Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 70



Guys... maaf banget, update lama :( Author sakit batuk, flu, dan pusing 🥲🥲 ini aja masih sakit, makanya update agak lama..


 


“Apa ?? Masuk rumah sakit ??”


“......”


“Lalu aku harus apa ?? Datang sembari membawa bunga kepadanya ??!!”


“..........”


“Ck, astaga !! Aku akan pikirkan nanti.”


“......”


Davide mematikan sambungan telepon dari seberang sana, Kaylie melihat ke arah suaminya yang menerima telepon dan menampilkan raut wajah kesal dan tidak suka, bahkan nada bicaranya terdengar sangatlah ketus dan sinis. Kaylie menjadi sangat penasaran, siapakah yang menelfon nya ?? Di tambah lagi, masih belum ada kabar mengenai persidangan selanjutnya karena belum ada kabar dari pihak penuntut.


“Siapa ??” Tanya Kaylie dengan rasa penasaran, Davide menatap ke arah istrinya dan kemudian mengusap kasar wajahnya itu.


“Telepon dari Mira.”


Mata Kaylie membulat sempurna apakah telepon tadi berkaitan dengan persidangan selanjutnya ?? Dan kenapa Davide sangat marah ??


“Apa yang terjadi ??”


“Ibu.. Dia masuk ke rumah sakit.. Mira ingin aku menjenguknya di rumah sakit.”


Kaylie mengangguk, sekarang dirinya paham kenapa Davide terlihat sangat kesal dan emosi bahkan jikalau tidak ada Kaylie disana, Davide mungkin akan membanting barang untuk melampiaskan emosinya.


“Kalau begitu, kau harus menjenguknya. Bagaimanapun dia adalah ibumu, kemungkinan dia membutuhkanmu saat ini.” Ujar Kaylie dengan nada lembut, Davide terdiam, tapi dari raut wajahnya Kaylie menduga jika lelaki itu enggan mendengarkan atau tidak memperdulikan perkataan Kaylie.


“Davide... Apa kau masih membenci ibumu ??” Tanya Kaylie secara perlahan, Davide melirik ke arah Kaylie dan menjawab dengan nada pelan tapi penuh penekanan.


“Sangat.” Celetuk Davide, meskipun nada bicara dan tatapan lelaki itu tampak sinis dan penuh kebencian. Kaylie tahu, jika Davide membenci ibunya. Itu dia ketahui dari Darel, adik dari Davide sendiri.


 


Beberapa hari lalu..


 


“Darel.. Bisa aku bicara sebentar denganmu ??”


Tiba-tiba saja, Kaylie mengajak Darel untuk berbicara, tepat sebelum persidangan itu di mulai, atau lebih tepatnya sehari sebelum persidangan terjadi. Darel yang sedang duduk bersantai sembari membaca beberapa dokumen di depannya yang merupakan dokumen bukti untuk persidangan besoknya. Darel melihat ke arah Kaylie, kakak iparnya itu, menaruh dokumen dan kemudian melihat ke arah wanita itu.


“Tentu saja, ada apa Kak Kaylie ??”


Kaylie terdiam sejenak, “Mengenai.. Persidangan yang terjadi.. Tidak bisakah melakukan mediasi diantara kedua belah pihak ??”


Darel terdiam sejenak, kemudian dia menggelengkan kepalanya, “Kak Davide tidak pernah mau berdamai begitu saja setelah apa yang terjadi.. Ibu memaki dan menyalahkan Davide atas apa yang terjadi kepada ayah.”


Kaylie terdiam, dia benar-benar tidak tahu sebenarnya hubungan antara Davide dan ibunya. Seberapa parah hubungan mereka sebenarnya..


“Siapakah yang lebih membenci, Nyonya Marlina ke Davide, atau Davide kepada ibunya sendiri ??”


“Davide jauh lebih membenci ibu. Ibu sebenarnya tidak pernah membenci Davide, dia hanya memaksa Kak Davide untuk menjadi sosok sempurna tanpa kesalahan sedikitpun, dan harus selalu menuruti keinginannya. Karena keegoisan itu, membuat Davide sangat membenci ibu.”


 


Kembali ke waktu sekarang..


 


Kaylie mengangguk, dia bisa paham kenapa Davide benar-benar membenci ibunya, tapi.. Kenapa wanita itu benar-benar egois bahkan kepada putranya sendiri ?? Bahkan ayahnya, yang seharusnya menjadi sosok pelindung malah mendukung penuh istrinya yang egois itu, pantas saja Davide sama sekali tidak merasa sakit atau bersedih atas kematian ayahnya sendiri, kemungkinan Davide sudah menutup hatinya untuk kedua orang tuanya.


“Jikalau memang mereka ingin aku menjenguk dan mendatangi mereka.. Maka aku akan mengajakmu, dan jika mereka menolak mu, maka aku akan menolak mereka..” Ujar Davide dengan nada yang sepertinya tidak main-main untuk saat ini.


Kaylie tersentak kaget dengan perkataan dari Davide.. Haruskah sekejam itu Davide kepada ibunya yang sudah tergeletak lemah di rumah sakit ?? Haruskah Davide benar-benar membalas dendam atas segala perbuatan ibunya ??


 


 


Di rumah sakit, Meghan dan Putra terpaksa kembali berhadapan dengan Mira dan Marlina, di tambah kedua perempuan itu berada di rumah sakit yang mana mereka begitu lemah dan tidak berdaya untuk saat ini. Beruntung Keluarga Florian masih memiliki banyak uang, sehingga mereka masih mampu untuk menyewa perawat, merawat keduanya.


Mira dan Marlina di rawat di ruangan yang berbeda. Dan kali ini, Meghan dan Putra berada di ruangan milik Marlina yang sudah tersadar dan jauh lebih baik dari sebelumnya.


“Bagaimana keadaanmu ??”


“Sudah lebih baik dari sebelumnya..” Ujar Marlina dengan perlahan.


Meghan sebenarnya bingung dan tidak tahu lagi harus bagaimana. Di tambah Davide sepertinya masih begitu membenci Marlina sedalam itu, dia dan Kaylie berusaha membujuk Davide tapi itu sama sekali tidak mudah.


“Jadi.. Kalian sudah.. Mengabari.. Davide ??” Suara Marlina bergetar mengatakan nama Davide, wanita itu bisa melihat kebencian besar di mata Davide, putranya kepadanya saat di persidangan kemarin. Meghan hanya bisa terdiam sejenak, dia memikirkan kata-kata yang tidak menyinggung Marlina tapi menyampaikan ucapan dari Davide kepada ibunya.


“Sudah.. Hanya saja, dia sibuk bekerja. Dia akan datang setelah semua urusan pekerjaannya selesai.”


Meghan bisa melihat tatapan sedih penuh luka di mata Marlina saat menyebutkan alasan dari Davide yang sebenarnya hanyalah akal-akalan dari Meghan. Karena alasan asli dari Davide, jauh lebih menyakitkan dan perih daripada sebelumnya. Marlina seperti seakan telah mengetahui kesalahan terbesarnya kepada Davide, semenjak anak itu benar-benar pergi meninggalkannya, dan bahkan Davide tidak datang pada upacara kematian ayahnya sendiri, mengungkapkan kebencian teramat dalam dan luka besar sehingga membuat Davide benar-benar menutup hatinya untuk kedua orang tuanya.


Marlina dan Martin sudah di luar batas.