LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 43



"Wasiat yang kedua itu Om Budi harus menikahi Melinda setelah 3 hari kematian Tente Sita. Kalo dipikir-pikir nih ya rin aneh banget, sampai dulu Azka itu pernah dititik paling down rin. Emosi dia gak bisa dikendalikan sampai mabok pun dia lakukan demi menghilangkan rasa sakit hatinya. Bahkan dia mau sempat bunuh diri rin diapartemen kakak gue. Untung aja gue sama Bang Alex gak terlambat datangnya." Penjelasan Dimas lagi


"Astaga, gak nyangka dibalik senyumannya itu menyimpan beribu luka". Kata Arin iba kepada Azka


"Lalu kenapa ayah setuju-setuju saja kak". Sambung Arin


"Awalnya juga Om Budi gak mau rin, kalaupun benar itu wasiat dari Tante Sita bakal diturutin kok asal jangan 3 hari setelah meninggalnya Tante Sita aja, ya kali acara tahlilannya aja belum selesai langsung mau bikin acara pernikahan. Tapi tuh manusia ruba ada aja cara liciknya biar om Budi mau nikah sama dia". Kata Dimas


"Kok kaya ada yang janggal gitu ya kak". Tanya heran Arin


"Emang rin, semenjak bokap dia nikah lagi Azka gak mau tinggal serumah lagi rin dia memilih hidup diapartemenya sendiri, dia juga berubah menjadi pendiam banget rin. Tapi semenjak loe datang dihidupnya dia kembali ceria loh rin, gue harap loe bisa mempertahankan kondisi dan kebahagiaan Azka saat ini". Kata Dimas


"Aku disini gak bisa janji kak, namun aku akan berusaha agar Azka tetap menjadi Azka yang selalu ceria dihadapan orang-orang yang dekat dengannya". Kata Arin.


****


Lain halnya dengan kelulusan Azka lain pula dengan kondisi Adista saat ini. Hari ini adalah hari seharusnya ia juga diwisuda, namun karena masalah itu, ya masalah yang menyebabkan dirinya diskorsing membuat ia harus merelakan hari wisudanya diundur beberapa bulan kedepan.


"Akhgr... Gara-gara wanita ja*lang itu kuliah gue jadi berantakan". Kata Adista sambil melempari apa saja barang yang ada dikamarnya.


Dia pun langsung mengambil Handphone miliknya untuk menelpon kedua sahabatnya.


"Gue butuh bantuan loe semua". Kata Adista


*****


Malam yang gerimis dan dingin menjadi faktor utama toko sedikit sepi. Arin pun dari tadi hanya melayani beberapa pembeli saja. Ia pun menyalakan musik dari handphonenya untuk menghilangkan rasa kantuk dan juga rasa bosennya.


Namun rasa kantuknya tidak saja hilang, Arin pun terpaksa harus menyeduh segelas kopi untuk menghilangkan kantuk tersebut. Ia pun berjalan menuju dispenser agak sedikit jauh dari meja kasir.


3 menit berlalu, Arin pun kembali ke meja kasir dengan membawa segelas kopi panas yang baru saja diseduhnya. Namun ketika sampai dimesin kasir dia dikagetkan oleh secarik kertas dengan tulisan yang amat sangat menyakiti hatinya.


Isi surat tersebut adalah "Ja*ang ya tetep ja*ang, dasar wanita murahan, orang miskin yang gak tau diri".


Seketika air mata Arin pun menetes di pipinya tanpa diperintah untuk turun. Sakit itu yang dirasakan Arin saat ini. Tapi entah mengapa pikirannya mengarah pada 2 orang yang berkemungkinan akan melakukan hal ini. Arin pun langsung menyimpan kertas tersebut kedalam tasnya untuk mencari bukti siapa pelakunya.


********************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG....