LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Bertemu Kembali (2)



"Kamu kuliah di mana Arin". Tanya Pak Budi


"Saya kuliah di Universitas B semester 5 om". Jawab Arin


"Loh berarti sama dong dengan Azka dia juga kuliah di sana dia semester akhir, mulai sekarang kamu tidak usah memikirkan biaya kuliah lagi ya rin karena kamu kuliah di yayasan milik saya". Pak Budi berkata


"Serius om?". Tanya Arin tidak percaya


"Apa tidak berlebihan di". Tanya Pak Arya


"Tidak sama sekali ar". Jawab Pak Budi


"Terimakasih banyak om". Kata Arin tulus


Sementara itu Pak Budi dan pak Arya meminta waktu untuk berbicara empat mata dengannya lalu meninggalkan Azka dan Arin yang sedang duduk di kursi taman


"Jauh-jauh loe alergi gue". Kata Arin agar Azka menjauh darinya.


"Najis. Siapa juga yang deket-deket lho gr banget". Jawab Azka kesal


**********


Di Lain Sisi


"Kamu sekarang tinggal dimana ar?". Tanya Pak Budi kepada Pak Arya.


"Aku mengontrak di gang melati nomor 5 sana, lain kali mampir lah". Jawab Pak Arya sambil menunjukkan arah gang yang bertempatan di depan taman.


"Apa kamu mengontrak? jadi sekarang kamu tidak punya rumah? kamu kok nggak bilang kepadaku dan nggak mencari aku, aku merasa sangat bersalah padamu". Tanya Pak Budi dengan menunduk kepala karena merasa bersalah.


"Kau ini di, aku kan sudah bilang ini sudah menjadi nasibku Untung saja aku mempunyai istri dan anak yang setia menemani aku walau keadaan ku sekarang seperti ini". Jawab Pak Arya sambil mengusap punggung Pak Budi.


"Minggu depan aku akan ke rumahmu aku akan membelikan rumah yang layak untuk kamu". Kata Pak Budi dengan bersikeras.


"Apa maksudmu di? tak usah lah itu berlebihan". Jawab Pak Arya.


"aku nyaman walau tinggal di kontrakan di". Kata Pak Arya


"Ayolah di, apa kau tidak merasa kasihan kau bilang tadi semua yang menanggung biaya hidupmu adalah putri sulung mu ayolah berilah dia sedikit keringanan". Kata Pak Budi memberi alasan agar dia menerima rumah yang akan dia berikan.


"Ya sudah nanti dulu tapi aku belum bisa menerimanya sebelum aku mendiskusikan masalah ini kepada istri dan anakku ya di". Jawab Pak Arya.


"Baiklah... ar?". Tanya Pak Budi lagi


"Emmm". Jawab Pak Arya.


"Aku ingin persahabatan kita kembali, seperti dulu lagi almarhum istriku juga bilang ia sangat berterima kasih kepadamu kalau kamu tidak ada pas hari itu mungkin Azka tidak bisa selamat dan mungkin juga aku tidak bisa memiliki perusahaan semaju ini karena bukan karena mu Arya". Kata Pak Budi


"Kita sudah menjadi keluarga dan saudara di, dan masalah aku menolong istrimu itu hanyalah pertolongan dari Tuhan lewat perantara aku saja". Jawab Pak Arya


"Sama saja aku akan berterima kasih kepada Tuhan melalui mu apa kamu mau menjadi keluargaku?". Tanya Pak Budi lagi


"Maksudmu apa di, bukan kita ini memang keluarga?". Tanya Pak Arya heran.


"Maksudku bagaimana kalau kita menjodohkan anak kita biar kita menjadi besan dan aku akan menebus semua kesalahanku dan menempuh semua kebaikanmu selama ini". Kata Pak Budi memberi penawaran.


"Apa anak-anak kita mau? mengingat mereka masih muda pasti mereka memiliki cita-cita yang masih panjang". Tanya Pak Arya.


"Memang mereka masih muda ar, namun kita juga akan semakin tua, kita juga ingin mempunyai keturunan untuk melanjutkan perusahaan kita dulu". Pak Budi memberi penjelasan.


"Baiklah aku akan bicara dulu kepada Arin apakah dia mau". Jawab Pak Arya.


"Aku harap mereka bisa menerimanya ar". Kata Pak Budi.


***mohon maaf jika ada kata yang masih typo ya gaes


Bersambung***...