
Mendengar penjelasan Arin, Azka yang dari tadi diam sangat marah kepada Adista tan teman temannya yang telah mengatakan kalau Arin perempuan murahan dam sebagainya. Namun di sisi lain ia sangat bahagia karena Arin menyebut dirinya sebagai calon suaminya di depan semua orang.
Lalu Arin pun melanjutkan penjelasannya
"Dan bapak lihat adegan selanjutnya? bagaimana mereka melecehkan saya di depan orang banyak". Kata Arin dengan sedih
Adista beserta temanya hanya terdiam seribu bahasa, ingin mengelaknya namun cctv yang sudah memperlihatkan semuanya.
"Baik menurut kesimpulan dari cctv dan penjelasan dari Arin di sini yang salah adalah kalian (menunjuk ke raha Adista, Lisa dan Vera) untuk itu saya simpulkan bahwa kalian bertiga di skors selama satu minggu suratnya akan keluar besok, dan selanjutnya kalian bertiga harus meminta maaf kepada Arin atas perlakuan kalian". Kata pak dosen mengambil kesimpulan
"Apa pak kita harus meminta maaf? gak mau". Kata acuh Adista
"Udah salah gak mau minta maaf sok jagoan". Gerutu Azka
"Oke jika kalian tidak mau meminta maaf kepada Arin saya akan memanggil orang tua kalian sebagai gantinya". Tawaran Pak Dosen
"Jangan pak, kita mau kok minta maaf". Kata Vera yang takut kepada orang tuanya karena terkenal galak.
"Apaan sih loe ver". Kata Lisa tidak terima
"Dari pada di panggil orang tua kita tanti urusannya nambah ribut". Penjelasan Vera
"Ya sudah ayo minta maaf tunggu apa lagi". Kata Pak Dosen
"Maafin gue". Kata bertiga secara bergantian namun hanya menempelkan tangan kepada Arin hanya sekecap saja. Dan langsung keluar dari ruangan dosen tersebut.
"Kalian berdua boleh keluar". Pak dosen memberi instruksi kepada Arin dan Azka untuk meninggalkan tempat
Sepanjang perjalanan menuju parkiran mobil Azka, Arin dan Azka hanya saling diam namun diam diam mencuri pandang satu sama lain.
Setelah sampai di dalam mobil Azka langsung memeluk Arin dengan amat kuat karena khawatir dengan keadaan Arin.
"Are you okey?". Tanya Azka sambil mengusap dengan lembut punggung Arin
"Menangislah agar kamu lega". Alih alih Azka agar Arin tenang
"Kok ada ya orang kaya dia bilang aku murahan padahal selama ini aku gak terlalu akrab sama cowok kecuali Raka sahabat aku dari kecil dan kamu yang kemarin kemarin baru aku kenal hiks hiks hiks". Tangis Arin pecah
"Kamu tenang aja itu biar jadi urusan aku okey". Kata Azka
"Apakah kamu beneran akan memecat ayahnya cewek tadi?". Tanya Arin
"Kenapa tidak selagi bisa buat dia jerah". Kata Azka
"Jangan". Seru Arin
"Kenapa? itu belum setimpal dengan apa yang dilakukan oleh dia ke kamu sampai baju kamu sobek". Tanya bingung Azka
"Aku gak tega jika ayahnya dia di pecat nanti berdampak juga pada Adista". Penjelasan Arin
"Terus apa kamu akan diam saja rin?". Tanya Azka sambil melepaskan pelukan mereka
"Aku udah gak apa apa kok tenang aja". Jawab Arin mantap
"Beneran?". Tanya Azka sekali lagi
"Iya". Jawab Arin dengan senyum lebar
"Oke aku gak jadi bilang ke ayah untuk memecat bokapnya Adista". Jawab Azka yang akhirnya luluh
"Nah gitu dong makasih". Kata Arin dan Cup Arin mengecup singkat pipi Azka
Azka yang mendapat kecupan singkat oleh Arin hanya bisa diam membisu dan memegangi pipi bekas ciuman Arin.
BERSAMBUNG......