Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 53



“Davide ?! Apa-apaan dengan semua ini ?! Kenapa kau mengajari Nicholas hal seperti itu ?!”


Davide menghela nafasnya berat, dia memang menyuruh sopirnya mengajak Kaylie kembali karena lelaki itu tahu, jika istrinya bertemu dengan kedua orang tuanya. Dan sepertinya perkataan yang disampaikan oleh Davide, di ucapkan spontan oleh Nicholas, bagaimanapun anak itu masih sangat polos dan begitu lugu. Dan benar saja, bahkan Kaylie kini marah dab mengamuk kepadanya setelah pulang dari supermarket.


Davide memang terkadang kembali untuk makan siang, karena mengawasi Kaylie dan putranya. Davide juga secara diam-diam mengirim anak buahnya untuk mengawasi Kaylie agar wanita itu tidak bertemu dengan siapapun, termasuk kedua orang tuanya. Tapi takdir benar-benar merubah itu semua.


“Dengar.. Ini adalah yang terbaik. Kedua orang tuaku, dan Mira membawa dampak tidak baik bagi, Nicholas. Jadi aku mohon hargai keputusanku.” Ujar Davide berbicara lembut kepada Kaylie.


Wanita itu menggelengkan kepalanya dan menghela nafas.


“Davide, Nicholas masih kecil. Jangan libatkan dia dalam permasalahanmu dan kedua orang tua, atau istrimu-”


“Mantan istri.”


“Ah iya.. Bukankah dia juga bisa mengenali mereka, biarkan saja Nicholas membenci mereka atas pengertiannya sendiri. Ini sama saja, kau mengajari Nicholas membenci mereka tanpa alasan.” Ujar Kaylie yang juga memberikan pengertian kepada Davide.


Kaylie mungkin tidak tahu, alasan dan kenapa Davide sangat tidak ingin mendekatkan Nicholas dengan keluarganya atau Mira, tapi Kaylie yakin ada sesuatu yang tidak baik mungkin terjadi. Tapi tetap saja, menyuruh anak membenci seseorang tanpa tahu alasan adalah hal salah. Jikalau Nicholas membenci atau tidak menyukai mereka, maka biarkan anak itu mencari tahu sendiri mengenai perilaku kedua orang tua Davide. Dengan begitu, Nicholas akan memiliki alasan sendiri dan tidak akan tertekan dengan aturan yang di buat oleh Davide.


Davide menghela nafasnya, “Mereka terlalu licik, seperti ular. Aku tidak mau Nicholas terpancing akan sesuatu dari mereka.”


“Baiklah, jikalau kau mau Nicholas menjaga jarak dari mereka. Aku akan membantumu, tapi jangan paksa anak itu membenci mereka tanpa alasan lagi, oke ?? Itu hanya akan menyiksa Nicholas karena mengikuti aturan tanpa alasan yang jelas.” Jelas Kaylie dengan melembut, dia akhirnya mengerti ucapan dari Davide, tapi dia juga tidak bisa membiarkan Davide terus mengisi hati anak polos itu dengan kebencian, meskipun kepada orang jahat sekalipun.


Davide tersenyum dan mengangguk, “Maaf.”


Davide kemudian membelai lembut rambut Kaylie dengan penuh rasa sayang. Perkataan dari Kaylie malah membuat Davide semakin menyukainya, dan membuat lelaki itu semakin tergila-gila akan Kaylie.


Inilah yang membuatku jatuh hati padamu, Kaylie Batin Davide tersenyum dalam hatinya, dia memang mengakui melakukan hal tidak baik hanya untuk mendapatkan sosok kekasihnya, tapi dia bukan sosok kejam yang membuang perempuan itu begitu saja.


Disisi lain..


Alisha sedang mengganti popok dan pakaian Drowny, dengan Nicholas di sana. Alisha memang mendapatkan libur semester dari kuliahnya, sehingga dia bisa menemani dan mengajak Drowny dan Nicholas bermain. Dan saat ini dia dan keduanya sedang berada di dalam kamar, karena Davide dan Kaylie sedang ada obrolan penting dan menginginkan waktu berdua.


“Bibi Alisha..”


“Iya, Nicholas ??”


“Kapan Drowny besar ?? Aku ingin mengajaknya berbicara.”


Alisha terkekeh pelan, “Dia akan bertumbuh besar kok, sabar ya.. Nanti juga dia akan ngomong sama kamu.”


