
"Lanjutin ya". Kata Azka yang sebenarnya ia pun tidak dapat menahannya lagi
"Tapi aku rasanya mau pi*is". Kata Arin yang menahan sesuatu keluar dari intinya
"Lepasin aja, itu bukan pi*is kok". Kata Azka menjelaskan
"Kita lanjutin ya". Kata Azka mengulang
Arin pun hanya mengangguk, ia sudah siap memberi nafkah batin kepada suaminya itu.
Dan terjadilah apa yang sudah menjadi kewajiban mereka berdua. Hingga tiba-tiba Azka dikagetkan teriakan Arin yang kesakitan.
"Sakit Azka". Teriak Arin yang merasa pusat intinya seperti dirobek
"Tahan ya Rin". Kata Azka yang sebenarnya tidak tega melihat Arin kesakitan, namun apa boleh buat ini pertama kalinya bagi Arin
Setelah hampir 2 jam pergulatan panas itu terjadi, kini mereka berdua terengah-engah karena saking lemasnya. Dikecuplah kening sang istri yang sudah tidak punya tenaga itu.
"Thanks my wife". Kata Azka dengan tulus, ia merasakan bahagia yang meletup-letup tentang pengakuan cinta Arin serta penyatuan keduanya tadi
•••••••••••••••••••
Sinar sang surya sudah menampakkan dirinya, namun belum bisa membangunkan kedua insan yang baru saja berenang menuju nirwana kenikmatan itu, masih betah dengan posisi saling berpelukan dibawah selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Sehingga Arin yang merasakan ada yang tidak nyaman dibagian bawahnya pun terpaksa membuk kedua matanya.
Betapa kagetnya ia ketika dada polosnya bertabrakan dengan dada polos sang suami yang masih tertidur pulas. Ia pun segera melepas pelukan tersebut untuk menjauh darinya, namun baru saja Arin menggeser badannya kesamping, bagian bawahnya tiba-tiba terasa sangat sakit sehingga Arin mengerang kesakitan.
"Aww". Kata Arin dengan mata yang berkaca-kaca
Ingatannya sekarang kembali berputar tentang kejadian semalam, jadi ini rasanya sangat teramat sakit.
Azka yang mendengar rintihan Arin pun langsung beranjak duduk dari tidurnya, dengan setengah sadar ia menanyakan keadaan Arin.
"Kamu gak apa-apa Rin". Kata Azka yang mendadak panik
"Sakit". Kata Arin yang tidak bisa menahan air matanya
"Maaf". Kata Azka yang sungguh merasa tidak enak
Arin yang melihat perubahan mimik wajah Azka yang menjadi sedih menjadi tak enak hati, tak seharusnya ia mengeluh sakit padanya, karena ini sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri.
"Tidak apa-apa, nanti juga membaik". Kata Arin sambil membelai lembut wajah Azka
"Nanti aku suruh Ilham buat cari obat biar kamu gak sakit lagi". Kata Azka memegang tangan Arin yang ada diwajahnya
"Ih gak mau, malu lah". Kata Arin sebal
"Biar gak sakit Rin". Kata Azka kekeh
"Gak mau". Jawab Arin semakin kesal
"Pakai air anget aja deh siapa tau bengkaknya berkurang". Kata Arin
"Ya udah aku siapin dulu air hangatnya". Kata Azka yang langsung mengenakan boxer dan berlalu kekamar mandi
"Coba aku bantu obatin sini". Tanya Azka sambil meletakkan wadah air hangat diranjang
"Gak mau. Modus kamu". Kata Arin sambil merapatkan selimut kebadanya
"Ya ampun Rin, aku udah liat kali udah merasakan juga malah". Kata Azka
"Aku kompres sendiri aja". Kata Arin malu
"Ya udah sana kekamar mandi sendiri kalau bisa". Kata Azka balik sebal kepada Arin
"Ish. Nyebelin aku kan gak bisa jalan". Kata Arin
"Ya udah sini aku bantuin kompres". Kata Azka sambil membuang nafasnya
"Tapi jangan lihat". Kata Arin yang masih saja malu
"Ya terus kalau gak lihat ngobatinnya gimana dong". Kata gemas Azka
"Udah sini buka selimutnya, nanti kelamaan tambah bengkak lagi". Kata Azka yang langsung menarik selimut yang menutupi tubuh polos Arin
"Ya ampun Rin, kok jadi bengkak banget kayak gini". Kata Azka amat terkejut, pantas saja Arin sampai menangis kesakitan
"Gara-gara siapa coba, kayak anak kecil dapat mainan baru saja". Kata Arin kesal
"He he he, tapi kamu juga keenakan semalam, sampai bilang faster Azka faster". Goda Azka sambil menaik turunkan alisnya
Bugh. Suara pukulan menggunakan bantal dilengan Azka.
"Gak jelas". Kata Arin yang benar-benar kesal saat ini
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG.....