LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Rumah Arin



Setelah selesai mandi Azka pun menuju ke ruang ayahnya.


"Ada apa yah". Tanya Azka kepada ayahnya.


"Besok kan hari Minggu, bagaimana kalau kamu menemani ayah jalan-jalan ke taman ujung komplek kita. Sudah lama ayah tidak menghabiskan waktu berdua dengan kamu Azka". Ayah Azka menyampaikan maksudnya.


"Kenapa nggak minta temani istri tercintanya ayah saja, bukankah ayah sudah melupakanku". Jawab azka


"Ayolah Azka, jangan berbicara seperti itu ayah hanya ingin menghabiskan akhir pekan bersamamu, lagi pula Mama Linda mau keluar kota bersama teman-temannya". Ayah Azka menyampaikan maksudnya.


"Em.. baiklah yah sudah lama juga aku tidak punya waktu dengan ayah."


*********


Di kediaman Arin


Jam 9.30 malam Arin pulang karena hari ini akhir pekan jadi toko hanya buka sampai jam 9 malam.


"Assalamualaikum". Arin masuk ke rumahnya yang belum dikunci dan lampunya pun masih menyala.


"Waalaikumsalam nak". Jawab ayah dan ibunya yang masih di depan televisi


"Ayah dan ibu kok belum tidur". Tanya Arin sambil mencium punggung tangan ayah dan ibunya.


"Ayah belum mengantuk nak, sumpek juga didalam kamar terus". Jawab ayah Arin.


"Bagaimana keadaan ayah? apakah sudah lebih membaik?". Tanya Arin


"Alhamdulillah nak sudah mendingan, ayah bosen dirumah terus nak sudah lama ayah tidak menghirup udara segar".


"Emm.. bagaimana kalau besok Arin ajak ayah jalan-jalan di taman komplek depan? biar tambah fresh ayah". Arin mengajukan penawaran kepada ayah.


"Boleh juga nak, ajak ayahmu jalan-jalan biar otot-ototnya tidak kaku". Bawab Nita ibu Arin.


********


Setelah pukul 06:30 Arin dan ayahnya berjalan menuju taman yang dimaksudnya. Tak lain juga dengan Azka dan ayahnya mereka sudah sampai ditaman sedang duduk dan meminum air mineral. Arin lalu mengandeng tangan ayahnya dengan berjalan santai.


"Baiklah". jawab ayah arin


Arya (ayah arin) menoleh ke kanan dan ke kiri sambil menggerakkan kepalanya. Tiba-tiba ia melihat seseorang yang begitu familiar diingatanya lalu beliau pun melangkah menuju orang tersebut yang tidak jauh dari arah dirinya.


"Budi Purnama?". Tanya Pak Arya


"Arya Prasaja?". Jawab pak budi sambil begitu terkejut dengan orang yang sudah lama ia cari.


"Sudah 5 taun kita tidak berjumpa pak Budi". Sambil berpelukan.


"Aku sudah mencarimu kemana saja, tapi katanya perusahaanmu mengalami kebangkrutan apa itu benar?". Tanya Pak Budi dengan sedih


"Hahahaha,,, hei mengapa wajahmu terlihat sedih? come on ini sudah menjadi takdirku". Jawab Pak Arya


"Kau begitu kuat ar". Kata Pak Budi


"Sudah menjadi nasipku di, lalu ini siapa". Tanya Pak Arya sambil menunjuk ke arah Azka yang dari tadi hanya memperhatikan kedua orang paruh baya didepannya.


"Oh ini anakku Azka. Azka sapa dong om Arya dia sahabat lama ayah yang begitu berjasa dalam hidup ayah dan almarhum ibu kamu". Pak Budi memperkenalkan Azka


"Azka om". Azka memperkenalkan diri sambil mencium punggung tangan Pak Arya.


"Kamu kesini dengan siapa ar?". Tanya Pak Budi


"Oh aku bersama putri sulungku, tadi dia pamit mau membeli air minum". Jawab Pak Arya


"Anakmu umur berapa sekarang". Tanya Pak Budi


"Dia baru 20 tahun, aku sangat kasihan dengannya harus menanggung beban keluarga kami". Jawab Pak Arya hampir meneteskan air mata.


***Mohon maaf jika ada kata yang typo atau tanda baca yang salah.😊


Bersambung***....