
Setelah Azka melakukan administrasi pembayaran rumah sakit, Azka mengantarkan Arin untuk pulang. Sedangkan Bima, Dimas dan Alex pergi ke cafenya Ryan untuk membahas strategi apa yang akan digunakan untuk mengusut tuntas peneroran ini.
Didalam mobil Arin hanya menundukkan kepalanya saja, karena rasa takut terbayang lagi dibenaknya dan ditambah lagi rasa tidak enak karena tidak bisa menjaga mobil pemberian dari calon mertuanya itu.
Azka yang tau Arin masih ketakutan pun langsung menggenggam tangan Arin dengan erat.
"Gak usah takut ada aku, mulai sekarang kamu kalo mau apa-apa bilang sama aku ya biar aku anterin". Kata Azka dengan sangat lembut.
Tes. Air mata Arin jatuh persis dipunggung tangan Azka.
"Rin kamu menangis?". Tanya khawatir Azka
"Maaf". Kata Arin sambil menghapus air matanya
"Untuk?". Tanya Azka bingung
"Maaf sudah menghancurkan mobil pemberian dari ayah dan maaf telah mengganggu waktu kamu mitting". Kata Arin lirih
Azka pun langsung menghentikan mobilnya disisi jalan.
"Rin udah ya gak usah mikirin mobil yang penting kamu gak apa-apa, mobil bisa dibeli lagi rin tapi kalo nyawa? nyawa jika sudah hilang gak bisa dicari atau dibeli lagi. Dan untuk masalah metting sekarang kamu itu prioritas utama aku dalam menjalani kehidupan ini, semenjak ada kamu keceriaan dan kebahagiaan aku yang hilang kini kembali lagi. Terimakasih rin". Kata Azka tulus sambil mencium punggung tangan Arin.
Arin yang mendengar penuturan Azka pun langsung tersenyum.
*****
Dikediaman rumah Arin, mereka berdua sudah disambut oleh Pak Arya, Bu Nita dan Pak Budi dengan khawatir. Dituntunlah Arin oleh Azka ketika keluar dari mobil.
"Kamu gak apa-apa kan nak". Peluk khawatir Ibu Nita
"Aku gak apa-apa bu, tadi sedikit shock dan ketakutan aja karena kejadian aku benar-benar sendiri". Penjelasan Arin
"Masuk dulu ayo biar Arin tenang". Kata Pak Arya menengahi
Mereka berlima pun masuk kedalam ruang tamu.
"Bu ambilkan Arin air putih biar tenang, sekalian bikinin minum buat Pak Budi dengan nak Azka". Perintah Pak Arya
"Baik yah". Kata Bu Nita
"Yah". Kata Arin menghampiri Pak Budi
"Nak, jangan masalahkan mobil ya yang terpenting itu keselamatan kamu, kamu baik-baik saja itu udah menjadi kelegaan tersendiri bagi ayah". Jawab Pak Budi dengan lembut.
"Ayah rasa kecelakaan ini disengaja". Kata Pak Arya menimpali
"Menurut Azka juga begitu yah, Azka sudah menyuruh Bima dan teman-teman Azka untuk menyusut tuntas masalah ini". Kata Azka
"Bagus itu biar tau siapa dalangnya dan kasih pelajaran yang setimpal dengan apa yang telah diperbuatnya". Kata Pak Budi
"Kalo gitu Azka pamit dulu ya mau ke cafenya Ryan disana udah ditunggu Bima sama bang Alex". Kata Azka menyalami kedua ayahnya
"Loh mau kemana nak? ibu baru saja bikinin minum ini". Tanya Bu Nita yang keluar dari arah dapur
"Maaf bu, Azka harus pergi untuk menyelesaikan masalah ini". Jawab Azka
"Kalau gitu hati-hati ya nak, rin antar Azka kedepan". Perintah Bu Nita
"Ayo aku antar Az". Kata Arin berdiri
Keduanya oun telah sampai diteras rumah Arin
"Gak usah dipikirin ya, dibawa istirahat aja biar rilex". Kata Azka sambil mengelus-elus rambut Arin
"Iya makasih, nitip salam dan terimakasih untuk kak Dimas dan abangnya ya". Kata Arin sebelum Azka masuk kedalam mobil.
"Oke siap". Kata Azka.
********************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG.....