LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Menyampaikan Maksud



Setelah Pak Budi dan Pak Arya membicarakan tentang maksud mereka panjang lebar mereka pun kembali menuju di mana tempat Azka dan Arin berada.


"Ayah kenapa lama sekali ayah tega ninggalin aku sama manusia kutub". Tanya Arin kepada ayahnya


Pak Arya hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Arin.


"Maaf nak ayah sedang membahas sesuatu dengan Om Budi". Jawab Pak Arya


"Ya udah pulang yuk yah nanti jadi sial karena ada cewek aneh di sini". Kata Azka ketus.


"Hahaha kalian ini ribut terus, baiklah kita pulang dulu ya sampai jumpa lagi". Kata Pak Budi sambil berpamitan kecuali dua insan yang ingin cepat-cepat pulang itu.


***********


Di Rumah


"Buk, Arin ke sini sebentar. ada yang ingin ayah katakan kepada kalian". Kata Pak Arya


"Baik yah". Jawab kompak Arin dan ibunya.


"Bu apa ibu masih ingat dengan pak budi dengan bu sita?". Tanya Pak Arya kepada istrinya.


"Emm... ingat yah kalau gak salah dulu yang ayah mendonorkan darahnya kan? tapi seingat ibu istri Pak Budi meninggal 7 tahun yang lalu benar Ayah?". Jawab ibunya Arin.


"Kasian juga manusia kutub". Kata Arin dalam hati mendengar bahwa ibu Azka sudah tidak ada.


"Benar bu, tadi ayah bertemu dengannya dan dia ingin memberikan sesuatu kepada kita". Kata Pak Budi


"Memberi apa ayah". Tanya Arin yang dari tadi hanya diam saja.


"Tadi Pak Budi bertanya kepada ayah sekarang ayah tinggal dimana terus ayah jawab kita tinggal di kontrakan gang melati, dia bermaksud ingin membelikan rumah kepada kita". Jawab Pak Budi


"Apa ayah rumah?". Tanya Arin kaget


"Iya beliau berkata seperti itu tapi ayah juga tidak langsung menerimanya ayah juga harus meminta izin kepada ibu dan Arin mau tidak?". Tanya Pak Arya


"Jadi gini ayah, bukannya menolak tetapi ayah kan juga menolongnya dengan ikhlas". Kata ibu Arin


"Ayah juga sudah menjelaskan panjang kali lebar kepada dia, tapi dia bersikukuh untuk ayah menurutinya". Jawab Pak Arya


"Gimana ya yah ibu kok jadi nggak enak". Kata ibu Arin


"Pak Budi bilang kita harus menerimanya karena itu bisa meringankan tanggung jawab Arin kepada kita aku juga kasihan kepada Arin yang telah membiayai hidup kita selama ini". Jawab Pak Arya sambil menatap wajah Arin.


"Aku tidak merasa keberatan untuk menanggung semua beban ini ayah karena memang sudah menjadi kewajiban aku sebagai anak". Arin ikut bicara.


"Tapi ada benarnya juga Rin, kalau kita menerima rumah yang diberikan kepada Pak Budi kamu juga tidak harus kerepotan untuk membayar uang sewa setiap bulan". Kata ibu Arin


"Emmm... bagaimana sebaiknya saja Bu yah Arin akan nurut kok". Kata Arin


"Makasih ya nak kamu memang anak yang selalu nurut". Kata Pak Arya Kepada Arin.


"Dan satu lagi Rin ada ayah yang mau sampaikan ini yang paling penting". Tambah Pak Arya


"Ada apa ayah?". Tanya Arin lembut


"Pak Budi juga merencanakan untuk menjodohkan kamu dengan anaknya". Jawab Pak Arya pelan


"Apa? ayah aku gak mau dijodohkan dengan dia Arin juga masih kuliah". Kata Arin dengan sangat keras dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya kedalam kamar


***Mohon maaf jika masih ada kata yang typo ya gaes😊


Bersambung***....