LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Entahlah Aku Harus Bagaimana



"Apa? ayah aku gak mau dijodohkan dengan dia Arin juga masih kuliah". Kata Arin dengan sangat keras dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya kedalam kamar


"Arin apa yang kamu lakukan". Bentak ibu Arin ini pertama kalinya ibunya membentak arin


"Jika kamu menolaknya bisa dikatakan dengan baik baikan sejak Kapan kamu berani membentak ayah seperti itu Arin ibu kecewa sama kamu". Tambah ibu Arin


Arin acuh dengan perkataan ibunya ia langsung masuk ke dalam kamar menutup pintunya dengan keras dan duduk di pinggiran ranjang.


"Kenapa ayah tega sama aku, apa ayah mau menjualku dengan rasa tidak enak. aku masih sanggup membiayai hidup kalian walau sangat lelah aku akui tapi aku sama sekali tidak keberatan". Batin Arin sambil menangis frustasi.


Namun belum lama arin menangis didalam kamar adiknya Rima memanggil dengan suara khawatir. (Rima adik arin dia persis sama dengan arin pekerja keras dan tak pernah mengeluh, dia sekarang kelas 2 SMA)


"Ada apa Rim ada apa?". Tanya Arin penuh khawatir


"Kak... Hiks hiks hiks ayah kak kena serangan jantung". Jawab Rima sambil menangis


"Apa... Ayah hiks hiks hiks". Jawab Arin sambil keluar kamar menuju kamar ayahnya


"Arin tolong pesan taxi online". Kata ibu Arin sambil memapah ayahnya keluar kamar


"rMRima ini hp kakak tolong kamu pesan taksi online kakak mau bantu ibu memapah ayah dulu". Kata Arin kepada Rima


"Baik kak". Jawab Rima sambil mengotak atik hp arin


"Ayah,, maafkan Arin hiks hiks hiks..". Kata Arin menangis sambil memapah ayahnya keluar.


**********


Di kediaman Azka


"Apa Ayah mau menjodohkan Azka dengan gadis aneh itu? yang benar saja ayah". Azka menyangkal pernyataan ayahnya.


"Lalu apa hubungannya dengan Azka yah". Azka mulai geram.


"Kamu hampir mati jika tidak ada Pak Arya pada saat itu kamu tau". Kata Pak Budi sambil menaikkan suaranya.


"Maksud ayah apa?". Tanya balik Azka kepada ayahnya.


"Kamu tau ketika bundamu melahirkan kamu dalam keadaan prematur?". Tanya ayah Azka


"Iya.. lalu?". Jawab Azka penasaran


"Jetika bundamu hamil kamu usia 7 bulan bunda tertabrak mobil, bundamu mengalami pendarahan yang cukup serius sehingga kehilangan banyak darah. Untung saja ada Pak Arya di dekat tempat kejadian dan langsung membawa bunda ke rumah sakit untuk di tindak lanjuti, karena ketika itu ayah masih berjuang mencari pekerjaan untuk keluarga kita". Pak Budi memberi penjelasan kepada kita.


Azka yang mendengar penuturan ayahnya hanya diam sambil membayangkan bundanya ketika saat itu. Lalu Pak Budi melanjutkan ceritanya.


"Tidak sampai disitu saja, bunda juga butuh donor darah yang sama dengannya namun darah bunda itu sangat langkah hanya satu persen didunia yang memiliki golongan tersebut. Lalu lagi dan lagi Pak Arya menolong ibumu dengan mendonorkan darahnya untuk bunda karena kebetulan darahnya memiliki golongan yang sama". Tambah pak budi


"Ayah tapi aku masih kuliah". Azka menolak halus


"Apa kamu tidak ingat kalau kamu semester akhir". Jawab enteng Pak Budi


"Tapi aku belum bekerja yah". Tolak Azka lagi


"Kamu akan bekerja di perusahaan ayah tidak usah khawatir. Fan kau juga harus tau perusahaan yang dapat menghidupimu selama ini adalah dari keringat Pak Arya juga". Tambah Pak Budi lagi


"Tapi yah". Azka mulai kehilangan cara untuk menolaknya


Bersambung.....