LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
LDR



Setelah 30 menit, akhirnya sarapan penuh khidmat itu sudah selesai, Pak Arya pun sudah meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor, sama halnya Rima juga sudah berangkat sekolah menggunakan motor kesayangan kakaknya itu. Kini tinggallah Arin yang sedang mengantar suaminya itu didepan rumah.


"Mau ikut ke bandara?". Kata Azka


"Boleh?". Tanya Arin dengan bahagia


"Boleh dong sayang, udah sana siap-siap dulu". Kata Azka sambil mengusap kepala Arin


Arin pun langsung berlari menuju kamarnya untuk berganti baju.


°°°°°°°°°°°°°°


Di Bandara


"20 menit lagi aku take off". Kata Azka sambil mengencangkan pelukannya


"Ya sudah sana takut terlambat". Kata Arin yang sebenarnya masih sangat berat untuk berpisah dengan suaminya itu.


"Aku berangkat dulu ya sayang ,doain biar selamat dan lancar. Kamu nanti pulangnya diantar sopir tadi ya". Kata Azka memeluk Arin dengan sangat erat dan mengecup keningnya.


"Ya ampun bro, gak berperi kejombloan loe". Kata Bima melewati pasangan bucin itu.


"Is malu". Kata Arin langsung menenggelamkan wajahnya di dada suaminya itu


"Sirik aja, makanya nikah". Kata Azka dengan sedikit berteriak


"Is udah kok malah teriak-teriak sih". Kata Arin menyadarkan Azka.


"Ya abisnya Bima ngeselin yang he he he. Udah dulu ya aku berangkat. Bye". Kata Azka yang langsung mengecup bibir Arin dengan cepat lalu pergi memasuki area bandara.


•••••••••••••••


Setelah mengantarkan suaminya itu keluar kota, Arin hanya menyendiri di kamarnya saja.


Tok tok tok. Suara pintu kamar Arin


"Nak? Ibu boleh masuk?". Tanya Bu Nita dirinya sekarang harus tau batasan untuk memasuki kamar anaknya itu, mungkin dulu beliau bebas keluar masuk ke kamar Arin, namun untuk saat ini dan seterusnya ia harus meminta izin kepada yang punya bagaimanapun anaknya sekarang sudah bersuami, dan tidak etis tok langsung nyelonong masuk aja.


"Masuk Bu, Arin dikamar". Jawab Arin yang sedang nonton drakor untuk mengalihkan perhatiannya yang selalu tertuju pada suaminya


"Tumben gak bantu Ibu masak". Tanya heran Bu Nita, pasalnya anaknya itu selalu membantu dirinya masal ketika sedang berada dirumah.


"Kamu sakit?". Tanya Bu Nita yang baru sadar akan muka pucat putrinya itu


"Ngak Bu, mungkin kecapean". Jawab enteng Arin


"Capek? nganter ke Bandara pakai mobil duduk anteng capek?". Tanya heran Ibunya.


"Eh ah anu Bu.. Is". Kata Arin gagap, mana mungkin ia terus terang karena pertempuran 2 hari tanpa ampun itu. Mau taruh dimana mukanya.


"Ha ha ha kamu lucu, Ibu gak sepolos itu sayang. Udah ah Ibu mau lanjut masak dulu". Tawa Bu Nita pecah melihat ekspresi wajah Arin yang seperti kepiting rebus.


"Ih Ibu kan Arin malu". Kata Arin yang memang benar-benar malu saat ini.


"Tenang Ibu bisa rahasia kok, oh iya tadi Ibu udah bikin puding coklat kesukaan kamu tuh di kulkas". Kata Bu Nita


"Ayo Arin ikut ke dapur". Arin langsung bergegas berdiri ketika mendengar puding coklat kesukaannya itu.


•••••••••••••••


Sesampainya di dapur Arin kaget dengan menu yang begitu banyak tersaji di meja makannya itu.


"Ada acara apa bu? kok kayak ada acara makan-makan". Tanya heran Arin


"Tadi pagi adikmu bilang mau kerja kelompok sama teman-temannya disini, ya Ibu sekalian bikin makanan yang banyak kasihan pulang sekolah mesti pada lapar". Penjelasan Bu Nita


"Kirain perayaan aku resmi LDR Bu". Jawab Arin dengan sesuka hati


"Lebay kamu". Jawab Bu Nita.


••••••••••••


Hay hay hay.. Ada yang kangen cerita khayalan othor ini gak?


Othor minta maaf yah, benar-benar gak bisa bagi waktu kuliah dengan tugas seabrek dan kerja sampingan Othor.


Tapi terimakasih ya yang masih stay dengan cerita ini ❤️


Jangan lupa untuk Like, Coment dan Vote yah teman-teman yang Budiman. See you ✨