Nicholas mengangguk, menatap ke arah Drowny yang setelah selesai di gantikan pakaian, karena saat pergi di luar sangat panas, membuat pakaian Drowny basah karena keringat. Nicholas teringat ekspresi dan cara berbicara Mama Kaylie kepada ayahnya itu, membuat anak itu penuh tanda tanya. Apakah Mama Kaylie sedang marah dengan ayahnya ?? Dan apakah itu karena dirinya ?? Dia harus bertanya, tapi mereka masih belum keluar dari kamar.


“Bibi Alisha..”


“Iya, sayang ??”


“Mama Kaylie.. Marah ya sama papa ??”


Alisha menatap ke arah Nicholas. Memang sebenarnya tadi, dia merasa penasaran dengan ekspresi kakaknya yang baru pulang, dan langsung menitipkan Drowny dan Nicholas kepadanya, lalu masuk ke dalam kamar menarik Davide dengan terlihat emosi dan kesal. Ada apa ?? Sepertinya dia bisa bertanya kepada Nicholas. Lagipula Nicholas bersama dengan Kaylie tadi saat berbelanja.


“Gak tau, memang kenapa ?? Memang tadi kalian habis ngapain ??”


“Tadi belanja, terus beli makanan di stand.”


“Habis itu ??”


June ?? Siapa ?? Batin Alisha, tapi perkataan Nicholas kemudian mengatakan kakek dan nenek, apakah orang tua Davide ?? Atau orang tua dari Mira ?? Apakah ini ada hubungannya dengan mereka ??


“Terus.. ??”


“Gak ada yang aneh sih, cuma.. Waktu nenek manggil aku gak mau.”


“Kenapa ?? Kan dia juga sayang sama Nicholas.”


“Nenek sama kakek gak sayang sama Nicholas, mereka jahat !! Nicholas benci mereka !!” Ujar Nicholas berbicara sedikit kesal di bagian akhir, membuat Alisha semakin penasaran.


“Lho ?? Kenapa ?? Memang mereka pernah mukul Nicholas ??”


Nicholas tanpa berfikir panjang, langsung mengangguk membuat Alisha membulatkan matanya kaget, “Kok.. Gitu ?? Papa kamu tahu, kalau kamu pernah di pukul mereka ??”


Nicholas menggelengkan kepalanya, “Tapi papa juga bilang kalau mereka semua jahat, yang baik cuma Mama Kaylie, Bibi Alisha, sama Paman Darel.”


Pantas saja Kaylie marah Batin Alisha yang mengenali kakaknya dengan sangat baik, dia kemudian tersenyum.


“Nicholas.. Bagaimanapun orang yang melahirkan kamu adalah Mama Mira. Kamu gak boleh benci ya.. Kamu boleh gak suka, atau gak deket tapi jangan benci. Itu gak baik, ya ??”


“Jadi.. Nicholas gak boleh benci ??” Ujar anak itu dengan sangat polos, membuat Alisha sendiri merasa heran bagaimana bisa anak sepolos Nicholas malah tumbuh kebencian.. Bahkan kepada ibu kandungnya sendiri ?! Yang jelas tinggal satu rumah dengannya !!


“Gak boleh, tapi Nicholas juga boleh atau berhak untuk gak deket sama mereka, asal jangan benci. Mama Kaylie paling gak suka kata benci. Ya ??” Ujar Alisha memberikan pengertian kepada anak itu dengan lembut.


Nicholas mengangguk, “Nicholas akan coba.”


Sebenarnya seperti apa keluargamu dulu, Nicholas.. Kenapa bisa hal itu menumbuhkan rasa benci dalam dirimu kepada mereka ?? Batin Alisha dengan penuh tanda tanya, dia tahu betapa bencinya Darel dengan kedua orang tuanya, meskipun Alisha masih belum mempertanyakan mengenai alasannya dan apa yang membuat dia begitu jauh secara perasaan dan ikatan dengan kedua orang tuanya ??


Melihat Darel dan Davide bertingkah seperti itu, dan kemudian Nicholas membuat rasa penasaran yang besar dalam benak Alisha. Berfikir jika dirinya dan Kaylie begitu terbebani dengan masalah besar, rupanya keluarga Davide dan Darel jauh lebih bermasalah dan berantakan. Rasa kasihan dalam diri Alisha muncul, membuat gadis itu berusaha menjadi orang yang terbaik dalam hidup Darel.