
Setelah kejadian di pengadilan yang terjadi kemarin, membuat pengadilan mengundurkan persidangan karena mereka masih membutuhkan suara dari Mira untuk bersaksi atas rekaman yang terjadi. Sementara Davide semakin mengangkat tangannya dan merasa bersantai karena dirinya memiliki waktu semakin longgar hanya untuk mencari bukti lebih akurat.
“Jadi.. Ada yang memberikan sebuah rekaman suara ??” Ujar Kaylie mendengarkan cerita dari Davide dan juga Rendra yang berkunjung di sana.
Davide memperkenalkan keluarganya kepada Rendra, lalu mereka saling berbicara mengenai semua yang terjadi di pengadilan.
“Ya.. Dan disana, terdengar suara June memberikan perintah kepada kedua lelaki yang menyebut namaku, dan menyebut nama Mira di sana.” Ujar Davide menceritakan secara singkat, Kaylie hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka perilaku Mira ternyata jauh lebih licik dan begitu kejam, bagaimana bisa dia membunuh ayah mertua yang selama ini selalu membanggakan dan bahkan merendahkan harga diri putranya hanya demi membelanya.
“Kenapa.. Dia bisa begitu.. Jahat ?? Tunggu.. Itu berarti.. Mira memiliki hubungan dengan June ??”
Davide mengangguk, “Dia bahkan berselingkuh dengan June hingga-..”
“Hingga ??”
Davide menggelengkan kepalanya, dia hampir saja mau menyebutkan nama Nicholas, beruntung lelaki itu menyadari kesalahannya, dan bisa memikirkan cara yang lain.
“Hingga.. Aku berfikir membalasnya juga dengan berselingkuh.” Ujar Davide membuat Kaylie menatap datar, astaga jadi selama ini dia berselingkuh hanya untuk membalas dendam perbuatan Mira ?!
“Tunggu.. Anda dan Mira ??” Rendra yang sedari tadi hanya berdiam mendengarkan kini mulai menyadari arah pembicaraan Davide.
“Ya, dulu kami menikah karena di jodohkan. Dan sebenarnya aku memiliki urusan persidangan cerai dengannya, tapi di undur karena masalah tuduhan pembunuhan ini. Padahal aku tidak sabar ingin segera menceraikan wanita jadi-jadian itu.” Ujar Davide dengan nada kesal di akhirnya, Rendra kemudian mengangguk memahami.
“Tapi.. Anda menikah lagi, sementara anda masih memiliki hubungan suami istri secara hukum dengan Mira ??”
“Mau bagaimana lagi, aku benar-benar tersiksa menikah dengan wanita itu. Ayah dan ibuku benar-benar buta, mereka bahkan tidak menyadari seberapa kejamnya Mira. Lihat ?? Bahkan saat ayah meninggal, Mira terlibat di dalamnya.” Ujar Davide megungkapkan kekesalan dan kekecewaan kepada kedua orang tuanya. Sebenarnya Davide hanyalah korban dari kedua orang tuanya yang terlalu memaksa dan mengharapkan banyak hal dari Davide. Sehingga lelaki itu di paksa untuk menjadi sempurna dan harus selalu menuruti kemauan kedua orang tuanya.
“Aku mengerti.. Aku bisa membantumu jika.. Kau akan menghadapi perceraian nanti.”
Davide mengangguk, “Aku sudah memiliki banyak bukti jika Mira berselingkuh dan-”
“Tapi kenapa kau tidak menunjukkan bukti itu kepada kedua orang tuamu sejak dulu ?? Maksudku jika kau menunjukkan bukti itu dari dulu, kedua orang tuamu pasti akan berada di pihak mu.” Ujar Kaylie.
“Andai semua semudah itu, aku tidak akan kerepotan akan hal seperti ini.” Celetuk Davide dengan nada pelan, meskipun begitu Kaylie masih bisa mendengarkannya, tapi wanita itu hanya berdiam saja.
Dia tidak mau terlalu memojokkan Davide dalam hal seperti ini, karena dirinya masih tidak tahu seperti apakah kehidupan Davide dulu, tapi dia yakin pasti posisi Davide benar-benar sangat terpojok dan mungkin tidak mampu membela dirinya sendiri. Rendra yang ada di sana, sebenarnya juga sama penasaran dengan kehidupan dari Keluarga Florian yang terkenal begitu sukses dan terkenal, tapi kini penuh kontroversi dan bahkan ibunya sendiri yang menuntut dan menuduh anaknya sebagai pelaku pembunuhan suaminya. Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan keluarga ini ??
