LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Kepergok Ibu



Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, namun belum juga menyadarkan dua insan yang sedang merangkai mimpi mereka, hingga Arin yang merasa sesak nafas karena ada sesuatu yang memeluknya dari belakang dengan sangat erat. Mengeliatnya ia namun tetap tidak bisa, terpaksa ia membuka matanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Begitu kagetnya Arin ketika melihat Azka memeluk erat layaknya bantal guling, dilepasnya pelukan tersebut dengan hati-hati, namun pergerakannya membuat Azka semakin mengeratkan pelukannya. Sehingga Arin pun terbatuk karena sesaknya pernapasan.


Uhuk. Uhuk. Uhuk


Suara batuk Arin terdengar sampai ke telinga Azka, ia pun langsung mengerjapkan matanya berulang kali agar ia benar-benar sadar dari mimpinya.


"Azka mau sampai kapan aku sesak nafas nih". Kata Arin sedikit berteriak


"Ha? maaf Rin maaf aku kira bantal guling tadi". Kata Azka yang sudah sadar sepenuhnya namun belum juga melepaskan pelukannya


"Lepasin dong". Kata kesal Arin karena perutnya terasa berat tertimpa kaki Azka.


"Eh iya". Kata Azka langsung duduk di ranjang


"Sakit semua nih badan aku". Kesak Arin


"Maaf deh taunya bantal guling beneran, kan belum terbiasa juga". Kata Azka sambil mengangkat dua jarinya


"Udah ah minggir aku mau mandi". Kata Arin yang masih kesal


"Ya ampun lagi halangan kali ya galaknya minta ampun". Kata Azka bermonolog sendiri namun ternyata masih terdengar oleh Arin


Bugh. satu bantal sofa mendarat tepat dikepala Azka


"Kamu bilang apa tadi? aku galak?". Tanya Arin denga berkacak pinggang


"Eh gak Rin kamu salah dengar kali, udah sana mandi". Kata Azka gelagapan


20 menit berlalu kini Arin sudah merasa segar, dipakainya piyama mandi dan rambut yang digulung dengan handuk karena basah.


"Mandi sana". Perintah Arin yang ketus


"Ya ampun Rin, kok cuek gitu". Kata Azka yang sedang mengotak-atik telepon genggamnya.


"Entar kalau ngomong dikira galak". Kata Arin


"Iya deh maaf". Kata Azka yang mendekati Arin


"Stop. Jangan mendekat". Kata Arin yang tiba-tiba teringat peristiwa tadi siang


"Azka". Teriak Arin


Sang target sudah terlebih dulu kabur kedalam kamar mandi, karena takut diamuk oleh sang singa betina.


Tok. Tok. Tok. Tiba-tiba suara pintu kamar pengantin baru itu berbunyi, dibukanya pintu tersebut dan nampak sosok Bu Nita yang senyum-senyum tidak jelas.


"Ibu kenapa?". Tanya Arin heran melihat Ibunya yang terus tersenyum tidak jelas.


"Udah dewasa ya kamu". Kata Bu Nita yang masih saja tersenyum


"Ha? maksud ibu". Tanya Arin yang masih bingung


"Untung Ibu yang melihat". Kata Bu Nita yang melepas handuk dikepala Arin karena merinding melihat kanan dan kiri lehar sang anak yang dipenuhi stampel kepemilikan suaminya.


Blush. Seketika wajah Arin memanas, bagaimana ia lupa dengan tanda itu dan sekarang ibunyalah yang memergokinya.


"Emm. Ibu ada apa kesini". Kata Arin yang berusaha mencari topik lain


"Oh tadinya mau bangunin kamu soalnya udah ditunggu mbak-mbak make up itu". Kata Bu Nita


"Oh ya udah Arin mau pakai baju dulu ya". Kata Arin


"Ya udah Ibu juga mau ke kamar Rima dulu mesti belum bangun dia". Kata Bu Nita yang langsung pergi dari kamar sang anak.


*****************


•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG**.....