
Arin yang mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Azka pun tersenyum dengan kata-kata Azka sehingga mulai muncullah rasa di dalam Arin untuk lebih siap terhadap hubungan yang akan dijalankan dengan Azka.
"Ah gue baper rin sama pangeran gue eh pangeran loe sekarang". Kata Misya di samping Arin dan Arin pun hanya tersenyum
"Bagaimana rin apakah kamu menerima lamaran saya". Tanya Azka menatap Arin yang ada didepannya
"Berdiri dong rin". Bisik Misya dan Arin pun langsung berdiri berhadapan dengan Azka, jantungnya tidak karuan berhadapan sambil menatap Azka
"Emm sama halnya dengan Azka saya pun belum mengenal lebih dalam tentang Azka Aditya Purnama, namun kembali lagi mengapa tidak untuk mencobanya agar bisa mengenalnya lebih dalam. Aku menerima lamaran mu Azka". Jawab Arin gugup setengah mati
Azka yang mendengar penjelasan Arin pun hatinya sangat bahagia dan berbunga bunga ia pun senyum lebar senyum yang tak pernah diberikan kepada semua orang yang ada dalam di hidup Azka, lalu Azka pun mengambil kotak cincin yang ada di dalam sakunya dan berjongkok di hadapan Arin.
"Will you marry me cewek aneh?". Kata Azka yang sempat sempat nya mengoda Arin yang tengah gugup
"Yes, i do manusia kutub". Jawab Arin lantang
Lalu Azka pun mengambil cincin di dalam kotak tersebut dan memakaikan cincin tersebut di jari Arin, dan sebaliknya Arin pun memakaikan cincin kepada jari Azka.
Semua yang ada di ruangan tersebut tersenyum lega dan bahagia atas jawaban Arin yang menerima Azka untuk menjadi pendamping hidupnya lalu. Pak Budi pun menambahkan kata lagi
"Terima kasih Arin telah menerima anak saya sebagai pendamping hidupnya. Lalu bagaimanakah Pak Arya dengan acara pernikahan mereke akan dilaksanakan kapan kiranya?. Tanya Pak Budi kepada Pak Budi
"Menurut saya sebaiknya setelah Azka lulus kuliah saja agar tidak menganggu konsentrasi Azka dalam membuat skripsi". Jawab Pak Arya
"Baiklah berarti kita lakukan 2 minggu lagi karena Azka 3 hari sudah sidang skripsi untuk yang terakhir dan rencananya wisuda akan di laksanakan 8 hari lagi"
"Bagaimana mana rin apakah kamu setuju". Tanya Pak Arya kepada anaknya
"Bagaimana sebaiknya saja yah". Jawab Arin malu malu
"Em keluar yuk". Ajak Azka kepada Arin
"Kemana?". Tanya Arin yang sama gugupnya
"Kedepan". Jawab Azka
Setelah mereka berdua keluar rumah mereka pun duduk di kursi teras rumah Arin tanpa berbicara satu kata pun hanya keheningan yang ada di antara mereka berdua, lalu Azka pun memecah keheningan tersebut dengan berkata kepada Arin.
"Em Rin makasih ya". Kata Azka memecah keheningan
"Buat?". Jawab Arin bingung
"Terima kasih telah mau mencobanya". Kata Azka gugup
"Eh iya". Jawab Arin juga gugup
Dan keheningan pun terjadi lagi. Namun beberapa saat Azka tiba-tiba menggenggam tangan Arin sehingga membuat kaget atas kelakuan Azka.
"Jangan di lepas rin aku mau kaya gini sebentar". Jata Azka yang tau Arin akan melepas genggamannya
Entah mengapa Azka mendapat keberanian dari mana wajahnya mulai mendekati wajah Arin dan deru nafas Azka pun dapat dirasakan dengan jelas di wajahnya.
jantung keduanya pun tidak bisa terkontrol dengan benar.
BERSAMBUNG.....