LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 34



"Maaf tuan Bima apa ini tidak berlebihan tentang peringatan yang diberikan untuk saya". Kata Pak Salman tiba-tiba berhenti di koridor depan ruangan Pak Budi


"Sudah sepantasnya bukan". Jawab Bima sambil senyum menyeringai


*****


Selepas kepergian Pak Salman dari ruangan Pak Budi, Aska pun melanjutkan pekerjaannya bersama ayahnya namun waktu begitu berlalu semakin cepat sehingga tidak terasa pukul jam 3 sore dan itu menandakan bahwa setengah jam lagi Arin akan bekerja di toko Bagus.


Arin pun menghampiri meja Azka untuk berpamitan pulang.


"Azka, Aku pulang dulu ya udah jam segini mau berangkat kerja". Kata Arin


"Astaga aku hampir lupa". Jawab Azka yang lupa akan waktu untuk mengantarkan Arin bekerja


"Kamu masih kerja di toko itu Rin".Tanya ayah Azka yang notabennya memang sudah tahu ketika bertemu di taman yang sudah diceritakan oleh ayahnya Arin


"Masih yah". Jawab Arin


"Ya sudah Azka anterin Arin berangkat kerja dulu sana". Perintah Pak Budi


"Oke yah yaudah kami pulang dulu". Kata Azka


"Sampai jumpa ayah". Kata Arin sambil mencium punggung tangan Pak Budi


*****


Di toko


"Stop Azka kita udah sampai". Kata Arin menunjukkan kios kecil berwarna biru


"Kamu pulang jam berapa biar aku jemput". Kata Azka setelah memberhentikan mobilnya


"Jam sepuluh mungkin soalnya harus bersih-bersih dulu". Penjelasan Arin


"Oke setengah sepuluh aku kesini lagi". Kata Azka


"Mau ngapain?". Tanya heran Arin


"Ngapelin yang punya toko. Ya mau jemput kamu lah". Jawab azka sambil mengacak-acak rambut Arin


"Issh... Kebiasaan bikin rambut aku awut-awutan". Jawab kesal Arin


"Abisnya kamu gemesin banget jadi pingin makan kamu". Kata Azka


"Dasar mesum". Kata Arin langsung keluar dari mobil Azka


"Hahahaha aku setengah sepuluh kesini lagi ya". Teriak Azka dari dalam mobil yang kaca mobilnya di turunkan


*****


Di kediaman Adista


Jam menunjukkan pukul jam 19. 30 Adista yang dari tadi baru pulang karena main dulu bersama temannya nya dibuat bingung dengan ayahnya yang tiba-tiba ingin bicara serius dengan dirinya.


"Tumben ayah kayaknya serius banget mau bicara apa sih sama gue". Gumun Adista dalam hati


Adista pun melangkahkan kakinya ke ruang tamu dan disitu sudah terdapat ayah dan ibunya yang sedang melihat ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Plakkk


Suara keras yang dihasilkan oleh tamparan tangan ayahnya yang mengenai tepat di pipi Adista.


"Ayah apa salah aku". Teriak Adista marah karena ayahnya sudah berani menampar dia.


"Ayah apa yang kamu lakukan kepada putri kita". Ibu Adista yang nampak kurang paham akan situasi yang ada.


"Anak kamu yang menyebabkan ayah di skorsing selama satu minggu bahkan ayah hampir dipecat dari perusahaan". Kata frustasi Pak Salman


"Maksud ayah?". Ibu Adista yang masih belum paham juga


"Lihat video ini". Kata Pak Salman sambil menyodorkan video tersebut


Selang lima menit berlalu ibu Adista nampak murka terhadap kelakuan anaknya.


"Apa yang kamu lakukan nak, apa ibu pernah mengajarimu seperti ini ha?" Katanya dengan amarah


"Buk ini gak seperti yang kalian duga". Penjelasan Adista


"Sudah cukup masuk kamar kamu sekarang. Ayah sudah menerima telepon dari kampus tentang scorsing kamu selama satu minggu". Kata Pak Salman yang masih saja terbakar oleh emosi.


********************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG....