LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 55



Di rumah Arin


Sekarang Azka dan teman-temannya sedang berada dirumah Arin karena tadi Bu Nita yang menyuruhnya untuk kesana. Diruang tamulah mereka sekarang. Jam menunjukkan pukul 2 dini hari namun tuan rumah masih belum ada yang tidur.


"Tante bikin nasi goreng mau?". Tawar Bu Nita


"Kalau ditawarin si mau banget si tan". Jawab Dimas cengengesan


"Dasar gak punya malu". Sambung Bang Alex yang malu melihat tingkah laku adiknya


"Loh muka kalian kok mirip?". Tanya Bu Nita yang belum tau bahwa Dimas dan Alex adalah kakak adik


"He he he, dari rahim yang sama dan pabrik yang sama tan". Jawab enteng Dimas


"Saya Alex tan, bisa dibilang kakaknya Dimas ya walaupun lebih gantengan saya tetep". Kata Alex memperkenalkan diri dengan percaya dirinya.


"Ih sama-sama humoris ternyata ya, ya udah tante kedapur dulu".


Selepas perginya Bu Nita, datanglah Pak Arya dan Pak Budi yang pulang terlambat karena harus mengurus tuntas dikepolisian.


"Saya atas nama ayah Arin berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian semua yang telah menolong dan menyelamatkan nyawa anak saya, saya sampai bingung harus balas dengan apa". Kata Pak Arya serius.


"Sama-sama pak kita sudah selayaknya saling membantu bukan". Kata Bima


"Yah, boleh tau bagaimana keputusan hukuman yang diberikan kepada Adista?". Tanya Arin


"Dia dan teman-temannya dipenjara selama 8 tahun nak, setidaknya biar dia merasa jera mendekam selama itu". Kata Pak Arya


"Ayah juga sudah memblack list Salman dari kantor, karena dia sudah ingkar untuk mendidik anaknya agar lebih baik lagi". Sambung Pak Budi


Arin pun hanya mengangguk-angguk, ia tak sedikit pun membela keluarga Adista seperti dulu.


**********


Mereka pun menyantap nasi goreng buatan ibu Arin dengan sangat lahap, entah karena mereka kelaparan atau memang rasanya yang enak.


Para tangan kanan Alex pun sudah pulang, kini hanya tersisa Azka, Dimas, Ryan, Alex dan Bima. Arin pun mendekati sang calon suami yang pelipisnya masih saja mengeluarkan darah.


"Sini aku obatin dulu". Kata Arin dengan lembut


"Cium aja rin dijamin langsung sembuh". Bisik goda Azka


Dibersihkannya luka Azka dengan cairan alkohol, dan diberinya obat merah pada luka tersebut.


"Aww perih rin". Kata Azka meringis kesakitan


"Tahan sedikit lagi, tinggal diperban aja, jangan kena air dulu loh masa iya nanti pas akad mempelai pria ada codetnya kan gak lucu ha ha ha. Kata Arin menjahili Azka


"Ekhmm... Rim aku juga butuh diobatin loh ini, lihat kan yang luka cuma aku sama Azka, Azka kan udah diobatin nih sama kakak ipar tinggal aku yang belum". Kata Dimas dengan wajah memelasnya.


"Gak mau, obatin sendiri sana". Jawab jutek Rima


"Sumpah gue malu punya adik kayak loe dim". Kata Alex geleng-geleng kepala saja


"Namanya juga usaha bang, dukung napa". Kata Dimas kesal kepada sang kakak


"Rim ayo bantuin tuh kak Dimas kasihan". Titah Arin kepada Rima sang adik.


"Tapi kak". Kata Rima yang sebenarnya mau-mau saja tapi dia malu.


"Rim". Kata Arin yang menandakan bahwa perintahnya tidak bisa ditolak.


"Iya iya, sini kak biar aku obatin". Kata Rima semanis mungkin


"Aduh, abang datang rim". Kata Dimas kegirangan


*****************


•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG**....