
Jam menunjukkan pukul 07.45, itu menandakan bahwa 15 menit lagi janji ikrar suci itu akan dilaksanakan. Azka sudah siap dengan pakaian sama seperti Arin, serba putih, ia sudah duduk tepat dihadapan Pak Arya dan pengulu. Sedangkan sang Ayah masih terlihat mondar mandir mencari keberadaan sang istri.
"Dari mana kamu?". Tanya Pak Budi kepada Melinda
"Emn anu dari toilet sayang". Kata Melinda sedikit gelagapan.
Pak Budi dan juga Bima sudah duduk sebagai saksi pernikahan itu. Sedangkan Azka masih memutar bola matanya menyapu ruangan tersebut untuk mencari Arin. Aksinya pun dipergoki oleh sang mertua.
"Ijab kabul dulu baru bisa lihat pujaan hati kamu". Kata Pak Arya dengan senyumannya
Azka yang mendengar penuturan dari Ayah mertuanya pun hanya tersenyum kaku dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai dibacakan oleh qori, mempertandakan bahwa acara akan segera dimulai.
Sang penghulu memulai pembicaraannya.
"Saudara Azka, apakah anda sudah siap?". Tanya Pak pengulu dengan serius
"Siap Pak". Jawab mantap Azka walaupun hati dan jantungnya seperti sedang maraton saat ini.
••••••••••••••
Diruangan yang tidak jauh dari hiruk pikuk keramaian pernikahan, Arin yang berada didalam kamar sahabatnya itu mulai tidak tenang.
"Aduh kok lama ya sya". Tanya Arin kepada Misya yang merasa waktu semakin melambat
"Udah sini duduk, baru jam 08.03 mungkin baru mulai". Kata Misya menenangkan sahabatnya.
"Rasanya Deg-degan banget ya kak sampain dingin gini tangannya". Tanya Rima yang juga merasa deg-degan kakaknya menular kepada dirinya
Arin hanya mengangguk saja, pikirannya sekarang sedang tertuju pada sosok Azka, bayangan cerita Ibunya dulu menjadi momok kekhawatirannya sekarang.
"Doain aja, semogo semuanya lancar". Kata Misya menggenggam tangan Arin.
•••••••••••
Kembali ke Azka
"Baik, kita akan memulai ijab kabul ini". Kata Pak penghulu
"Nak Azka sekarang jabat tangan dari Pak Arya". Sambung Pak penghulu menuntun tangan Azka untuk berjabat tangan kedapa calon mertuanya.
"Kamu siap nak?". Kata Pak Arya ketika tangannya sudah dijabat oleh sang mantu
"Baik, Ayah akan memulainya". Kata Pak Arya dan seketika satu ruangan pun menjadi hening.
"Saya nikahkan dan saya kawin kan engkau Azka Aditya Purnama bin Budi Purnama dengan anak saya Arinda Meliska binti Arya Prasaja dengan mas kawin uang 1 milyar dan seperangkat alat sholat dibayar tunai". Kata Pak Arya dengan lantang
Dengan satu tarikan Azka langsung menjawabnya dengan sangat lancar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Arinda Meliska binti Arya Prasaja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai". Kata lantang Azka namun dengan kegugupan yang luar biasa.
"Sah? sah?". Kata Pak penghulu tersebut menanyakan Pak Budi dan Bima secara bergantian.
"Sah". Kata Pak Budi dan Bima barengan
"Alhamdulillah". Semua orang mengucapkannya.
Lega sangat sangat lega. Batin Azka
Bu Nita pun langsung menghampiri Arin dikamar Misya, karena tadi Rima sudah memberi pesan singkat kepada Ibunya bahwa sang kakak ada dikamarnya.
Suara pintu terbuka, nampaklah sosok Bu Nita dengan senyuman yang melengkung.
"Selamat ya nak, sekarang kamu sudah sah menjadi istrinya Azka". Kata Bu Nita langsung memeluk tubuh langsing sang anak.
Arin pun menerima pelukan sang ibu. Dirinya masih belum percaya bahwa sekarang sudah menjadi milik Azka seutuhnya.
"Ya udah ayo temui suamimu dulu, Rima dan Misya tolong gandeng ya Arinnya". Kata Bu Nita
"Ah cie udah punya suami". Kata Misya sambil memeluk Arin haru.
**********************
•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG**....