
Dan keheningan pun terjadi lagi. Namun beberapa saat Azka tiba-tiba menggenggam tangan Arin sehingga membuat kaget atas kelakuan Azka.
"Jangan di lepas rin aku mau kaya gini sebentar". Kata Azka yang tau Arin akan melepas genggamannya
Entah mengapa Azka mendapat keberanian dari mana wajahnya mulai mendekati wajah Arin dan deru nafas Azka pun dapat dirasakan dengan jelas di wajahnya.
jantung keduanya pun tidak bisa terkontrol dengan benar.
Cup.
Bibir Azka mendarat tepat di bibir Arin. Cukup lama Azka menempelkan bibirnya tanpa bergerak sama sekali begitu pun Arin dia diam membisu entah apa yang harus dia lakukan, dan bodohnya lagi dia tidak bisa menolaknya karena memang tidak bisa di pungkiri Arin pun sudah mulai terpesona oleh azka.
Namun suara bariton memanggil nama Arin harus menghentikan adegan tersebut.
"Rin?". Kata Raka yang baru sampai di rumah Arin dan langsung di suguhkan oleh pemandangan yang tidak mengenakkan hatinya
Azka dan Arin pun langsung melepas ciuman mereka, dan mereka pun menjadi kikuk harus bagaimana, ciuman pertama bagi mereka harus di saksikan oleh sahabatnya sendiri
"Dari mana saja kamu ka acara udah selesai bari kesini, gak liat dong Arin di lamar pangeran kampus". Kata Misya sambung yang baru saja keluar dari rumah Arin
"Di lamar? siapa?". Kata Raka yang belum bisa konsentrasi karena adegan yang baru saja ia lihat di depan mata.
"Woy Arin sama kak Azka lah siapa lagi". Jawab Misya dengan sedikit marah karena yang di ajak dia bicara tidak memperhatikannya
"Oh". Jawab Raka beroh ria
"Dan loe tau 2 minggu lagi sahabat gue mau nikah dong". Sambung Misya
Deg. Jantung Raka terasa tersayat sayat oleh berita yang baru di dengarnya. Wanita yang di idam idamkan dari SMP sampai sekarang akam menikah dengan laki laki selain dirinya.
Arin yang mengerti akan perasaan Raka pun merasa tidak enak. Dia tahu bahwa Raka telah mencintainya dari SMP. Namun yah begitu cinta tidak bisa dipaksa. Arin hanya menganggap Raka adalah sahabatnya.
"Rin gue pulang dulu yah udah jam setengah 10". Kata Misya yang masih berada di dekat Arin
"Makasih ya sya udah datang, dan maaf udah ngerebut pangeran kampus loe" Jawab Arin sambil melirik Azka. Azka yang Merasa dirinya di sindir pun hanya tersenyum
"Hahahaha saae loe gue iklas buat loe dah sana". Kata Misya sambil melangkah kakinya menuju arah mobilnya
Setelah Misya pulang keheningan pun terjadi ini hanya tertinggal Arin dan Azka saja di teras rumah.
"Maaf". Kata yang lolos dari bibir Azka
"Buat?". Kata Arin heran
"Maaf aku udah lancang cium kamu". Kata Azka tertunduk bagaimana pun yang dia lakukan tadi salah
"No problem, ya walaupun itu ciuman pertama aku". Kata Arin yang tidak tega melihat Azka yang merasa bersalah
"Serously? sama dong tadi juga ciuman pertama gue eh aku". Pernyataan Azka
"Masa? terus cewek yang nempel terus sama kamu di kampus bukanya itu pacar kamu ya". Tanya Arin
"Siapa? oh adista maksud kamu satu kampus aja udah tau dia mah yang ngejar ngejar aku". Penjelasan Azka.
Bersambung......