Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 13



"Astaga ?! Sebanyak ini ?!"


Kaylie mengijinkan Davide masuk ke dalam rumahnya, dan terkejut bukan main saat melihat begitu banyak makanan yang di bawa oleh Davide kepadanya. Kalian tahu, ada lebih dari 10 jenis makanan yang dia bawa, bahkan dia membelikan bubur tim untuk Drowny.


"Ini tidak banyak, lagipula kau memiliki kulkas kau bisa menyimpan nya untuk besok." Ujar Davide dengan santai, padahal saat istrinya hamil dulu, makanannya bisa lebih banyak dua kali lipat, dan bahkan saat menyusui juga.


"Ini ada bubur tim hati sapi, kepiting, ikan, ayam kampung, banyak sekali untuk Drowny, dia pasti suka." Ujar Davide menunjukkan beberapa bungkus bubur tim untuk bayi kepada Kaylie.


"Lalu untukmu aku juga membawakan beberapa makanan, ada nasi pecel, lalu sayur tumpang, soto, kare, oh ada juga-"


"Untuk siapa saja ini ?!" Ujar Kaylie hampir histeris mendapatkan makanan sebanyak ini, ya memang setiap sayur porsinya sedikit, dan hanya cukup untuk satu orang saja, tapi.. Ini berlebihan ?!


"Untukmu, tentu saja sayangku." Ujar Davide tersenyum dan menunjuk ke arah Kaylie.


"Aku tidak mungkin bisa menghabiskan semua ini."


"Taruh saja di kulkas, bisa untuk besok juga."


Kaylie hanya menggelengkan kepalanya, kenapa begitu banyak makanan yang dibawakan oleh Davide kepadanya. Astaga naga, lelaki ini benar-benar sangat suka menghamburkan uang, hanya karena pemilik perusahaan saja, dia malah membeli makanan secara berlebihan seperti ini.


Tidak lama, sebuah handphone berbunyi, rupanya milik Kaylie yang menampilkan sebuah nama yang menelfon nya.


"Maaf."


Kaylie kemudian bangkit dari kursinya dan sedikit menjauh dari Davide. Bukan apa-apa, tapi itu merupakan bentuk kesopanan. Tidak boleh, jika seseorang malah menerima telepon di meja makan dan malah berhadapan dengan beberapa orang, ya meskipun hanya Davide yang ada di sana, tetap masuknya tidak sopan.


"Alisha, ada apa ??"


"Kak Kaylie, maafkan aku.. Aku mendapatkan tugas banyak, dan mungkin aku tidak akan pulang malam ini karena aku akan mengerjakan di rumah temanku."


"Begitu ?? Baiklah, tidak masalah, asalkan besok kau bisa pulang kembali di pagi hari."


"Jangan khawatir, aku akan kembali besok pagi."


"Baiklah, berhati-hatilah."


Lalu telepon kemudian dimatikan, dan Kaylie kembali pada kursinya untuk duduk. Davide memandanginya dengan rasa penasaran.


"Tidak apa, ini hanya adikku. Dia bilang, tidak bisa pulang malam ini."


Davide tersenyum, "Kalau begitu, aku akan menemanimu malam ini."


Davide memberikan tatapan memelas, "Aku akan tidur di sofa jika kau mau.. Mira mengusirku."


Kaylie memukul keningnya sendiri, "Sebenarnya ada masalah apa kau dan istrimu ?! Kenapa kalian rumah tangga yang sangat berantakan dan penuh masalah ?!"


Kaylie tidak habis pikir, padahal dia dulu dan Damian tidaklah separah itu. Jikalau memang ada masalah, paling mereka hanya akan saling mendiamkan selama 1 jam, setelah itu semua kembali normal. Tapi ini ?! Astaga, yang dirinya di kira pelakor, yang kemudian sekarang Davide di usir, demi Tuhan !!


"Itu semua, karena aku menikah dengan Mira. Coba kalau aku menikah denganmu, maka tidak akan seperti ini."


"Mulai lagi, astaga !! Jika memang dari awal kalian tidak saling mencintai kenapa menikah ?? Kasihan putra kalian." Ujar Kaylie mengingat anak lelaki bernama Nicholas yang masih sangat kecil, ditambah ibunya yang seperti itu, dan ayahnya juga malah tidak menghiraukan putranya. Demi Tuhan, Keluarga mereka benar-benar sangat berantakan sekali.


