LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Pagi Pertama



Sinar matahari menyengat melalui celah-celah dari ventilasi udara yang ada dibalkon kamar hotel itu. Memaksa para penghuninya untuk segera mengakhiri kisah mimpi mereka, dilihatnya Arin yang sudah mulai terganggu oleh silau cahaya tersebut. Terpaksa ia membuka matanya perlahan dan menggerakkan badannya, namun usahanya nihil, ada tangan kekar melingkar tepat diatas perut Arin. Diikutinya arah tangan kekar tersebut sampai berpusat di wajah suaminya yang sangat tampan walau masih tidur.


Berbalik badanlah Arin hingga keduanya berhadapan dan tangan Azka masih melingkar erat diperutnya. Dipandangnya wajah damai sang suami yang masih menyelesaikan mimpinya. Dibelainya rambut yang selalu keren jika keluar rumah namun sangat acak-acakan jika sedang tidur seperti ini, membuat Arin tertawa geli melihatnya. Kemudian ia beralih mengusap sisi wajah sebelah kanan suaminya.


"Azka. Bangun udah siang". Kata Arin dengan lembut membangunkan Azka


Namun tidak ada respon sama sekali dari sang suami, dan malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Azka. Bangun ih". Kata Arin sekali lagi


"Hmm". Jawab samar Azka


"Udah siang loh ini". Kata Arin yang masih setia membelai wajah Azka


"Morning kiss dulu baru mau bangun". Jawab Azka namun masih dengan mata terpejam


"Jangan buat aku gugup Azka". Kata Arin jujur


Mendengar jawaban dari sang istri, Azka langsung membuka matanya dan tersenyum penuh arti.


"Gak usah ketawa". Kata Arin yang sebal


"Oh gerogi ya kamu". Kata Azka yang masih saja tersenyum lebar


Cup. Satu kecupan mendarat dengan sempurna dibibir merah Arin


"Gini aku ajarin". Kata Azka entang


"Ish. Udah ah bikin deg-degan aja nih". Kata Arin yang menarik tangan Azka dan meletakkan didadanya untuk membuktikan bahwa detak jantungnya 3 kali cepat dari biasanya.


Namun yang dilakukan Arin salah besar, ia baru sadar bahwa tangan Azka yang tadi dituntunnya sekarang berada tepat di pa*udara kirinya, dan sialnya lagi ia baru ingat kalau ia tidak memakai b*a karena sudah menjadi kebiasaan kalau tidur. Sama halnya dengan Arin, Azka pun kaget setengah mati ketika tangannya menyentuh pucuk pa*udara istrinya yang timbul dipermukaan baju tidurnya.


2 Detik


3 Detik*


Keduanya masih diam, hingga detik selanjutnya Azka langsung menarik tangannya yang berada diatas dada istrinya itu, bagaimanapun ia sudah berjanji tidak akan memaksa Arin untuk melakukannya, biarlah ia sekarang yang menanggung sendiri tegangan tinggi yang terjadi ditubuhnya sekarang.


"Maaf". Kata Azka yang langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi.


Arin masih terpaku ditempat, ada rasa bersalah kepada Azka karena belum bisa memberikan kewajiban sebagai seorang istri, ia tau bahwa yang dilakukan Arin salah, bukan karena ia tak cinta kepada Azka namun ia belum siap untuk melakukannya. Namun tidak dipungkiri rasa bersalah yang sekarang mendominasi hati Arin.


Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan pemandangan yang menguras otak untuk bekerja sinkron kepada jantung yang kembali berdetak kencang. Dilihatlah sang suami yang keluar hanya memakai handuk yang menutupi pinggangnya saja, bukan yang pertama memang ia melihat Azka telanjang dada seperti ini, namun tetap saja membuat jantung Arin bergemuruh.


"Kamu gak mandi Rin?". Tanya Azka yang sekarang tepat berada didepannya.


"Ah iya, ini mau nyiapin baju kamu dulu". Kata Arin yang langsung menepis tatapan Azka dan langsung berlalu kearah lemari


*****************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG.....