
"Azka senior kita maksudnya?". Tanya Raka yang sebenarnya hatinya sangat sakit mendengar Arin di gandeng kedua kalinya oleh Azka
"Iyups,, Arin ceritain dong". Kata Misya yang langsun mendekati Arin
"Eh sya apa sih gak ada apa apa kok". Jawab Arin
"Gue gak peduli loe harus cerita". Kata Misya yang masih saja penasaran.
Arin memang tidak begitu pintar menyimpan rahasia kepada Misya, karena jika ia belum memberi tau Misya maka Misya pun akan menginterogasinya secara terus menerus.
"Oke oke, kalau kalian berdua ingin tau besok malam jam 7 datang saja ke rumahku". Jawab Arin akhirnya menyerah.
"What... Emang ada apa rin harus nunggu besok malam juga?". Kata Misya yang masih saja penasaran
"Datang aja loe bakal tau semua kok". Kata Arin meyakinkan
"Oke kita bakal datang". Jawab raka datar.
******
"Az tadi loe ngapain ketemu bidadari kampus?". Tanya Dimas dan di angguki oleh Ryan
"Bidadari kampus? siapa". Tanya Azka heran
"Siapa lagi kalau bukan Arin anak hukum semester 3 itu yang katanya nabrak loe di koridor kampus". Kata Ryan menjelaskan
"Oh gak salah si jadi bidadari kampus cantik dia, cantik banget malah". Kata Azka lirih namun masih terdengar oleh telinga kedua sahabatnya.
"What serously? seorang Azka memuji kecantikan wanita". Teriak Dimas yang juga kaget.
"Diem ****** jaga mulut loe". Kata Ryan sambil menutup mulut Dimas dan mendapat pelototan dari Azka
"Hehehe kelepasan gue maap". Kata Dimas nyengir kuda sambil mengangkat dua jarinya
"Minta tolong apa az". Kata Dimas penasaran
"Udah datang aja ngapa jam setengah 7 malam, no terlat". Kata Azka sambil meninggalkan kedua sahabatnya
*******
Di rumah Azka kebutulan Melinda baru pulang dari jalan jalan nya bersama teman temannya. Lalu Melinda pun berjalan ke arah ruang kerja suaminya karena telah di panggil karena mungkin ada yang mau sampaikan
"Halo sayang, apa kabar maaf ya ditinggal lama". Kata Melinda yang berubah manis di depan ayah Azka
"It's oke enggak apa apa". Jawab Pak Budi
"Kenapa Sayang ada yang mau sampaikan?". Tanya Melinda
"Besok malam ikutlah aku dan Azka untuk melamar gadis". Jawab Pak Budi enteng
"Wah siapa dia mas? dari orang kaya kah seperti kita?". Kata Melinda yang sebenarnya di dalam hatinya sangat tidak rela Azka menikah, karena menurutnya jika Azka menikah akan mempunyai anak dan anak tersebut akan mewarisi kekayaan suaminya dan itu pun menjadi malapetaka bagi Melinda yang akan merebut harta suaminya tersebut.
"Dulunya dia orang kaya namun sekarang dia sudah gulung tikar". Jawab Pak Budi
"Berarti bukan se level dengan kita dong mas kok mau si kamu?". Tanya Melinda kepada suaminya dengan sedikit kesal.
"Melinda apa yang kamu katakan harta bukan segalanya asal kamu tahu, lagipula dia adalah sahabat yang menolong kehidupanku hingga bisa sekarang ini harta yang kamu nikmati juga dari hasil kerja keras beliau asal kamu tahu". Kata Pak Budi sambil sedikit marah.
"Kenapa kamu bisa menjodohkan Azka dengan dia sih, kamu kan tinggal bilang ke aku, aku akan memilihkan wanita yang lebih cocok dengan Azka yang se level dengan keluarga kita mas?"
"Keputusanku sudah bulat. Dan satu lagi yang harus kamu ketahui harta bukan segalanya". Jawab Pak Budi sambil menekan setiap kata katanya.
BERSAMBUNG......