
Arin yang melihat Azka malah tertawa pun tambah semakin kesal.
"Iya deh malah makin senang dilihatin cewek cewek, seakan kan seorang Azka gitu loh sang pangeran kampus.. Cihh". Sindir Arin
"Ha ha ha aduh duh duh lucu juga ya calon istri kalo sedang cemburu". Kata Azka sambil mencubit kedua pipi arin
"Aish.. Lepasin ih sakit tau". Jawab Arin menjadi salah tingkah.
"Kalo cemburu bilang aja sayang". Bisik Azka
Bulshh. Pipi Arin mendadak menjadi merah ketika mendengar pertama kalinya Azka memanggil sayang kepada dirinya.
"Si.. Siapa juga yang cemburu". Jawab Arin gugup
"Ha ha ha aku cium ya tuh pipi kaya tomat aja". Goda Azka
Arin pun langsung mencubit perut Azka dengan keras karena Azka sudah mulai membahas hal mesum dihadapannya.
"Awww rin sakit. Ya ampun KDRT lagi". Keluh Azka
"Biarin wek". Ledek Arin
Ketika Arin dan Azka sedang bercanda ria tiba-tiba Pak Budi dan Melinda (ibu tiri) Azka datang menghampiri mereka berdua.
"Kamu kenapa ka". Tanya Pak Budi ketika telah sampai dihadapan Azka dan Arin
"Biasa yah macan betina lagi kumat". Jawab Azka santai
Arin pun mendaratkan cubitan mautnya dilengan Azka
"Aww. Kan ayah bisa lihat sendiri kaya macan beneran". Keluh Azka lagi
"Ha ha ha kalian ini selalu ribut. Oh iya rin perkenalkan ini istri ayah mamanya Azka". Penjelasan Pak Budi memperkenalkan Melinda yang dari tadi melihat Arin dengan sangat tidak senang.
"Arin tante". Menyalami tangan Melinda
"Salaman aja gak usah cium segala". Jawab Melinda ketika melihat Arin hendak mencium punggung tangannya
"Ma.. Maaf tante". Gugup Arin yang seketika perasaannya tidak enak
"Melinda apa apaan sih kamu. Dia itu calon menantu kita". Bentak Pak Budi
"Aku gak suka aja sama orang miskin". Jawab enteng Melinda
"Selamat atas wisudanya ya nak". Melinda mengalihkan pembicaraannya dan hendak memeluk Azka
"Azka udah". Arin mencoba menenangkan Azka
"Ayah maaf mending ayah pulang saja aku sama Arin lebih udah dari cukup kok". Kata pelan Azka namun masih terpancar mata kemarahan
"Kamu keterlaluan Melinda, ayo kita pulang memalukan". Kata Pak Budi mengandeng tangan Melinda dengan keras
*****
Acara wisuda pun telah selesai. Kini Azka resmi menyandang gelar sebagai sarjana hukum dengan lulusan terbaik dan bergelar Cumlaude karena mendapat ipk 3.87.
Dua anak manusia yang tadi sempat menggemparkan kampus karena ulah Melinda sekarang sedang duduk bersama dirooftop gedung tersebut.
Dengan menengguk minuman soda Azka melihat Arin dengan lekat. Dari sorot matanya menandakan bahwa ia sedang tidak baik baik saja.
"Ekhm... Gak ada ucapan selamat gitu ke aku rin". Kata Azka
"Congratulations Azka.. Cup". Arin mencium pipi kanan Azka
"Kni untuk hadiah kelulusan kamu". Kata Arin
"Cup". Arin mencium lagi pipi Azka yang sebelah kiri
"Ini untuk hadiah lulusan terbaik". Kata Arin
"Cup". Arin mencium sekilas bibir Azka
"Ini untuk hadiah calon suami aku yang sudah membela gadis miskin ini". Kata Arin lagi
"Terimakasih rin". Kata Azka tanpa ba-bi-bu langsung memeluk Arin dengan sangat erat.
********************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....