LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Rumah Sakit



"Kamu akan bekerja di perusahaan ayah tidak usah khawatir. Dan kau juga harus tau perusahaan yang dapat menghidupimu selama ini adalah dari keringat Pak Arya juga". Tambah Pak Budi lagi


"Tapi yah". Azka mulai kehilangan cara untuk menolaknya


"Jika kamu ingin menolaknya coba kamu pikirkan dulu, jika pada saat itu Pak Arya tidak ada di tempat kejadian tersebut". Kata Pak Budi


Azka dan ayahnya diam secara bersamaan. Mereka kalut dengan pikiran masing masing. Sampai terdengar suara ponsel pak budi berdering


"Hallo". Kata Pak Budi


"Iya hallo, sebelumnya mohom maaf pak kami dari Rumah Sakit Purnama". Kata orang disebrang sana yang tak lain adalah bagian resepsionis rumah sakit tersebut


"Oh ya ada apa? apa ada kendala dirumah sakit". Tanya ak Budi yang tak lain adalah orang yang mempunyai rumah sakit tersebut


"Begini pak ini ada pasien yang terkena serangan jantung atas nama Pak Arya, beliau berkata bahwa anda adalah sahabatnya, lalu meminta anda untuk kesini karena ada yang ingin disampaikan. Apa benar anda mengenalnya?". Tanya orang disebrang sana


"Apa? saya langsung kesana". Jawab Pak Budi dengan kaget


Azka pun langsung menoleh ke arah ayahnya yang terkejut tersebut


"Ada apa ayah?". Tanya Azka


"Om Arya terkena serangan jantung, ayah mau ke rumah sakit dulu". Kata Pak Budi sambil mengambil kunci mobilnya


"No ayah ayo Azka antar, Azka saja yang bawa mobil ayah masih dalam keadaan panik". Kata Azka sambil mengambil kunci mobil yang ada pada ayahnya"


*******


Di Rumah Sakit


Arin berjalan mondar mandir di depan ruang UGD namun dengan tatapan kosong. Selang beberapa waktu Azka dan ayahnya sampai di rumah sakit tersebut dan langsung menghampiri Arin


"Bagaimana Rin". Tanya Pak Budi kepada Arin


"Om ini semua salah Arin om hiks hiks hiks". Jawab Arin sambil menangis


"Azka tante". Giliran Azka mengulurkan tangannya kepada ibu Arin. Ibu Arin pun langsung tersenyum kepada Azka


Kemudian pintu UGD terbuka, dan keluarlah dokter yang didampingi oleh suster disampingnya. Lalu dokter itu mengatakan.


"Keluarga Pak Arya". Tanya dokter tersebut


"Iya dok, saya istrinya". Jawab ibu Arin


"Maaf bu kami belum bisa menindak lanjuti Pak Arya karena ibu belum melakukan administrasi". Kata dokter tersebut


"Apa apaan kamu ini, sejak kapan prosedur rumah sakit saya jadi seperti ini? mementingkan uang dulu baru nyawa". Bentak Pak Budi kepada dokter tersebut. Karena prinsip Pak Budi mendirikan rumah sakit ini dahulu yaitu menyelamatkan dan membantu orang yang membutuhkan dalam bidang kesehatan tanpa memandang status sosial masyarakat.


Dokter tersebut langsung membelalakkan matanya karena yang barusan membentak dirinya adalah seorang yang mempunyai rumah sakit ini.


"Lakukan yang terbaik untuk saudara saya sekarang juga". Kata Pak Budi sambil menekan setiap kata katanya


"Ba... Baik Pak". Dokter tersebut lalu masuk ke ruangannya kembali.


"Terima kasih om Budi terima kasih banyak saya janji akan mengembalikannya secepat mungkin". Kata arin sambil memegang tangan pak budi


"No Arin kamu itu juga anak om kamu gak perlu menggantinya". Jawab Pak Budi


"Terimakasih banyak Pak Budi". Tambah ibu Arin


"Your welcome bu, ini gak seberapa dengan apa yang sudah pernah dilakukan arya kepada keluarga saya". Jawab Pak Budi sambil tersenyum.


"Kasihan juga keluarga cewek aneh ini". Batin Azka yang terenyuh melihat peristiwa didepannya.


"Ayo kita berdoa saja semoga ayah kamu baik baik saja Arin". Kata Pak Budi sambil menggandeng Arin ke kursi rumah sakit.


BERSAMBUNG.....