
2 jam perjalanan dari kota Lombok menuju kota Jakarta, setelah sampai di bandara mereka sudah dijemput oleh Bima, dan tidak tau kenapa 2 cecunguk itu ikut menjemputnya (Dimas dan Ryan).
"Ngapain loe berdua ikut jemput". Kata Azka memandang Dimas dan Ryan secara bergantian
"Anjir, gak tau makasih bener nih orang". Kata kesal Ryan
"Sorry ya gue kesini mau jemput kakak ipar bukan loe". Kata Dimas tak kalah kesal
"Udah-udah malah ribut, ayo kita ke mobil". Kata Bima menengahi
"Gimana bro rasanya". Bisik Ryan dan Dimas
Azka menyeritkan alisnya, otaknya masih belum bisa mencerna kalimat yang dilontarkan oleh kedua sahabatnya itu. Melihat ekspresi Azka yang kebingungan pun akhirnya Dimas mengulangi maksut dari Ryan.
"Gol gak gawangnya". Kata Dimas sedikit menaikkan suaranya
"Gol apanya kak". Kata Arin yang mendengar menjadi penasaran
"Ah itu Rin biasa kita lagi bahas masalah bola". Jawab kikuk Ryan.
Bima yang tau akan pertanyaan para orang sengklek itu hanya geleng-geleng kepala saja.
"Gol dong, gue gitu loh, ya walaupun susahnya setengah mati". Kata Azka jujur, karena saat membobol gawang Arin ia memang harus menggunakan tenaga yang ekstra
"Wah anjirrrr, sesempit itu?". Kata Dimas yang langsung bertraveling ria pikirannya
"Rasanya gimana". Sambung Ryan
"Makanya nikah sana, gue jamin 2 kali sehari aja masih kurang loe mesti". Kata Azka memanas-manasi jiwa perjaka Dimas dan Ryan.
"Ah ban*sat, junior gue jadi bangun kan ini". Kata Dimas yang langsung pergi ke kamar mandi
"Loh itu kak dimas kenapa yang". Kata Arin yang kini sudah terbiasa memanggil Azka dengan sebutan sayang
"Adiknya bangun". Kata Ryan ambigu
"Bukannya kak Dimas gak punya adik ya?". Tanya Arin sambil menatap satu persatu orang yang ada di sekitarnya
"Udah, gak usah diurusin yang gak penting". Kata Azka langsung menggandeng tangan Arin.
•••••••••••••••
45 menit akhirnya mereka sampai dirumah orang tua Arin. mereka semuanya pun turun, kecuali Dimas yang mungkin masih dibelakang.
"Assalamualaikum". Kata semua orang yang ada didepan pintu
"Waalaikumsalam". Jawab suara cempreng Rima dari dalam
"Wih rame bener kayak ngantri sembako". Kata Rima enteng
"ye sialan kamu". Kata Arin langsung masuk dan diikuti oleh Azka dan lainnya.
"Ibu, Arin kangen... Masakan Ibu". Kata Arin tertawa
"Bu apa kabar". Kata Azka juga memeluk ibu mertuanya itu
"Ibu baik nak". Jawab Bu Nita tersenyum
"Yang, aku mau nemenin mereka dulu ya". Pamit kepada sang istri
"Iya sana, eh tunggu yang mereka sukanya kopi atau jus jeruk?". Kata Arin memastikan sebelum Azka pergi
"Jus aja yang panas-panas gini". Kata Azka langsung pergi menemui teman-temannya
Bu Nita yang mendengar panggilan dari anak dan menantunya itu tersenyum bahagia.
"Ibu kenapa senyum-senyum gitu?". Kata Arin heran
"Gak apa-apa, kamu udah melakukan tugas sebagai istri kan nak". Tanya Bu Nita
Uhuk. Uhuk. Uhuk. tenggorakan Arin terasa kering mendengar penuturan Ibunya itu. Arin pun berjalan mendekati ibunya sambil membawa penampan berisi gelas jus jeruk.
"Udah jago bu malahan". Kata Arin berbisik kepada Ibunya
"Ada-ada saja kamu". Jawab Bu Nita sambil geleng-geleng kepala
•••••••••••••
"Sialan loe pada gue ditinggal di bandara sendirian". Kata Dimas yang baru datang dengan wajah kesalnya
"Loh emang kak Dimas dari mana kok sampai ditinggal". Tanya Rima yang baru turun dari kamarnya
"Emm anu Rim". Kata Dimas bingung
"Katanya adiknya bangun tadi". Kata Arin yang keluar dari dapur
"Adik?". Kata Rima juga heran
Semua orang yang paham akan maksud terselubung itupun hanya tertawa cekikikan. Sedangkan Dimas hanya menganggaruk kepalanya yang tidak gatal.
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....