
Pak Salman yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang. Salman pun dengan sopan mengetuk dan memberi hormat kepada pak Budi.
"Permisi tuan apa benar Anda memanggil saya?". Kata Pak Salman sambil melirik Aska dan Arin yang duduk tidak jauh dari Pak Budi.
"Apa benar anakmu kuliah di yayasan kampus saya?". Tanya Pak Budi
"Benar Pak dia katanya sekelas dengan Aska dan dia katanya juga sangat mengidolakan anak bapak karena dan Azka itu orangnya pintar katanya". Pak Salman dengan sedikit mengagung-agungkan Azka, karena Pak Salman tahu bahwa anaknya mencintai Azka dari dulu.
"Lalu apakah kamu masih ingin anak kamu bisa kuliah disana sampai lulus?". Sambung Pak Budi tanpa basa basi
"Ma.. Maksud Tuan apa ya kalau saya boleh tau? ada masalah kah terhadap anak saya". Tanya heran Pak Salman
"Mungkin ini memang bukan wewenang saya untuk mengatur anak kamu bisa lanjut atau tidak. Namun berhubung anak kamu membuat masalah terhadap calon menantu saya maka di sini saya juga tidak bisa tinggal diam saja saya harus bertindak tegas kepada anak kamu". Penjelasan Pak Budi
"Yah... Sudah ya Arin gak apa apa kok". Kata Arin menghampiri Pak Budi.
Salman yang mendengar seseorang wanita yang iya tidak sama sekali mengenalnya memanggil Pak Budi dengan sebutan ayah pun merasa heran.
"Langsung saja saya nggak suka basa basi lihat sekarang video ini dan kamu harus bertindak tegas kepada anak kamu kelakuan anak kamu terhadap menantu saya sangat keterlaluan dan sangat diluar batas wajar". Kata Pak Budi sambil menyerahkan video yang ada ditangannya.
Selang sekitar 5 menit kemudian Pak Salman hanya bisa menunduk di hadapan Pak Budi.
"Jika sekali lagi ada kejadian terulang lagi entah itu terhadap calon menantu saya atau para mahasiswa lainnya maka saya akan memberi hukuman yang lebih kejam daripada ini". Kata Pak Budi sambil memberi Pak Salman sebuah surat yang isinya adalah surat peringatan.
"Maaf pak tapi wanita ini juga menampar anak saya". Pak Salman membela diri
"Arin menampar Adista ada sebabnya mana mungkin dia keluar dari mobil calon suaminya dikatakan wanita rendahan dan ditanyain dibayar berapa oleh saya, bukankah itu ganjaran yang pas hanya sebuah tamparan". Sekarang giliran Azka yang menjawab pertanyaan dari Pak Salman karena sedikit gemas kepada Pak Salman yang tetap membela anaknya yang salah.
"APA?". Kata Pak Budi dengan marahnya sambil menggebrak meja
"Ayah Arin sudah bilang tadi Adista juga sudah meminta maaf kepada Arin tolong ya yah jangan diperpanjang lagi". Kata Arin memelas kepada calon mertuanya
Pak Budi yang sudah mendengar permohonan Arin dari tadi hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar.
"Untung saja calon mantu ku tidak ingin memperpanjang masalah ini, kalau tidak kamu sudah pasti angkat kaki dari perusahaan saya". Kata Pak Budi
"Terimakasih nona maafkan atas nama anak saya saya berjanji anak saya tidak akan bermacam-macam lagi kepada nona". Kata Pak Salman sambil menunduk di depan Arin
"Tidak apa-apa pak dan saya juga ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak atas ulah Saya sudah menampar anak bapak". Kata Arin dengan tulus
"Tidak nona memang anak saya pantas mendapatkan itu". Kata Pak Salman.
"Bim atur surat peringatan kepada Pak Salman untuk diskorsing selama satu minggu agar tidak bekerja disini".
********************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....