...
“Mah.. Itu.. Itu tidak benar.. Aku tidak terlibat apapun dalam pembunuhan, aku bahkan tidak tahu apapun.”
Marlina hanya berdiam dan memandang ke arah Mira. Dalam hatinya bimbang dan bingung, apakah harus mempercayai ucapan dari Mira ataukah tidak ?? Tapi rekaman itu terdengar jelas, dan bisa Marlina lihat ekspresi pucat dua lelaki yang menyebutkan nama Davide itu, dengan ekspresi putranya yang terlihat sangat tenang.
Sementara Mira yang mengalami kecelakaan, dari pihak aplikasi ojek online mau mengganti rugi, jadilah biaya rumah sakit dan semuanya sudah di tanggung, dan Mira langsung di obati, tapi tetap saja lukanya cukup parah, di bagian kepala karena pecahan kaca menusuk bagian wajahnya. Karena bagian depan mobil rusak cukup parah hingga remuk, kaki Mira juga terkena benturan kuat, sehingga membuat luka besar dan parah di bagian kakinya.
Saat tersadar, Mira terkejut mendengarkan pengakuan, dan bahkan Marlina meminta copyan dari rekaman itu, dan menunjukkan kepada Mira. Wanita itu terkejut bukan main, dan menggelengkan kepalanya.
Ke..kenapa June membawa namaku ?? Dan.. Apakah ini artinya yang membunuh ayah adalah June ?? Dan bukan Davide ?? Pikiran Mira sangatlah kacau, karena June sedikitpun tidak mengatakan apapun mengenai rencananya itu, dia bahkan mengaku mendapatkan bukti jikalau Davide yang membunuh Martin.
Flashback..
“Aku tidak mengerti.. Kenapa Davide membunuh ayahnya sendiri ??” Mira terus memikirkan perkataan kedua orang lelaki yang mengaku nama Davide di hadapan mereka semua.
Tidak hanya satu kali, dua bahkan tiga kali mereka mengatakan dan bersumpah yang menyuruh mereka adalah Davide dan memberikan uang agar mereka mau tutup mulut. Sementara June yang mendengar perkataan Mira hanya memutar matanya malas.
“Kau sudah mengatakan ini, berulang kali.”
“Aku tahu.. Aku hanya terkejut.. Dan tidak percaya..”
“Aku akan mencari bukti.”
“Untuk apa ??”
“Untuk membuktikan apakah perkataan kedua lelaki itu benar atau tidak. Jika benar, maka kalian bisa membawa kasus ini ke pengadilan.”
Hanya itu perkataan yang diingat oleh Mira setelah mereka dari kantor polisi. Mira kemudian meraih handphonenya sendiri dan mulai menghubungi June untuk ini.
“Aku akan menghubungi June..”
“Kemana dia pergi ??”
“Entahlah, dia bilang ada urusan secara mendadak karena perusahaannya.” Ujar Mira dengan sedikit menutupi, karena bagaimanapun statusnya dengan June sebagai saudara sepupu.
Marlina membulatkan matanya mendengarkan jawaban dari Mira.
“Ja..jadi.. June sempat pergi sebelum persidangan ini terjadi.. ??”
“Iya, benar dan.. Tunggu sebentar..”
Mira kemudian menyadari hal yang sama dengan Marlina, dia kemudian segera saja menelfon nomer dari June. Tapi tentu saja nomer itu sudah tidak aktif, berkali-kali menelfon tidak ada jawaban dan bahkan hanya nada dering saja tanpa adanya jawaban. Membuat Mira semakin panik dan semakin gelisah.
“Tidak...tidak..tidak..”
“Mi..mira ??” Marlina melihat ekspresi pucat dan gelisah dari Mira, membuat wanita itu merasa begitu gelisah dan khawatir. Ada apa ini ?? Jangan bilang, kalau...
“Nomer dari June sudah tidak aktif !!” Ujar Mira dengan gelisah. Marlina hanya bisa terdiam sejenak, tidak tahu harus berkata apalagi.
Sialan !! Apakah lelaki itu bercanda saat ini ?! Tidak mungkin !! Argh !! June sialan, kau meninggalkanku dan bahkan menyalahkan ku atas kesalahan yang tidak aku perbuat !! Batin Mira memaki June, dan terus berusaha untuk menghubungi nomer dari June dan tentu saja jawaban tetaplah sama.