Davide terdiam, "Aku terpaksa menikah dengannya."


Kaylie mengangguk, rupanya korban pernikahan paksa. Tapi apa hubungannya dengan dia ?! Kenapa dia tidak mengatakan kepada orang tuanya mengenai masalah yang terjadi ?!


"Pernikahan paksa ?? Ya, memang tidak enak tinggal satu rumah dengan orang yang tidak kau cintai. Atau bahkan orang yang tidak kau inginkan sejak awal." Kaylie mulai merendahkan nada bicaranya, dia tahu betapa tersiksanya orang yang menjadi korban pernikahan paksa.


Temannya pernah menjadi korban pernikahan paksa, dan berakhir bunuh diri karena tidak kuat dengan konflik yang terus menerus terjadi dalam rumah tangga mereka. Apalagi suami temannya adalah lelaki temperamen yang selalu bermain tangan saat sedang marah. Meskipun tidak merasakannya sendiri, tapi Kaylie yakin dari reluk hati Davide juga merasakan tersiksa, apalagi bentukan istrinya yang begitu menyebalkan itu.


"Tapi, kau harus mengingat putramu juga. Dia korban, kau harus mulai dekat dengannya. Aku jarang sekali melihat kau menyisihkan waktu untuk putramu, aku tahu kau sibuk. Setidaknya sepulang kerja habiskan waktu dengannya. Sekarang aku tanya, dimana putramu ??"


Davide menghela nafasnya, entah kenapa setiap ditanya oleh Kaylie saat ini membuatnya tidak bisa berbohong atau bahkan mengelak sedikitpun, berbeda dengan Mira. Saat bersama Mira, Davide malah terlihat seperti atlet tinju yang siap menyerang lawannya, di saat ini Davide malah terlihat seperti kucing yang tunduk di depan majikannya.


"Dia bersama Darel, dia bahkan lebih sering tidur dan melakukan apapun bersama dengan Darel."


"See ?? Apa kau tidak sakit hati, jika suatu hari Nicholas hanya menganggap Darel sebagai ayahnya ?? Itu bukan salah Darel jika itu terjadi, kau harusnya meluangkan waktu sebagai sosok ayahnya. Nicholas boleh kehilangan figuran ibu dalam istrimu, tapi jangan buat dia kehilangan figuran ayah di dalam mu."


Perkataan Kaylie benar, dia tidak pernah atau jarang sekali bersama putranya. Dia selalu saja sibuk mengurus bagaimana cara agar Mira bisa menceraikannya suatu hari nanti. Sehingga dia malah berfikir untuk bisa berpisah dari Mira tanpa memikirkan putranya sedikitpun.


"Meskipun bagiku terkadang kau menyebalkan, usil dan bertingkah seperti lelaki brengsek yang mengincar perempuan. Tapi aku yakin di dalam dirimu bisa menjadi sosok ayah yang baik untuk Nicholas."


"Aku tidak tahu, kau sedang memujiku atau sedang menghinaku, tapi aku akui perkataan mu itu memang benar. Aku melampiaskan semua emosiku dengan mencari kekasih lain, meskipun sebenarnya dengan selingkuhan ku, aku tidak pernah memiliki rasa apapun pada mereka semua."


Davide memang brengsek yang selalu berselingkuh dengan beberapa perempuan, tapi dalam reluk hatinya tidak ada perempuan yang dia cintai bahkan Mira istrinya sekalipun. Dirinya tidak merasa bersalah saat berselingkuh, atau bahkan saat Mira kesal dan melakukan kekerasan pada kekasihnya, Davide sedikitpun tidak merasa simpati sama sekali.


Entah kenapa baginya perempuan tidak begitu menarik dan hanya menginginkan uangnya saja, tapi Kaylie.. Dia memang sangat membutuhkan pekerjaan, dan uang. Tapi lihatlah perempuan itu, beberapa kali Davide mencoba menggodanya perempuan itu malah menyumpahinya dan bahkan memakinya. Dia bahkan berani melawan Mira istrinya itu, di saat salah paham terjadi.


"Sekali waktu, ajaklah Nicholas pergi keluar saat cuti atau libur, jika kau tidak menyukai istrimu, kau bisa hanya mengajak Nicholas keluar. Habiskan waktu bersama putramu, aku yakin dia pasti lama-lama akan mulai dekat dan mendapatkan sosok ayah dalam dirimu."