LOVE STORY OF AZKA AND ARIN

LOVE STORY OF AZKA AND ARIN
Hari Yang Membosankan



Setengah hari Arin dan Azka hanya duduk diruang tamu saja, sangat membosankan memang, Azka membatalkan segala rencana jalan-jalan pada hari ini, padahal Arin sudah membaik sekarang karena selepas Azka tadi membantu mengkompres bagiannya yang bengkak sekarang sudah lebih membaik, ya walaupun cara berjalan Arin masih terlihat sangat aneh.


"Bosen". Kata Arin sambil menarik nafas dalam-dalam


"Ya udah kita nonton film". Kata Azka menghibur


"Ya ampun Az, ini film ke 5 kita loh". Kata Arin kesal


"Gimana kalau kita ngamar aja". Kata Azka


"Ih gak mau, gak tau masih sakit apa". Kata Arin yang sudah tau maksud permintaan dari sang suami


"Nah masih sakit kan? ya sudah mending dihotel aja". Kata Azka acuh


"Maksudnya gak gitu". Kata Arin jadi bingung


"Terus apa". Tanya Azka


"Kalau buat jalan si gak apa-apa, tapi kalau buat begituan masih sakit". Kata Arin menjelaskan dengan malu


"Begituan apa hayo". Kata Azka malah menggoda istrinya


"Apaan sih, awas aja nanti malam gak ada minta jatah-jatahan". Kata Arin sambil menghentakkan kakinya didepan Azka, lalu berlalu ke arah kamar


"Eh aduh jangan dong Rin, masa baru icip satu kali harus libur dulu". Kata Azka membuntuti Arin


"Bodo amat". Kata Arin kesal


"Rin". Kata Azka yang masih merayu


"Hmm". Jawab ketus Arin


"Sayang". Kata Azka memanggil Arin dengan sebutan sayang


Deg. Jantung Arin kembali berdetak kencang mendengar sang suami memanggilnya dengan sebutan sayang, sampai ia menghentikan langkahnya.


Dan Grep. Azka memeluk Arin dari belakang dengan kepala yang disandarkan dibahu kiri Arin dan tangan yang berada diatas dada Arin.


"Lepasin". Kata Arin melepas pelukan Azka


"Kamu deg-degan sayang". Bisik sensual Azka


"Ish. Azka ih stop merinding aku". Kata Arin sambil menggosok-gosokkan tangan ke lehernya.


Dan Azka malah semakin menjahili si Arin yang sudah kesusahan menahan merending disekujur tubuhnya. Dikecupnya leher Arin yang sudah banyak stampel kepemilikan yang diciptakan semalam olehnya.


"Ka-kamu mau bikin aku jadi macan tutul". Kata Arin sambil menahan desahan yang keluar dari mulutnya.


"Mmm". Desahan lolos dari mulut Arin


"Kita lanjutin dikamar". Kata Azka langsung menggendong Arin menuju keranjang mereka


"Ta-tapi hati-hati masih sakit". Kata Arin yang menyembunyikan wajahnya didada bidang Azka karena malu


Dan terulanglah kejadian seperti tadi malam dikamar yang sama. Arin tidak bisa menolaknya karena ini adalah kewajiban juga karena ia sudah terbuai oleh perbuatan Azka.


••••••••••••


Jam menunjukkan pukul sore 4 sore, mereka berdua pun sudah membersihkan badan mereka yang lengket karena pertempuran tadi.


"Lapar". Kata Arin sambil memegang perutnya


"Ayo ke restoran bawah". Kata Azka yang dirinta juga merasa sangat kelaparan, ditambah tenaganya terkuras habis untuk tadi


"Gak mau". Jawab Arin langsung menolak


"Katanya kamu laper, aneh kamu". Kata Azka


"Kamu gak liat, nih nih nih. Persis macan tutul". Kata Arin sambil menunjukkan arah leher dan dadanya.


"Kan udah aku bilang, kamu seksi kalau kayak gini". Kata Azka menaik turunkan alisnya


"Gak jelas. Udah mending telfon mas Ilham aja buat beliin makanan". Kata Arin memberi solusi


"Gak mau, ntar Ilham lihat lagi, tubuh kamu itu cuma milik aku". Kata Azka posesif


"Apaan sih, ya kamu kali yang ambil kalau mas Ilhamnya ngasih makanan, aku juga malu". Kata Arin yang sudah sebal


*****************


•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:


👍🏼 Like


📝 Coment


❤️ Vote


Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨


BERSAMBUNG....