
Setelah bercengkrama dengan teman-temannya, mereka semua memutuskan untuk pamit ke rumah masing-masing. Pasangan pengantin baru itu pun langsung menuju ke kamar Arin.
"Ngamar teross". Kata Rima diruang tv tanpa menoleh ke arah korban.
"Bu, nolong rukiyah tuh anak bungsu ibu". Kata Arin sambil berpegangan tangan Azka
"Loh emang kenapa". Kata Bu Nita yang baru saja dari kamar mandi
"Ketempelan jin mesum". Kata Arin yang langsung beranjak ke kamar
"Kita ke atas dulu Bu". Pamit sopan Azka.
••••••••••••••
"Emang kamu kenapa Rim?". Tanya Bu Nita masih bingung
"Eh, ih gak apa-apa Bu kak Arin aja yang ngade-ngade". Kata Rima jadi kikuk
"Pasti kamu godain kakakmu lagi". Kata Bu Nita geleng-geleng kepala
"He he he gak seru soalnya Bu". Jawab cengengesan Rima
"Ada-ada saja kamu". Kata Bu Nita beranjak pergi
"Mau kemana Bu?". Tanya Rima
"Bersihin kamar, bentar lagi ayah kamu kan pulang". Kata Bu Nita langsung pergi
"Aish,, jahat bener penghuni rumah ini. Gue juga gak mau kalah ah ayo chiki kita ngamar". Kata Rima kesal sambil mengendong boneka beruang berukuran besar kesayangannya.
••••••••••••
Kedua pengantin halal itu sekarang sedang berpelukan diatas ranjang, dengan kepala Arin menelusup ke dada bidang Azka.
"Nyamannya". Kata Arin semakin dalam memeluk Azka
"Kamu sedang ngoda aku yang?". Tanya Azka yang semakin resah dengan pergerakan Arin didadanya
"Ha? mana ada?". Kata Arin bingung
"Hidung kamu gesek-gesek dada aku jadi bangun kan adik kecilnya". Kata Azka ambigu
"Adik kecil siapa?". Tanya Arin bingung dengan ucapan sang suami
"Tuh". Kata Azka dengan mata menunjukkan bagian bawah sudah menegang
"Ish mesum emang". Kata Arin malu
"Tapi kamu suka kan". Kata Azka sambil mengedipkan sebelah matanya
"Ha ha ha". Tawa Azka
"Rin". Kata Azka berubah serius
"Kenapa". Kata Arin yang bingung melihat perubahan wajah suaminya yang mendadak serius itu
"2 hari lagi aku mau pergi". Kata Azka serius
"Kemana? ikut". Jawab Arin manja, hampir satu minggu dirinya resmi menjadi istri Azka, rasanya gak sanggup jika harus berjauhan dengan sang suami
"Ada proyek yang harus aku pantau sama Bima di Sulawesi sayang. Kalaupun kamu ikut kamu akan sering aku tinggal di hotel sendirian, karena aku mantau langsung ke lapangan". Penjelasan Azka
"Hufff, berapa lama". Kata Arin menarik nafas dalam-dalam, entah kenapa air matanya tidak bisa diajak kompromi saat ini.
"Jangan nangis, aku jadi tambah berat buat ninggalin kamu. Aku gak mungkin nolak sayang, karena ini peluang pertama aku menangani proyek besar, lagi pula kasihan juga jika aku mundur maka ayah Budi dan ayah Arya yang kesana". Penjelasan Azka sambil memeluk Arin memberi ketenangan
"Terus nanti aku tidur sama siapa". Kata Arin yang masih menangis dipeukan Azka
"Nanti aku bilangin ke Rima buat nemenin kamu tidur selama aku gak dirumah, aku usahain 4 hari semoga udah kelar". Kata Azka dengan mencium kepala Arin
"Nanti aku tidur gak ada yang meluk dong". Kata Arin yang masih saja menangis
Azka terkekeh mendengar penuturan sang istri, tidak menyangka secepat ini ia bisa membuat istrinya nyaman ketika bersamanya.
"Ish aku serius sayang malah ketawa". Kata Arin yang menjadi sebal dan langsung melepas pelukannya
"Ya udah sekarang aku mau double deh biar kamu gak kangen". Kata Azka langsung menindih tubuh Arin
"Ma-mau apa kamu". Kata Arin tergesa-gesa
"Mau nabung buat 4 sampai satu minggu kedepan yang". Kata Azka tanpa ba-bi-bu langsung melancarkan aksinya, ia tak memikirkan hari masih siang.
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....