
Setelah kejadian yang membuat keduanya malu, sekarang pengantin baru tersebut sedang berada dirumah Pak Arya, untuk mengambil baju dan perlengkapan lainnya milik Arin sebelum keduanya pindah ke rumah Azka, atau lebih tepatnya rumah Pak Budi.
"Assalamualaikum". Kata Azka dan Arin bebarengan
"Waalaikumsalam". Kata Rima yang kebetulan membuka pintu.
"Kakak". Teriak Rima kegirangan melihat sang kakak pulang dan langsung memeluknya
"Akhirnya kakak pulang juga". Kata Rima yang belum melepaskan pelukannya.
"Ha ha ha kok berasa aku kayak nyulik kakak kamu ya Rim". Kata Azka sambil tertawa
"Bisa jadi". Jawab acuh Rima yang masih dengan suasana melepas kerinduannya
"Ya gitu Az mereka berdua, kalau deket berantem mulu kalau jauh langsung kangen". Kata Pak Arya dibelakang Rima
"Soalnya kalau gak ada kak Arin gak ada yang bisa aku jahili yah". Jawab polos Rima
"Ish, nyesel balas pelukan kamu". Kata Arin yang pura-pura kesal dan langsung melepas pelukan sang adik.
"Ayo Az kita masuk aja". Kata Arin sambil menggenggam tangan Azka dan langsung masuk kedalam melewati Rima begitu saja
"Mentang-mentang udah nikah, aku do'ain anaknya mirip aku ntar". Kata Rima sedikit berteriak.
"Kenapa lagi kalian?". Kata Bu Nita keluar dari dapur karena mendengar keributan diruang keluarganya.
"Biasalah Bu, kalau deket berantem mulu kalau jauh kangen-kangenan". Penjelasan Pak Arya
"Kamu tau Rin? Rima semalam nangis katanya takut kamu diapa-apain sama Azka". Kata Bu Nita tertawa mengingat kejadian semalam ketika Rima belum bisa menerima kalau sang kakak sudah ada yang punya.
"Ish. Ibu malu ada kak Azka". Kata Rima malu setengah mati kepada kakak iparnya
"Ha ha ha, ada-ada saja kamu Rim, nih kakak kamu masih mulus begitu loh gak ada yang lecet". Kata Azka sambil mengamati Arin dari atas sampai bawah.
"Ya siapa tau yang didalem ada yang lecet". Kata Rima enteng
"Dasar mesum pikirannya". Kata Arin yang langsung menjitak kepala Rima
"Rima, gak nyangka pikiran kamu liar juga ha ha ha". Kata Azka yang masih saja tertawa.
"Rima, ish masih kecil juga". Kata Bu Nita
"Udah-udah, kok malah ribut Arin bikinin minuman untuk suami kamu". Kata Pak Arya melerai
"Ayo Az, duduk didepan TV aja". Sambung Pak Arya
•••••••••••••••••••••
Di Dapur
"Apa ini bu?". Tanya bingung Arin, yang masih menciumi gelas tersebut
"Jampi-jampi biar badan kamu gak sakit lagi, dan biar menyembuhkan yang bengkak". Kata Bu Nita berbisik
Arin pun langsung paham apa yang dibicarakan oleh Ibunya itu.
"Emm. Tapi Bu". Kata Arin ragu karena ia sama sekali belum melakukannya dengan Azka
"Kenapa kamu gak doyan?". Kata Bu Nita yang mengingat bahwa putri sulungnya itu sama sekali belum pernah minum semacam jamu-jamuan.
"Bukan Bu, bukannya gak doyan, tapi Arin belum...". Kata Arin menggantung dan langsung disambar oleh sang Ibu
"Jangan bilang kamu belum memberikan hak kamu kepada Azka Rin". Kata Bu Nita menelisik
"Arin belum siap Bu". Kata Arin yang langsung menunduk.
"Ibu tanya sama kamu Rin, kamu cinta gak sama Azka?". Tanya Bu Nita
Dan Arin hanya mengangguk pertanda bahwa ia memang sidah cinta kepada Azka, satu lagi Arin tidak pandai menyembunyikan sesuatu dari sang Ibu.
"Lalu kenapa kamu belum menjalankan kewajiban kamu sebagai istri?". Tanya Bu Nita lagi
"Arin belum siap bu". Kata Arin yang masih saja menundukkan kepalanya
"Apa karena kamu takut punya anak diwaktu muda Rin?". Telisik Bu Nita
Dan Arin hanya menggeleng, ia tak pernah menolak jika ia dikasih kepercayaan untuk menjadi seorang ibu diwaktu yang bisa dibilang masih muda ini.
"Nak, ingat ya dalam rumah tangga bukan hanya nafkah lahir saja yang harus dipenuhi namun nafkah batin juga harus dijalankan. Kamu cinta sama Azka dan Ibu lihat juga Azka sangat mencintai kamu. Jangan sampai membuat Azka menunggu lama ya sayang. Jangan sampai Azka mencari kepuasan diluar karena istrinya sendiri yang tidak bisa memberi kepuasan itu sendiri". Kata Bu Nita penuh dengan kelembutan.
"Baik Bu, Arin akan menjalankan kewajiban sebagai istri untuk Azka. Terimakasih atas nasehatnya Bu". Kata Arin yang langsung memeluk sang ibu.
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG.....