
Jarum jam masih menunjukkan pukul 4 pagi, namun Bu Nita sudah membangunkan calon mempelai wanita yang masih betah dibawah selimut bersama sang adik dan sang sahabat Misya yang semalam menginap dirumahnya.
"Arin, bangun dulu udah jam berapa sekarang". Kata Bu Nita masih dengan nada normalnya.
"5 menit lagi bu, Arin masih ngantuk banget semalam tidur jam 2". Kata Arin sambil mengangkat dua jarinya.
Ibu Nita yang mendengar penjelasan sang anak hanya bisa berdecak pinggang dan hanya geleng-geleng saja melihat kelakuan sang anak.
Memang Arin semalam tidur hampir jam 2 pagi, dikarenakan bercerita dan bergosip ria dengan sang sahabat dan sang adik yang juga masih betah dibawah selimut. Arin pun masih belum sadar bahwa hari ini adalah hari pernikahannya.
"Arin, kamu tau gak hari ini hari apa? cepat bangun". Kata Bu Nita yang mulai kesal dengan sang anak sulungnya.
"Ish.. Ibu Arin masih belum sadar penuh ih ditanyain hari ini hari apa". Kata kesal Arin yang terganggu waktu tidurnya dan terpaksa bangun dari tempat ternyamanya.
"Ya ampun jadi kamu gak ingat hari ini hari apa?". Tanya kesal Bu Nita
Dan jawaban Arin pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja pertanda ia benar-benar tidak tau, atau mungkin juga belum tau karena kesadarannya belum sepenuhnya sempurna.
"Ya ampun Arin, hari ini itu hari pernikahan kamu sama Azka, 4 jam lagi loh Arin 4 jam lagi". Kata Bu Nita yang sedikit berteriak.
"Oh pernikahan toh bu, yaelah ibu sampai segala teriak-teriak gitu lagi". Kata Arin dengan polosnya
"Setenang itu kamu Arin?". Tanya heran Bu Nita kepada Arin.
"Ya terus Arin harus bagaimana bu? kan cuma pernikah... Apa ibu bilang? hari ini pernikahan aku sama Azka bu?". Tanya Arin kaget ketika kesadarannya mulai terkumpul. Dan berkesiap langsung menuju kamar mandi.
"Ish, ibu kenapa berisik sekali sih". Kata Rima yang juga terpaksa bangun mendengar keributan yang diciptakan oleh sang kakak dan ibunya.
"Kalian juga cepat siap-siap satu jam lagi kita ke gedung". Kata Bu Nita dan langsung meninggalkan kamar anaknya.
Ceklek. Suara kamar pintu mandi terbuka
Arin hanya mondar mandir tak jelas dan masih menggunakan piyama mandinya. Entah kenapa setelah ingat bahwa dirinya hari ini ia akan menikah.
"Kak, duduk napa pusing kita". Kata Rima kesal
"Kok gue jadi gugup gini ya Rim". Tanya Arin
"Gugup mikirin malam pertama ya loe pasti". Kata Misya yang baru saja bangun.
"Gila loe ya baru melek udah liar pikirannya". Kata kesal Arin dan langsung melemparkan handuk yang baru saja ia gunakan untuk menggulung rambutnya.
"Mending loe mandi sana, kamu juga Rim, sebentar lagi kita berangkat". Sambung Arin yang sedang memilih baju dilemari.
*******************************
Jika Arin gugup harus kesana-kemari untuk milih baju, make up dan segala lainnya. Berbanding terbalik dengan Azka yang tidak bisan tidur semalaman karena saking gugupnya ia hari ini. Kantung mata yang membesar dan menghitam menandakan bahwa ia saat ini sangat teramat ngantuk.
"Eh bu*et, mata loe kenapa Az? ngeri". Kata Bang Alex yang merinding melihat keadaan yang sekarang, bagaimana tidak dengan rambut yang acak-acakan, baju yang kusut karena mungkin semalam ini ia hanya guling-gulingan saja.
"Gue semalaman gak bisa tidur bang, gue mau tidur sebentar ya". Kata Azka yang suaranya semakin melemah karena menahan kantuk yang sangat berat.
"Eitt.. Loe mau gue gantiin jadi mempelai prianya? lihat tuh jam udah jam setengah 7, mungkin juga Arin udah di gedung dan udah dirias". Kata Bang Alex menahan lengan Azka yang akan terjun ke kasur empuknya.
"Tapi gue ngantuk banget Bang suer deh gak tipu-tipu". Kata Azka yang mulai memejamkan matanya.
"Siapa suruh gak tidur semalaman, udah tau ini hati sakralnya". Kata Ryan yang baru bangun tidur.
"Nih kopi dulu Az biat melek tuh mata". Kata Bima dari arah luar kamarnya membawa 5 cangkir kopi hitam yang aromanya begitu nikmat.
"Wihh, mantap nih". Kata Bang Alex langsung mengambil satu gelas yang ada dipenampan
"Nih minum dulu". Kata Ryan menyodorkan gelas kopi ke wajah sahabatnya.
Namun yang diperhatikan dan yang diajak bicara tidak kunjung memberi respon karena sudah tertidur.
"Yaelah nih anak benar-benar, yaudah gini aja kita gambreng aja". Kata Bang Alex mengerjai Azka
"Buat apaan Bang?". Tanya heran Dimas yang baru keluar dari kamar mandi.
"Jadi gini nanti yang menang bakal menggantikan posisi Azka sebagai mempelai prianya". Kata Bang Alex sedikit berteriak agar sang target mendengarnya.
"Serius Bang? mau gue". Tanya girang Dimas
"Ayo, semangat banget nih gue". Kata Ryan yang tak kalah semangatnya.
Azka yang mendengar percakapan para sahabatnya itu pun mulai kesal dan terbangun.
"Sekali lagi gue dengar siapa yang mau gantiin gue jadi mempelai prianya, gue pastiin hidupnya gak bakal tenang. Kata Azka yang langsung meninggalkan mereka kekamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih segar.
**********************
•`**Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG**....