LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 17



"Melinda apa yang kamu katakan harta bukan segalanya asal kamu tahu, lagipula dia adalah sahabat yang menolong kehidupanku hingga bisa sekarang ini harta yang kamu nikmati juga dari hasil kerja keras beliau asal kamu tahu". Kata Pak Budi sambil sedikit marah.


"Kenapa kamu bisa menjodohkan Azka dengan dia sih, kamu kan tinggal bilang ke aku, aku akan memilihkan wanita yang lebih cocok dengan Azka yang se level dengan keluarga kita mas?"


"Keputusanku sudah bulat. Dan satu lagi yang harus kamu ketahui harta bukan segalanya". Jawab Pak Budi sambil menekan setiap kata katanya lalu keluar dari ruang kerjanya.


Azka yang kebetulan sudah pulang kuliah dan kebetulan juga dia mendengar setiap kata kata yang keluar dari mulut Melinda pun sangat marah dengan memindah.


"Peduli apa loe sama gue". Tanya Azka geram kepada Melinda


"Eh bukan gitu maksud mama az mama pasti mendukung kamu kok". Alibi Melinda untuk meyakinkan Azka.


"Gue nggak sebodoh itu, gue tahu kok maksud lo apa lu takut kesaing sama calon istri gue kan soal harta?". Kata Azka penuh dengan kemarahan lalu pergi meninggalkan melinda


"Ah sial". Umpat Melinda


*******


Jari yang ditunggu-tunggu oleh Arin dan Azka pun tiba Pak Budi memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan segala keperluan melamar dari perhiasan dan lain-lainnya.


"Apakah sudah siap semua bim". Tanya Kepada orang kepercayaannya yang bernama Bima.


"Sudah semua tuan tinggal menggu 2 jam lagi untuk acaranya". Penjelasan dari Bima


Selang beberapa waktu Ryan dan Dimas pun sampai di rumah Azka mereka berdua sengaja datang lebih awal karena ingin tahu apa sebenarnya yang Azka akan lakukan. Dan yang benar saja ketika keduanya masuk rumah pun kaget melihat isi ruang tamu rumah Azka penuh dengan hantaran untuk lamaran.


"Sore om saya ke sini disuruh oleh Azka untuk bantu bantu". Kata Dimas menyapa Pak Budi


"Oh kalian berdua naik saja ke kamar Azka dia di dalam". Jawab Pak Budi mengarahkan keduanya untuk ke kamar Azka


Mereka berdua pun langsung menuju ke kamar Azka dan langsung memasukinya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Jelasin ke kita ada apa sebenarnya". Tanya Ryan dan Dimas yang langsung merebahkan dirinya ke kasur.


"Wah gila ketok dulu kalau mau masuk kamar orang ******". Jawab kesal Azka sambil melempar guling ke arah sahabatnya


"Lama bener". Tambah Dimas


"Iya ini gue mau jelasin sabar napa, maksud gue suruh loe kesini itu gue mau minta bantuan loe berdua". Kata Azka


"Bantuan apa si". Jawab Dimas


"Jadi pembantu dirumah gue sono". Jawab Azka dan langsung mendapat toyoran oleh kedua sahabatnya


"Serius anj*ng, itu dibawah kenapa ada banyak hantaran kayak mau lamaran aja loe". Jawab Ryan kesal


"Jya emang gue mau lamaran puas loe pada". Kata Azka kepada sahabatnya.


"What? serius loe sama siapa". Kini gantian Dimas yang kepo


"Sama yang loe berdua maksud bidadari kampus". Jawab enteng Azka yang langsung pergi le kamar mandi untuk persiapan siap untuk lamaran.


"Maksud loe arinda?". Tanya Ryan teriak karena Azka sudah masuk ke dalam kamar mandi


"Iya.. Puas loe gue dijodohin bokap sama dia". Teriak Azka dari dalam kamar mandi.


"Wah gila rejeki nomplok loe ma az gue juga mau". Jawab Dimas cengengesan


"Gue masih denger anj*ng mau rebut calon bini orang aja loe". Teriak Azka sekali lagi


"Oh ada yang mulai cinta nih ya". Ledek Ryan


"Iya,, dia itu cantik, cantik banget malah". Dimas menirukan suara khas Azka


"Kampret loe semua". Jawab Azka sambil melempar botol shampoo dari arah kamar mandi.


BERSAMBUNG....