
"Wajah kalian kenapa?". Tanya lagi salah satu dari dalang tersebut.
"Emm.. Anu bos tadi target teriak-teriak meminta tolong warga bos jadinya ya sedikit terjadi baku hantam". Kata bohong Anjas
"Oke kalian boleh pergi, dan pastikan tidak ada yang tau tentang kejadian ini". Kata dalang
Para pelaku pun pergi dari markas itu, sesampainya mereka didepan markas mereka langsung diborgol oleh polisi tanpa mengeluarkan suara agar tidak menimbulkan kecurigaan orang yang didalam.
Didekatinya Arin yang pura-pura lemah, dijambaknya rambut Arin dengan sangat kuat.
"Bagaimana jal*ng caranya disiksa". Kata dalang tersebut.
"Aww". Arin hanya bisa meringis kesakitan.
"Sakit? loe harusnya udah mati gara-gara loe rencana gue deketin Azka gagal total, dan loe tau kuliah kita hancur gara-gara loe". Sambil mencekik Arin
Uhuk. Uhuk. Uhuk
Azka yang melihat Arin kesakitan pun tidak tega. Keluarlah ia bersama teman-temannya dari tempat persembunyian.
Prok. Prok. Prok. Suara tepukan tangan Azka
Sontak mereka bertiga pun kaget bukan kepalang.
"Azka". Kata kaget ketiganya secara bersamaan
"Belum jerah juga loe ternyata ha?". Tanya Azka marah
"Ini semua gara-gara cewek ja*ng itu Azka". Kata dalang membela diri.
Plak. Satu tamparan keras dilayangkan Arin sehingga sudut bibir Adista berdarah. Iya dalang dibalik semua ini adalah Adista bersama kedua sahabatnya.
"Berhenti bilang gue ja*ang. Yang pantas disebut ja*ang itu diri loe sendiri, mengejar orang yang loe cinta dengan menghalalkan segala cara, gak malu?". Tanya Arin menyeringai.
"Ka... Kabur aja kita". Kata Vera dan Lisa berbarengan
Itu pun langsung disetujui oleh Adista karena dirinya sudah merasa terpojok.
"Jangan bergerak". Hardik polisi tersebut.
"Ah si*al, kita dijebak". Kata Adista frustasi.
**********
Sekarang Adista beserta kawanannya sudah dibekukan dikantor polisi. Dan disanalah Azka, Arin dan lainnya sekarang untuk dimintai saksi. Datang juga orang tua bersangkutan yang sedang memohon-mohon kepada Azka untuk melepaskan anaknya dari jeruji besi.
"Saya mohon tuan Azka lepaskan Adista, saya janji setelah kejadian ini Adista tidak akan mengganggu kehidupan anda lagi". Kata mohon yang keluar dari mulut ibu Adista
"Maaf ya tante, hukum tetap diproses dan bagaimana pun yang dilakukan Adista sangat membahayakan orang lain". Kata Azka datar.
Mendengar jawaban Azka yang tidak bisa diajak kompromi, ibu Adista pun sekarang beralih memohon-mohon kepada Arin.
"Nak, tante mohon cabut tuntutan ini, tante tau kamu orang baik hiks hiks hiks". Tangis pecah Ibu Adista
"Ta..". Kata Arin yang dipotong oleh ibunya
"Maaf ya bu, kita sama-sama menjadi ibu disini, seharusnya anda tau kesalahan yang telah dibuat anak anda sangat fatal akibatnya. Ingat ya buk dia hampir membunuh anak saya, jika posisi anda yang berada menjadi korban, anda juga pastinya akan melakukan hal seperti ini bukan?". Kata Bu Nita dengan marah lalu menarik tangan Arin agar pergi dari kantor polisi.
"Ayo pulang. Biar hukum yang menyelesaikan ini semua". Kata Bu Nita dengan gaya suara yang masih marah
*****************
•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG**....