LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 50



"Emm sya gue minta tolong boleh gak? anterin gue pulang ya hari ini Azka gak bisa jemput dan gue masih takut". Kata Arin jujur kepada sahabatnya.


"Ih kaya sama siapa aja loe". Kata Misya


"Emm. Ka?". Arin memanggil Raka


"Ya". Jawab datar Raka


"Loe ikut anterin gue ya plis, soalnya tadi pagi gue masih diikutin sama peneror itu, gue takut kalau sama Misya doang malah jadi berani tuh orangnya" Kata Arin menjelaskan


"Oke siap gue dibelakang loe berdua". Kata Raka yang memang khawatir terhadap kedua sahabatnya


Jam menunjukkan pukul 2 dua itu menandakan bahwa mata kukiah dikelas Arin udah selesai.


Drettt..


Satu notifikasi muncul dihandpone Arin


Azka : "Hati-hati ya pulangnya❤️"


Arin : "Iya... Aku pulang sama Misya terus Raka dari belakang ngikutin kita. Aku takut kalau cuma berdua sama Misya doang".


Azka : "Malah bagus itu setidaknya ada yang jagain kamu. Maaf ya gak bisa jemput kamu"


Arin :"It okey Azka😉"


Arin pun menarik nafas panjangnya sejenak, ia tak segugup tadi karena sekarang ia bersama kedua sahabatnya.


Sekarang ia bersama Misya sudah keluar dari gerbang kampus. dan dilihatnya juga dari spion mobil Raka sudah berada tepat dibelakangnya.


Tiba-tiba Arin meremas tangan Misya yang sedang menyetir sehingga Misya pun menjadi kaget.


"Rin loe kenapa?". Tanya heran Misya


"Motor itu ngikutin kita dari gerbang kampus sya gue takut". Kata Arin ketakutan


"Loe tenang ya rin ada gue sama Raka, gue telfon Raka dulu ya buat mengelabui motor ini". Kata Misya dan hanya diangguki oleh Arin


"Hallo ka, loe buruan dong nyalip motor yang persis dibelakang gue". Kata Misya to the point


"Emang kenapa sya". Tanya heran Raka yang memang belum tahu bahwa motor tersebut yang meneror Arin beberapa hari ini


"Itu motor yang neror Arin, sekarang loe tutupin aja jalan mobil gue biar gue kabur dulu". Kata Misya


"Oke loe langsung kebut aja tapi tetap hati-hati, masalah motor jadi urusan gue sekarang". Kata Raka dan langsung mematikan sambungan telepon.


"Ah si*al". Kata pelaku tersebut dengan memapah temannya yang tertindih oleh motor.


*****


"Huh selamat". Kata Misya yang telah sampai dipekarangan rumah Arin.


"Gila jantung gue berasa mau copot tau sya cepat banget loe". Kata Arin sambil mengelus dadanya.


"Ayo masuk dulu Sya, Raka ayo". Sambung Arin


Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah Arin dan disana berpapasan dengan Bu Nita.


"Eh kalian tumben nganterin Arin barengan gini". Tanya Bu Nita


"Iya tan, soalnya tadi yang nerr... ". Kata Misya terpotong


"Emmm... Kita mau kelompok tan biasa tugas kampus makin banyak". Kata Raka mengalihkan pembicaraan


"Oh ya udah, nanti tante bikinin pisang goreng coklat kesukaan Misya dan jus alpukat kesukaan Raka". Kata Bu Nita tanpa rasa curiga


"Ah tante emang the best masih inget aja kesukaan Misya sama Raka". Kata Misya


"Ish kamu nih kayak baru kenal kemarin sore aja, ya udah tunggu aja diruang tengah sana yang semangat ya belajarnya". Kata Bu Nita dan langsung beranjak pergi ke dapur.


"Direm tuh mulut, mau tambah bikin orang khawatir aja". Kata Raka sambil menoyor kepala Misya


"Ya elah namanya juga keceplosan". Kata Misya dan balik menoyor kepala Raka.


"Udah ih kayak anak kecil loe berdua tau, udah yuk duduk disana". Kata Arin menengai perkelahian antara kedua sahabatnya.


************************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG....