LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Episode 53



Dimarkas Alex para pelaku masih bungkam untuk menunjukkan identitas dari dalang pelaku tersebut. Sudah berbagai cara dari imbalan uang sampai pukulan pun telah dilayangkan tidak ada satupun yang mengakuinya.


Hingga tiba kini giliran Bima yang akan mengeksekusi. Pria misterius dengan banyak berbagai channel koneksi sehingga lawan yang dihadapi akan berlutut meminta ampun kepadanya.


"Keluarga kalian malam ini juga akan jadi korban jika diantara salah satu kalian tidak ada yang mau mengaku siapa dalang dibalik semua ini". Kata Bima dengan serius


"Cih.. Tau apa loe tentang keluarga gue? mau ngancem?". Tanya ketua pelaku


"Anjas,itu nama loe kan? istri dan 2 anak loe dalam pengawasan anak buah gue sekarang". Kata Bima lagi


"Ta.. Tau dari mana loe nama gue? gue gak punya istri". Jawab gelagapan


"Rani 28 tahun itu istri loe kan? Danis dan Fara mereka sangat menggemaskan bukan? jadi mau yang mana dulu yang akan disiksa?". Tanya Bima menyeringai.


"Gue gak percaya sama loe". Bentak orang tersebut


"Ha ha ha, loe masih main-main sama gue ternyata, Lex sini handphonenya". Titah Bima


Bima pun menunjukkan sambungan video call yang dilakukan dirinya dengan seseorang yang ditugaskan untuk melacak keluarga para pelaku.


"Mas... Tolongin kita hiks hiks hiks". Kata perempuan disebrang sana yang tangan dan kakinya diikat dikursi dan 2 anak yang menangisi ibunya.


Glek. Anjas hanya bisa menelan ludahnya, ia tak menyangka bahwa orang yang didepannya benar-benar mengancam dirinya dan keluarganya.


"Ampun tuan, lepasin keluarga saya tolong". Kata Anjas bersimpuh dibawah kaki Bima


"Ha ha ha, masih mau main-main sama gue? cepat ngaku siapa dalang semua ini". Bentak Bima


Para pelaku hanya bisa saling tatap menatap, mereka bingung mau bicara atau tidak soalnya mereka sudah berjanji tidak akan mengungkap identitas bos mereka, namun dilain sisi keluarga merekalah yang akan menjadi korban.


"Masih gak mau ngaku? Lex suruh anak buah kita siksa keluarganya". Kata Bima dengan amarah.


"Ja.. Jangan tuan baik saya akan menelpon orang tersebut untuk datang kesini". Kata gelagapan Anjas yang akhirnya mengalah.


"Anak baik, telfon dia sekarang". Titah Bima


"Hallo bos, malam ini kita udah berhasil nyulik target?". Kata Anjas


"Kerja bagus, sekarang loe dimana gue kesitu sekarang, sekarang biar jadi bagian gue untuk menyiksa dia". Kata dalang disebrang sana.


"Di jalan angkasa, Blok. C, No.7". Anjas menyebutkan alamat markasnya Bima


"Oke gue meluncur sekarang". Kata pelaku tersebut.


************


Tiga puluh menit berlalu, Arin pun telah bersiap diikatkannya tangan, kaki serta mulutnya dengan kain. Lutut yang berdarah menambah kesan dramatis bahwa sakitnya Arin yang disiksa oleh anak buahnya.


Azka beserta teman-temannya kini telah siap bersembunyi agar tidak terlihat, para pelaku pun sekarang sudah siap untuk bersandiwara menjebak sang dalang. Sedangkan sang polisi juga sudah siap sedia dibelakang pintu.


Suara deru mobil terdengar dari dalam, semua orang pun langsung berperan dalam perannya masing-masing. Masuklah 3 orang dengan wajah berbinar-binar karena melihat Arin yang lemah terikat dikursi


"Bang*at". Kata Azka lirih ketika sudah melihat siapa yang datang.


"Ini bayaran kalian". Kata salah satu dalang tersebut melemparkan sejumlah uang yang terbungkus oleh amplop coklat.


*****************


•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG**....