
Iya, pernikahan mereka yang seharusnya 3 hari lagi harus diundur agar tangan Arin lepas dari perban dulu dan kesempatan ini juga digunakan oleh Azka untuk menangkap para pelaku peristiwa tersebut.
"Seharusnya aku yang harus minta maaf, kan ini semua gara-gara aku, kalau aja gak ada kejadian ini 3 hari lagi kita udah ganti status diKTP". Kata Arin
"Aduh duh kayaknya ada yang udah pingin dihalalil banget nih". Goda Azka
"Ah kan mulai lagi, seandainya nih tangan gak sakit dua-duanya udah habis tuh pinggang sama lengan". Kesal Arin
"Ha ha ha untung untung selamat". Kata Azka tertawa
"Oh ya Az kamu tau ini pertemuan kita terakhir sebelum hari pernikahan". Kata Arin serius
"Ma.. Maksud kamu?". Tanya heran Azka mengapa dirinya dilarang bertemu Arin
"Ayah dan ayah Budi kan masih orang jawa, kemarin mereka berdua bilang setelah kamu pergi kita harus menjalani tradisi dipingit selama 1 minggu gak boleh ketemu sama sekali". Penjelasan Arin
"What serius rin? 1 minggu? gak mau". Kata Azka merajuk menurutnya waktu 1 minggu itu sangat lama
"Ish... Apaan sih kok gak mau cuma 1 minggu doang kali". Jawab kesal Arin
"Pokoknya gak mau, entar yang nganterin kamu kuliah siapa? yang jemput kamu kerja siapa coba?". Alih-alih Azka
"Ada ayah kok tenang aja, aku juga kuliah dan kerja 3 hari lagi palingan setelah itu ambil cuti satu Minggu". Kata Azka
"Gak mau pokoknya". Kekeh Azka
"Ih apa sih kamu cuma seminggu ko". Kesel Arin
"Pokoknya aku jemput besok". Tolak Azka
"Jemput aja kalau berani, ayah bilang kalau kamu tetep nekat ketemu nikahanya diundur tahun depan". Kata Arin berbohong
"Apa". Teriak Azka dan langsung mengerem mendadak
"Ish... Azka apa-apaan ih sakit tau". Kata Arin marah karena kepalanya terbentur
"Aduh maaf rin lagian kamu sih ngomongnya kaya gitu". Kata Azka sambil mengelus-elus rambut Arin
"Ah sumpah pada jahat banget si". Kata sambil menjambak rambutnya frustasi
"Udah ah jalan cepet ntar terlat kuliahnya lagi". Perintah Arin
Azka pun langsung menjalankan mobilnya lagi dengan kecepatan sedang, namun tiba-tiba ketika hendak sampai dikampus Azka melihat kaca spion mobilnya menunjukkan bahwa ada pengendara motor yang sedang mengikuti dia dan Arin dari tadi.
Motor tersebut tepat dibelakang mobil Azka, masih tetap menggunakan pakaian serba hitam dan kaca helm yang hitam juga. Lalu Handphone Azka pun berdering, dipasangnya earphone pada telinganya.
"Hallo". Kata Azka
"Hallo, loe lihat kan motor yang tepat dibelakang mobil loe?". Kata penelepon yang tak lain adalah Alex yang dari tadi juga mengawasi Arin dan Azka
"Iya". Jawab Azka sebisa mungkin menjawab dengan santai agar Arin tidak curiga
"Itu motor yang kemarin tertangkap kamera CCTV, besar kemungkinan dia akan menerror Arin lagi ". Penjelasan Alex
"Awasi terus bang, kayaknya tau kalau ada gue jadinya dia gak berani untuk mendekat". Kata Azka dan langsung dilihat oleh Arin
Azka pun langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Ada apa?". Tanya Arin heran
"Biasa masalah kantor tentang penggelapan dana". Azka terpaksa berbohong agar Arin tidak begitu khawatir.
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG.....