
Lantunan lagu A Thousand Year mengiringi langkah Arin menuju ke singgah sanannya.
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
Pintu mulai terbuka, nampaklah sesosok putri dengan memakai kebaya putih panjang. Azka yang melihat pintu yang mulai terbuka dan memperlihatkan sosok cantik yang kini menjadi istrinya hanya bisa menatap haru. Dengan seuntas senyuman Azka masih saja melihat sang istri yang tertunduk malu karena dilihat secara terus-menerus oleh dirinya.
"Rin, jangan menunduk loe ratu disini, senyum". Kata Misya
Kini sampailah Arin dihadapan Azka, namun belum juga menyadarkan keduanya, Azka dan Arin masih sama-sama takjub melihat ciptaan Tuhan yang begitu sempurna yang sekarang sudah sah menjadi miliknya.
"Emm. Lihat-lihatannya nanti lagi, ini pak penghulunya mau pindahan kenaikan selanjutnya". Kata goda Pak Budi.
Sontak membuat kedua pengantin tersebut malu.
"Arin, cium dulu tangan suami kamu". Titah Pak Arya
Arin pun langsung mengangkat tangannya untuk bersalaman dengan sang suami yang berdiri tegak dihadapannya. Diterimanya tangan halus Arin oleh Azka, lalu Arin pun menciumnya dengan lembut.
"Sekarang tinggal kamu Az cium kening Arin ayo". Titah Pak Budi sekarang.
"Disini yah?". Tanya polos Azka
"Gak, dikamar sono". Kata Dimas kesal dengan kepolosan Azka.
"Mentang-mentang udah sah". Kata Ryan menimpali
"Ha ha ha". Tawa semua orang yang ada diruangan tersebut.
"Disini dulu ya, dikamarnya nanti". Kata Pak penghulu dengan sedikit tertawa.
Azka pun mulai membungkukkan badan agar setara dengan tinggi badan Arin. Diciumlah kening Arin dengan lembut. Kehangatan dan kenyamanan juga menjalar ketubuh dan hati Arin.
Setelah acara akad selesai, kini tinggal acara makan-makan.
Tangan Azka tidak lepas dari pinggang Arin dari tadi, yang membuat sedikit risih Arin. Ia pun mencari cara untuk bisa lepas dari pelukan tangan sang suami.
"Emm.. Az mau makan gak? aku ambilin ya?". Tanya bisik Arin
"Kok manggilnya masih Az aja sih, kan udah ganti status". Kata Azka terlihat kesal
"Ih ya terus harus panggil kamu apa". Tanya bingung Arin
Namun sebelum pengantin baru itu melanjutkan perdebatannya, para cecunguk sudah dulu mengganggunya.
"Inget loh ya berduaan itu yang ketiga setan loh". Kata Dimas yang baru datang
"Sorry ya udah sah mah bebas". Kata Azka langsung mempererat pelukan dipinggang Arin, perlakuannya pun membuat Arin nambah malu.
"Dasar loe, mentang-mentang udah bebas mau ngapain pamer terus". Kata Ryan yang juga ikut kesal.
"Udah ah aku mau ngambil makan dulu laper". Kata Arin yang langsung beranjak pergi dari para cecunguk sengklek itu.
**********************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....