
"Siapa yah?". Tanya sang istri
"Dari rumah sakit kayaknya kabar dari Lala semoga ini berita baik bagi kita semua". Kata Pak Budi penuh harap
"Cepat yah angkat". Kata girang Bima
Pak Budi pun langsung mengangkatnya.
"Hallo". Kata Pak Budi mengawali
"Begini pak atas nama pasien Kayla Asmarani sangat drop sekarang, detak jantungnya semakin melemah dan tekanan darahnya turun secara drastis". Kata perawat disebrang sana menjelaskan secara rinci tentang kondisi pasien saat ini.
"Apa? Saya kesana sekarang". Teriak kaget Pak Budi
"Yah ada apa?". Tanya Bu Sita tak kalah kagetnya melihat raut wajah dari suaminya.
"Keadaan Lala semakin melemah, ayo kesana sekarang". Titah Pak Budi yang langsung beranjak dari kursi makan
"Bima ikut yah". Kata Bima yang sama kalang kabutnya mendengar kabar sang adik yang semakin melemah
"Azka juga ikut". Kata balita tampan itu
"Iya, ayo semuanya ikut kita siap-siap ya". Perintah Bu Sita
**************
Sekarang ia dan keluarga Pak Budi sudah berada diruang ICU. Sedangkan para dokter masih berusaha semaksimal mungkin untuk menangani Lala yang kondisinya semakin melemah. 1 jam lamanya pintu ruangan ICU masih tertutup rapat belum ada tanda-tanda bahwa sang dokter sudah menyelesaikan tugasnya.
Hingga waktu berlalu sampai 1 setengah jam barulah pintu ruangan tersebut terbuka, sontak membuat keluarga tersebut berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter tersebut.
"Dok bagaimana keadaan adik saya". Tanya Bima yang hampir berbarengan dengan Pak Budi.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, kami telah melakukan yang terbaik bagi pasien tapi Tuhan berkata lain, Tuhan lebih sayang kepada Lala, pasien yang bernama Kayla Asmarani dinyatakan telah tiada tuan, kami turut berduka cita yang sebesar-besarnya". Kata Dokter tersebut menjelaskan dengan sangat hati-hati
"Tidak... Hiks hiks hiks". Tangis pecah Bima
Dilihatnya tubuh Bima yang hampir jatuh, Bu Sita langsung mendekatinya dan langsung membawanya kedalam pelukannya.
"Sayang, dengerin bunda ya sekarang Lala udah tenang dia gak merasakan sakitnya lagi, dan sekarang dia juga sudah bahagia karena sudah berkumpul dengan bunda dan ayah disurga, jadi kamu harus kuat dan tabah ya, dan jangan luoa selalu mendoakan mereka semua dari sini, ingat loh kamu tidak sendiri ada Bunda Sita, ada Ayah Budi, dan ada Azka juga adik kamu yanh senantiasa menemani kamu". Kata Bu Sita menenangkan Bima dengan kelembutan.
"Tapi kenapa bukan Bima saja bun? Kenapa bukan Bima saja yang menemui Bunda sama Ayah dulu, Lala masih kecil bun bahkan dia belum tahu apa-apa. Hiks hiks hiks". Kata Bima frustasi, walaupun usianya baru menginjak 6 tahun dan tergolong masih anak-anak, tapi Bima memiliki pemikiran yang jauh diatas usianya.
"Ushh. Jangan bilang begitu tidak baik sayang, itu tandanya Tuhan masih ingin Bima hidup disini dengan Bunda Sita, melakukan hal-hal baik kepada sesama manusia, dan tentunya untuk mendoakan mereka semua. Ayo anak bunda semangatnya mana jangan bikin Lala sedih, Lala akan sedih kalau melihat kamu nangis dan sedih kayak gini". Penjelasan Bu Sita
*****************
•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG**....