
"Wah gila rejeki nomplok loe ma az gue juga mau". Jawab Dimas cengengesan
"Gue masih denger anj*ng mau rebut calon bini orang aja loe". Teriak Azka sekali lagi
"Oh ada yang mulai cinta nih ya". Ledek Ryan
"Iya,, dia itu cantik, cantik banget malah". Dimas menirukan suara khas Azka
"Kampret loe semua". Jawab Azka sambil melempar botol shampoo dari arah kamar mandi.
Azka pun keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi kemudian menghampiri kedua sahabatnya.
"Pilihan gue jas mana yang lebih cocok ini atau ini". Tanya Azka sambil menunjuk kedua jas kepada sahabatnya
"Tumben lu plin plan dalam masalah pakaian?". Tanya Dimas
"Ya kan ini acara lamaran be*o, acara sakral". Jawab Azka
"Wah udah cinta beneran nih". Goda Ryan
"Cinta si belum tapi kalau sayang mungkin udah mulai". Jawab Azka
"Wah gila seorang Azka Purnama telah jatuh cinta woi. contrast". Dimas sambil mengulurkan tangannya
"Apaan si cepet pilihin gue mana yang lebih cocok". Kata Azka sambil menepis tangan Dimas dihadapannya
Mereka berdua pun akhirnya hanya terjadi cok mulut sampai waktu menunjukkan pukul jam 6 sore lewat.
Tok tok tok
"Permisi tuan muda waktu sudah menunjukkan jam 6 sore lewat mohon untuk bersiap siap karena kita akan berangkat". Kata Bima dari luar kamar Azka
"Oke bim tunggu di bawah aja". Jawab Azka, mungkin banyak yang bertanya mengapa Azka memanggil asisten ayahnya dengan sebutan nama saja, karena umur mereka terpaut hanya 3 tahun azka 22 dan bima 25, Bima mengantikan tugas ayahnya karena beliau sudah meninggal dan telah berikrar untuk mengabdi kepada keluarga purnama untuk menebus segala kebaikan terhadap keluarganya.
*******
Misya yang kebetulan telah sampai di sana seorang diri, karena Raka akan terlambat datang ke rumah Arin untuk mengantar ibunya terlebih dahulu pun merasa sangat kaget. Pasalnya ruang tamu rumah Arin sudah disulap atau didekor oleh wedding organizer.
"Rin loe mau lamaran?". Tanya Misya ketika sudah sampai di kamar Arin
"Loh kok loe tau si kan gue belum bilang apa apa". Jawab Arin bingung
"Dasar be*o rumah loe udah di sulap sama mbak-mbak WO tuh di depan". Jawab Misya sambil menoyor kepala Arin
"Oh iya ya gue lupa sya". Jawab Arin sambil menunjukkan senyum kuda
"Loe serius mau lamaran rin? kok loe nggak bilang sama gue sih kalau tahu kan gue siap-siap hadiah gitu". Kata Misya yang sedikit marah
"Maaf sya, sebenarnya gue juga mau nyembunyiin semua dari temen-temen gue karena gue belum siap dengan apa yang udah di depan mata gue". Kata Arin sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Misya
"No problem Rin, mungkin memang ada masalah yang harus lu nggak ceritain sama gue tapi gue bahagia kok sahabat gue yang paling cantik mau di lamar." Jawab Misya tersenyum sambil memeluk Arin dengan kencang
"Gue harap lu nggak kaget sama calon gue nanti". Kata Arin memancing rasa penasaran Misya.
"Maksud loe?". Tanya Misya heran
"Katanya loe mau tahu tentang penjelasan gue kemarin". Kata Arin
"Yang mana si gue lupa? apa yang emm ah itu loe di tarik sama pangeran gue? jangan jangan loe mau di lamar dia ya rin?. Tanya Misya sangat penasaran
Namun arin hanya menjawab dengan senyuman saja membuat Misya semakin penasaran akan kejadian sebenarnya.
"Rin jawab dong". Misya merengek kepada Arin
"Setengah jam lagi loe bakal tau kok sya tenang aja, ngomong ngomong Raka mana nih?". Tanya Arin mengalikan pembicaraan
"Oh Raka tadi bilangannya sih mau nganter ibunya dulu ke rumah saudaranya yang lagi ada tasyakuran gitu". Jawab Misya
BERSAMBUNG.....