
Selang 35 menit berlalu Azka pun telah sampai dicafe Ryan. Disana ia audah ditunggu oleh teman-temannya.
"Sorry gue terlat". Kata Azka enteng
"Iya gue tau kan harus cipika-cipiki dulu ya Dim". Kata Ryan jahil
"Nah itu loe tau ha ha ha". Kata Azka tertawa
"Gila jadi beneran loe". Kata Dimas kesal, pasalnya hampir satu jam ia menunggu kedatangan Azka.
"Kalau iya kenapa, makanya jangan jomblo". Ledek Azka
"Gila gue diduluin bocah". Kata Bang Alex yang memang usianya sudah memasuki 27 tahun.
"Loe mau dijodohin bang?". Tanya Dimas kepada sang kakak
"Mau lah kalau kayak punyanya Azka mah kenapa enggak". Kata Alex
"Ituah rejeki anak sholeh bang... Ha ha ha". Kata Azka
"Udah-udah sekarang kita mulai cari strategi, nih gue udah dapat rekaman CCTVnya". Kata Bima menengahi
Mereka berlima pun langsung mengamati kejadian tersebut dalam seksama.
"Gila nih orang kayaknya udah prepare banget mau nyelakain orang, tuh lihat pelakunya aja pake hitam-hitam semua pakai masker, pakai helm kaca full hitam". Kata Ryan mengamati
"Iya tuh lihat motornya aja gak ada plat nomornya". Kata Bang Alex
"Breng*ek". Kata Azka
"Gue juga udah dapat rekaman CCTV tempat Arin kerja". Kata Bima
"Loe dapat darimana Bim?". Tanya heran, pasalnya Bima hanya memerlukan waktu sedikit saja untuk mengumpulkan semua rekaman CCTV.
"Tadi gue ke tempat Arin bekerja dan menjelaskan semua kronologi yang dialami Arin untung aja yang punya toko mau memberi rekaman CCTV ini". Penjelasan Bima
"Good job Bim". Kata Alex sambil menepuk pundak Bima
Mereka pun kembali melihat secara teliti rekaman CCTV tersebut.
"Stop.. Itu motor yang tadi melempari mobil Arin". Kata Azka
"Aish... Berarti Arin memang diteror gue bisa kecolongan gini sih". Kata kesal Azka
"Gimana kalo Arin kita beri pengawal untuk menjaganya". Kata Dimas
"Kalau gue rasa nanti malah peneror tersebut curiga dan tidak melakukan aksinya lagi". Kata Alex
"Oke gue setuju". Kata Azka.
*****
Dilain tempat
"Kita udah berhasil menjalankan tugas yang diberikan anda bos, sekarang kita minta bayarannya". Kata pelaku tersebut
"Ini ada 8 juta, tapi loe tetep jalani tugas loe lagi neror tuh orang sampai bener-bener ketakutan masalah bayaran gue tambahin 3 kali lipat jika loe berdua berhasil". Kata dalang dari kejadian tersebut.
"Baik bos, kalau gitu kita pergi dulu". Kata dua orang pelaku tersebut.
"Ini baru permulaan tunggu tanggal mainnya... Ha ha ha". Kata dalang tersebut sambil menyesap wine digelasnya
****
Pagi hari Azka sudah tiba dirumah Arin, sesuai janjinya dia akan senantiasa menjaga Arin agar kejadian kemarin tidak terulang lagi
"Udah baikkan tangannya rin". Tanya Azka ketika Arin hendak memasang sabuk pengaman
"Udah, tapi masih agak perih aja kalau kena atau tertindi apa gitu". Jawab Arin
"Maaf ya jadi merepotkan kamu". Sambung Arin
"Buat nyonya Arinda Purnama si gak apa-apa". Goda Azka
"Aish.. Apaan sih". Jawab malu Arin, Jantungnya kembali berdetak kencang saat mendengar namanya diubah menjadi Arinda Purnama.
"Rin maaf ya pernikahan kita harus diundur satu Minggu lagi". Kata Azka berubah serius.
********************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
Bersambung.....