LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 51



"Hallo bos, hari ini kita gagal meneror target bos, dari tadi target dilindungi oleh beberapa orang termasuk cowok yang disukai bos". Kata pelaku tersebut dengan dalangnya


"Ah si*l, loe berdua ngurus satu orang cewek aja gak becus, malam ini culik tuh perempuan kalau bisa siksa dia". Kata dalang


"Baik bos malam ini akan beres semua, saya akan kerahkan 5 anak buah saya lagi. Tapi bayaran naik ya bos". Tawar pelaku


"Itu masalah gampang, sekarang oleh urus aja perintah gue, gue ingin perempuan itu tersiksa malam ini juga atau bahkan menghilang dari bumi lebih baik". Kata dalang tersebut dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


****************


Malam semakin sunyi, diiringi suara gerimis ringan mengundang siapa saja yang merasakannya rasanya ingin dibawah selimut saja. Namun tidak bagi Arin ia sedang menikmati secangkir kopi instan buatannya untuk menghilangkan rasa lelah, kantuk dan rasa bosannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 lebih, tak ada satupun pembeli yang mampir ke toko tersebut. Motor yang berlalu lalang pun semakin sedikit, menambah syahdunya malam yang gerimis itu.


Jantung Arin berdetak tak menentu antara takut dan khawatir akan dirinya kini, mengingat malam ini tidak ada Azka yang menjemputnya. Ia pun berharap bahwa jam akan berputar sedikit lebih cepat dari biasanya, ingin rasanya cepat-cepat menutup toko dan langsung pulang.


*************


"Udah siap semua?". Tanya Azka Kepada para rekannya


"Siap". Semua jawab serempak.


"Loe yang nyetir bim, dan loe Dim dikursi belakang sama Ryan dan Bang Alex, kita satu mobil aja biar gampang". Titah Azka


"Oke, langsung ke TKP aja, sebentar lagi waktunya Arin akan menutup toko". Sambung Azka lagi


Mereka pun telah sampai di depan sebelah toko Arin, mereka masih mengamati keadaan sekitar, dilihatnya Arin sedang bersandar dikursi kasir.


"Woy lihat itu motor yang kemarin kan? kok orangnya keluar dari dalam mobil sebelahnya?". Kata Ryan mengamati


"Breng*ek, dia bawah anak buah lagi". Umpat Azka


"Tenang aja Az, teman-teman gue sama polisi masih dijalan". Kata Bang Alex


Tiga puluh menit berlalu, kini Arin siap untuk pulang ditutup nya toko tersebut, lalu menyalakan motor kesayangannya yang terparkir didepan toko tersebut.


Ditengah perjalanan, Arin merasa bahwa ban motornya terasa berat, turunlah ia untuk mengecek keadaan bannya.


"Aish... Bocor lagi, mana jalan sepi sekali". Keluh Arin


Arin pun terpaksa mendorong motor tersebut, tiba-tiba dicegatnya Arin oleh motor yang biasa meneror dirinya namun sekarang bertambah dengan 1 mobil persis berhenti disisi kanan Arin.


Ditariknya tangan Arin dengan paksa. Sehingga siempuh merasa kesakitan


"Lepasin gue. Tolong tolong". Kata Arin memberontak


"Ikut gue, masuk kedalam mobil". Hardik pelaku tersebut


Arin yang ketakutan dan tidak bisa ilmu beladiri pun hanya bisa menggigit tangan dipelaku dengan sekeras-kerasnya.


"Aww, si*l kejar wanita itu jangan sampai lolos". Kata pelaku yang tadi tangannya digigit Arin memerintahkan kepada teman-temannya.


Lalu Arin pun lari sekencang-kencangnya entah kemana ia pergi jalanan pun ia tak melihatnya sehingga ia jatuh tersungkur gara-gara ada batu yang dihantamnya.


************


•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG**....