
Setelah mengantarkan Arin kuliah, Azka langsung melajukan mobilnya ke kantornya. Disana ia sudah menelpon Alex dan juga Bima untuk menyusun strategi lagi.
"Loe sama Bang Alex udah dikantor Bim?". Tanya Azka ditelepon
"Udah, nih Alex baru datang sama Dimas, Ryan katanya nusul dia entar". Jawab Bima
"Oke tunggu diruangan gue aja, 10 menit gue sampai". Titah Azka
"Oke". Jawab Bim
Setelah sampainya Azka
"Gimana perkembangan hari ini". Tanya Bima
"Motor itu tetap ngikutin Arin tapi tidak berani untuk bertindak jauh karena ada Azka". Penjelasan Bang Alex.
"Kita cari cara buat ngejebak pelaku dan dalang tersebut malam ini juga, karena hari ini hari terakhir gue bisa jagain Arin". Kata Azka serius
"Loe mau pergi kemana?". Tanya Dimas bingung
"Dipingit gue sia*an". Kata Azka jadi kesal mengingat bahwa dirinya akan dipingit
"Ha ha ha mam*us loe". Kata Dimas
"Gue ada rencana ikutin aja strategi yang gue susun kita pantau dari jauh, dan loe Az ngabarin Arin sana ngomong aja loe malam ini gak bisa jemput pulang kerja". Titah Bima
"Aman tapi kan kalau Arin sendiri". Kata Azka yang sebenarnya khawatir bakal terjadi yang tidak-tidak kepada Arin
"Tenang aja kita tetap di TKP kok tapi kita sembunyi biar tuh orang yang nerror gak tau keberadaan kita". Kata Bima menjelaskan
"Oke gue butuh bantuan loe semua malam ini". Titah Azka
"Loe tenang aja, loe lupa kalo punya teman mantan mafia seperti kita". Kata Bang Alex menurunkan kedua alisnya secara bergantian.
Azka pun setuju dengan rencana yang Bima sudah susun, walau ada rasa khawatir tentang keselamatan Arin tapi dia percaya bahwa sahabatnya tidak akan mengecewakannya. Dia pun langsung mengirim pesan kepada Arin.
Azka : "Rin malam ini aku gak bisa jemput kamu pulang kerja ya, karena pekerjaan kantor lagi banyak-banyaknya. Tetap semangat dan hati-hati ya ❤️".
Arin yang mendengar handphonenya mendapat notifikasi pesan langsung membacanya. Dan deg ada sedikit rasa takut bahwa dirinya malam ini akan pulang sendiri, ada rasa khawatir kalau ada kejadian seperti kemarin terulang kembali.
Sebetulnya Arin melihat motor itu masih mengikutinya dari rumah ketika ia berangkat dengan Azka, tapi ia berusaha tenang agar rasa trauma dan takutnya berkurang. Dan sekarang ia harus pulang sendirian dari tempat kerjanya, Arin dari dulu juga pulang sendiri ketika selesai dari kerja, tetapi sekarang ceritanya berbeda.
Arin pun terpaksa mengiyakan pesan dari Azka, iya juga harus tahu bahwa calon suaminya sekarang sudah mulai menjalani kehidupan sibuk dikantornya. Dan gak mungkin 24 jam harus melindungi dan bersama Arin terus.
Arin : "Iya gak apa-apa Az santai aja".
Azka pun menghela nafas panjang ketika membaca pesan dari Arin, dirinya tau Arin masih trauma dan ketakutan dengan kejadian yang menimpanya kemarin. Tapi apa boleh buat demi membuka kedok dalang dari kejadian ini Azka terpaksa berbohong kepada Arin.
"Woy rin loe gak apa-apa?". Tanya Misya heran melihat perubahan mimik wajah Arin menjadi murung ketika membaca pesan dari handphonenya.
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....