembunyikan semuanya begitu matang, bukan ?? Nicholas.. Bukan anak kandungku.” Ujar Davide berubah serius saat menyebutkan nama Nicholas, dan bahkan memberikan penekanan di bagian akhirnya, membuat June semakin tidak percaya.
“Mira... Tidak pernah berhubungan dengan lelaki siapapun, kecuali.. Kau dan aku.”
Davide mengeluarkan seringaiannya, dan mulai berbicara dengan santai tapi penuh dengan penekanan di sana, seakan jika June melanggar ucapannya maka dia bisa saja mati seketika itu juga.
“Hahahaha.. Ya, Nicholas adalah anakmu dan Mira.. Awalnya, tapi kini dia adalah anakku !! Kau boleh mengambil Mira, mengambil harta, perusahaan dan semuanya !! Ambil saja, aku tidak peduli !! Tapi, jika kau mencoba merebut Kaylie, ataupun Nicholas atau bahkan Drowny, maka aku tidak segan-segan akan menggorok lehermu hingga kau mati !”
“Drowny.. ??”
“Putra dari Kaylie dan mantan suaminya dulu, well tebak ?? Aku memelihara dua anak yang bukan keturunanku sendiri, Nicholas, dan Drowny. Tapi aku sepertinya Tuhan masih sangat menyayangiku, dia memberikan aku putra yang benar-benar dari darah dagingku.”
Mata June membulat, “Jangan bilang.. Kaylie.. Dia...”
Davide tersenyum puas, “Dia hamil.”
...
“Apa yang harus aku lakukan ??”
Meghan sudah jengah dengan pertanyaan yang hampir terdengar 50 kali, dalam sehari. Marlina datang dengan kondisi yang sangat frustasi apalagi saat mendengarkan kabar mengenai Davide yang sudah mengirimkan surat perceraian yang sepertinya membuktikan jika Davide benar-benar ingin melepaskan dirinya sendiri dari Keluarga Florian. Bahkan Davide sudah mengurus semua identitas dan lain sebagainya.
Sementara Meghan sendiri masih tidak bisa mengatakan apapun, karena Marlina terus saja berbicara tanpa berhenti, dan penuh dengan tanda tanya. Di tambah, selama ini yang dia prioritaskan adalah Mira dan bukan Davide, membuat Meghan jengah dan kesal.
“Kenapa Davide bisa setega itu dengan Mira ?? Apa yang salah dengan wanita itu ??”
Apakah dia berfikir Mira adalah sosok malaikat atau apa ?? Kenapa dia terus bertanya dan tidak mencari informasi apapun ?! Batin Meghan dalam hatinya memutar matanya malas, kenapa Marlina dan Martin tidak pernah menggunakan akal mereka untuk mencari tahu semuanya ?! Padahal Davide adalah sosok yang selalu berusaha mencari fakta daripada omongan orang, tapi kedua orang tuanya sangat mudah di provokasi oleh perkataan orang.
“Sumber dari permasalahan yang terjadi adalah wanita itu !! Jika dia tidak ada, semuanya pasti akan baik-baik saja !! Pelakor gila itu bisa-bisanya mengait putraku untuk berada di pihaknya !!”
Kenapa malah jadi salah Kaylie ?! Dasar bodoh !! Orang ketiga tidak akan datang jika pemilik tidak membuka hatinya ?! Batin Meghan menanggapi ucapan dari Marlina.
“Sejak awal, semua baik-baik saja, saat aku menikahkan Davide dan Mira, semuanya-”
“Ralat, bukankah kau sudah bercerita banyak mengenai pertengkaran Mira dan Davide, sebelum adanya Kaylie ??” Ujar Meghan menanggapi.
“Iya.. Itu juga karena orang ketiga, saat itu Davide berselingkuh. Dan aku bersyukur dia lepas dari perempuan genit itu ?! Tapi sekarang, Kaylie !! Dia bahkan merubah pemikiran putraku !!”
Tuhan, berikan aku kesabaran lebih banyak dalam menghadapi ini semua Batin Meghan mendengarkan perkataan itu, dan membuat wanita itu merasa jengah dengan perkataan yang diulang-ulang oleh Marlina demi membela Mira, dan menyalahkan Kaylie.
Apakah sebagai seorang ibu dirinya tidak bisa merasakan betapa tertekannya Davide dan Nicholas saat hidup bersama Mira ?? Apakah yang ada di otaknya hanyalah Mira saja ?! Demi Tuhan !! Pantas saja Davide memilih mengganti nama marga dan mengganti identitasnya, daripada tinggal bersama orang tua yang toxic.
“Jadi.. Apa rencana mu selanjutnya ??”
“Aku tidak tahu..”
“Marlina... Aku tahu kau sudah cukup baik dan bertanggung jawab sebagai seorang ibu, tapi Davide kini tidak lagi ingin bersamamu, dia ingin hidup di luar dengan kemauannya sendiri. Mau sampai kapan kau membuang waktumu hanya demi Davide yang tidak ingin bersamamu, atau bahkan menemui mu.”
“Lalu aku harus apa ??”
“Marlina.. Lupakan Davide.. Biarkan dia memilih jalannya sendiri, aku tahu itu sangat berat, tapi kau harus memikirkan dirimu sendiri juga.” Ujar Meghan dengan nada begitu lirih dan terlihat sangat menyayangkan kondisi Marlina yang tampak frustasi.
“Be..Begitukah ?? Aku sudah mencoba, tapi..”
“Percayalah pada perkataan ku.”
Jika kau sibuk mengejar terus Davide, maka pikiran dan otakmu hanya akan dikendalikan oleh Mira. Tapi jika kau mulai berdekatan dan hidup berdampingan dengan Mira, maka kau akan tahu karakter asli wanita yang selalu kau banggakan itu Batin Meghan menyeringai licik, selain membebaskan Davide dari kejaran tidak tentu kedua orang tuanya, Davide bisa fokus pada tujuan utamanya membangun perusahaan yang secara diam-diam di bantu oleh suaminya, yaitu Putra.