
Lalu Arin pun lari sekencang-kencangnya entah kemana ia pergi jalanan pun ia tak melihatnya sehingga ia jatuh tersungkur gara-gara ada batu yang dihantamnya.
"Aww... Tolong tolong hiks hiks hiks". Kata Arin dengan lirih dirinya sangat letih ketika berlari tadi.
Sang pelaku yang melihat Arin terjadi pun langsung menambah kecepatan dalam berlarinya, ditangkapnya Arin yang masih tergeletak di aspal karena lututnya berdarah.
"Loe gak bisa kemana-mana sekarang, seret dia". Kata salah satu pelaku tersebut.
"Lepasin gue, tolong tolong tolong". Teriak memberontak Arin
Namun apa daya, jalan yang sepi ditambah gerimis masih setia menguyur salah satu dari bagian bumi sehingga tidak ada satu pun yang berlalu lalang.
Arin pun diseret paksa oleh beberapa pelaku dengan paksa. Namun tiba-tiba terdengar suara.
Bugh. Bugh. Bugh
Terdengar suara orang berkelahi, Arin pun mendongkak wajahnya keatas, betapa kagetnya Arin melihat seseorang yang ia harapkan bisa muncul dan menolongnya sekarang menjadi kenyataan.
"Azka". Kata Arin lirih
"mundur rin lari masuk mobil disitu ada Ryan". Kata Azka yang tetap fokus berkelahi
Arin yang mendengar penuturan Azka pun langsung bergegas menuju mobilnya Azka, disitu ia sudah disambut oleh Ryan, Ryan memang tidak turun langsung ke TKP ia ditugaskan untuk mengamankan Arin.
"Rin loe gak apa-apa?". Tanya Ryan ketika Arin telah masuk ke mobil
"Gak apa-apa kak cuma lecet sedikit aja nih lutut". Kata Arin menunjukkan lututnya yang berdarah
"Ini obatin dulu rin takut infeksi entar malah, mau dibantu?". Kata Ryan sambil menyodorkan kotak P3K.
"Makasih kak, aku sendiri aja". Kata Arin lalu menerima kotak tersebut
********
Kembali ke TKP
Para pelaku yang sadar akan kekalahannya menghadapi Azka dan Bima pun langsung memerintahkan anak buahnya agar mundur dan kabur saja.
"Mundur".
Gerombolan para pelaku pun langsung mundur dan kabur dari tempat kejadian. Namun sebelum para pelaku tersebut ingin melarikan diri, mereka sudah dicegat oleh Bang Alex dan Dimas serta para tangan kanannya Bang Alex.
"Mau kemana para pecundang". Kata Bang Alex menyeringai
*******
Sampainya dimarkas.
"Kamu gak apa-apa?". Tanya lembut Arin, dilihatnya gadis pujaan hatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki
"Gak apa-apa lecet sedikit kok, maaf ya kamu jadi berdarah gini". Jawab Arin sambil memegang pelipis kiri Azka yang robek.
"Aww, sakit rin aku yang harusnya minta maaf udah bohong sama kamu". Kata Azka jujur
"Ushh... Kamu dan teman-temanmu udah menyelamatkan aku gak usah minta maaf ya harusnya aku yang berterima kasih". Kata Arin yang langsung memeluk tubuh Azka
"Jadi kamu udah ngerencanain hari ini?". Tanya Arin
"Iya, mau gimana lagi pokoknya malam ini harus tau siapa dalang semua dibalik ini, kan hari ini hari terakhir aku bisa jaga kamu". Kata kesal Azka mengingat dirinya akan dipingit.
"Ha ha ha, Sini aku obatin dulu". Tawaran Arin
"Nanti aja ya aku butuh bantuan kamu buat menjebaknya". Jawab Azka
"Caranya?". Tanya Arin bingung
"Nanti kamu pura-pura tertangkap, biar dalang tersebut percaya bahwa anak buahnya telah berhasil culik kamu dan kepancing untuk datang kesini". Penjelasan Azka
"Ta.. Tapi aku takut". Kata Arin
"Kamu tenang aja percaya sama aku semua akan baik-baik saja". Kata Azka menenangkan Arin
*****************
•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG**....