
Azka dan Arin terbangun saat pukul 16.30 sore, mereka langsung membersihkan tubuh mereka yang lengket itu secara bergantian.
Ditatapnya sang istri yang sedang mengeringkan rambut basahnya dengan menggunakan hairdryer dimeja rias. Ada sesuatu yang ingin ia katakan kepada Arin namun ia takut Arin tidak mau dengan rencananya itu.
Arin menatap wajah Azka dari pantulan cermin dengan bingung seolah tau Azka sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Yang, ada yang mau disampain?". Kata Arin membalikan badannya
"Yang". Panggil Arin sekali lagi
"Emm ya gimana yang?". Tanya Azka balik
"Iss ngalamun teross". Kata Arin kesal
"Ha ha ha". Seketika tawa Azka pecah melihat sang istri mengerucutkan bibirnya
"Tuh kan malah ketawa". Kata Arin nambah kesal
"Kamu lucu tau yang, jadi pingin makan tuh bibir". Kata Azka yang semakin mendekat dengan Arin
"Yang ih". Kata Arin menahan dada Azka
Azka tertawa gemas melihat wajah Arin yang sudah cemberut.
"Mau ngomong apa". Tanya sekali lagi
Azka langsung terhenyak mengingat ada hal yang ingin ia bicarakan dengan sang istri. Dan langsung menggandeng tangan Arin menuju ranjang mereka
"Aku punya rencana tapi gak tau kalau kamu setuju atau tidak". Kata Azka
"Kok ngomongnya gitu? selagi baik buat kita mana bisa aku nolak". Kata Arin
"Kamu mau gak yang kalau kita pindah ke apartemen aku? kita memulai rumah tangga kita sendiri ya walaupun usia kita memang masih muda tapi kita sudah menjadi suami istri. Dengan kita pindah kita juga bisa belajar tugas kita masing-masing". Kata serius Azka sambil menggenggam tangan Arin.
"Oh bilang dong dari tadi". Jawab Arin enteng
"Loh kamu gak marah sayang? gak nolak?". Tanya heran Azka
"Good girl". Kata Azka sambil mengelus-elus rambut Arin
"Tapi itu apartemen kamu kan bukan ayah?". Tanya Arin, bagaimanapun ia ingin hidup dari hasil jari payah dari ia maupun suaminya.
"Iya dong. Kamu ngira aku masih minta uang ayah ya?". Tanya Azka gemas
"Iya si". Jawab Arin kikkuk
"Gini ya dengerin nyonya Azka, suamimu ini sejak SMA sudah punya pendapatan sendiri dan kamu tau bukan aku sombong atau gimana mas kawin serta serba serbi yang ada di pernikahan kita kemarin itu dari hasil kerja keras aku selama ini". Penjelasan Azka yang membuat Arin melongo
"Ha serius? aku kira semua dari ayah he he he". Jawab Arin dengan cengengesan
"Auuu". Rintih Arin kesakitan ketika Azka menggigit tangan Arin
"Kamu gemesin. Aku itu dari kecil sama Bima udah diajarin investasi saham yang ada di perusahaan ayah. Dan satu lagi kamu tau A caffe?". Kata Azka
Arin seketika melongo mendengar penjelasan suaminya yang baru ia ketahui dan hanya mengangguk saja.
"Caffe yang keren itu? Aku tau tapi belum kesana". Jawab Arin semakin penasaran
"Iya. Sekarang caffe itu untuk kamu sayang". Kata Azka enteng
"Ma.. Maksud kamu kamu owner dari caffe itu?". Jawab Arin gelagapan bagaimana tidak ia baru mengetahui fakta tentang suaminya yang ternyata pekerja keras.
"Iya sayang. Aku bangun caffe itu dari hasil keuntungan investasi saham dan Alhamdulillah sekarang udah mempunyai 20 cabang di seluruh Indonesia. Dan 2 hari lagi mau buka 3 cabang di Lombok, Bandung, dan Semarang". Kata Azka yang semakin gemas dengan wajah sang istri itu.
"Ah makin cinta akunya, udah ganteng, pekerja keras lagi i love you hubby". Kata Arin langsung memeluk Azka dengan erat.
"Ha ha ha i love you too honey". Jawab Azka sambil menerima pelukan hangat dari sang istri.
********************
Ada yang masih setia menunggu cerita ini? author ucapkan terima kasih kepada yang masih setia membaca novel ini. Dan meminta maaf kepada pembaca karena author jarang sekali up novel ini dikarenakan sibuknya kuliah dan kerja. Semoga kalian tetap suka karya author ini. Terimakasih ✨