
Pak Budi, Arin, Azka, dan ibu Arin pun duduk di kursi rumah sakit. Selang beberapa waktu kemudian ruang pun dibuka kembali oleh dokter yang tadi. Sontak mereka berempat pun langsung berdiri dari kursinya dan langsung menuju ke arah dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan sahabat saya dok?". Tanya Pak Budi kepada dokter tersebut.
"Pasien bernama Pak Arya sudah kami tangani dan akan dipindahkan ke ruang inap". Jawab Dokter
"Alhamdulillah". Kata semua orang yang ada disitu
"Tempatkan sahabat saya di ruangan VIP saja". Kata Pak Budi
"Om apa itu tidak berlebihan". Tanya Arin
"Tidak Arin biarlah ayahmu istirahat dengan nyaman". Jawab Pak Budi
"Terimakasih banyak pak". Kata ibu Arin
"Baik pak kami akan segera memindahkan pasien, namun perlu diketahui bahwa pasien masih dipengaruhi oleh obat tidur karena untuk penyembuhannya agar detak jantungnya kembali normal". Penjelasan dari dokter
"Oke lakukan yang terbaik saja kepada sahabat saya". Jawab Pak Budi
"Baik pak kami permisi dulu untuk mengurus semuanya". Kata dokter tersebut lalu pergi ke dalam ruang UGD
"Bu Nita dan Arin dan siapa nama adiknya ini". Kata Pak Budi sambil menunjuk Rima yang dari tadi hanya diam saja.
"Rima,, om dan kak". Sambil menyalami tangan Pak Budi dan Azka
"Kenapa keluarga Pak Arya itu semua cantik-cantik sekali". Kata Pak Budi sambil tertawa
"Terima kasih bapak bisa saja". Jawab Bu Nita
"Apakah di sini semua sudah makan?". Tanya Pak Budi
"Belum Pak". Jawab Rima dengan malu malu
"Azka antar Arin ke kantin untuk membeli makan kamu juga kan belum makan kan?". Perintah Pak Budi
"Emm.. Baik yah ayo". Kata azka sambil melihat ke arah Arin
"Terima kasih banyak Azka". Kata Arin sambil menatap wajah Azka
"You're welcome. Tumben loe panggil nama gue langsung biasanya manusia kutub, manusia es". Goda Azka.
Arin hanya tersenyum mendengar penuturan Azka. Azka yang melihat untuk pertama kalinya Arin tersenyum pun tercengang dengan wajah Arin yang sangat cantik ketika tersenyum.
"Cewek aneh ini cantik juga". Batin Azka
Mereka berdua pun telah sampai di kantin lalu membeli beberapa makanan untuk Ibu, Rima dan Pak Budi. Lalu mereka pun langsung kembali ke ruangan Pak Arya yang telah dipindah dari tadi.
"Assalamualaikum". Azka dan Arin kompak
"Waalaikumsalam".
"Om Budi, Ibu gantian makan dulu sana biar aku yang menjaga ayah saja, kasihan Rima dari tadi kan belum makan". Kata Arin
Pak Budi dan ibu hari ini pun menerima tawaran Arin karena melihat Rima yang dari tadi sudah kelaparan.
"Ayo Azka kita makan dulu". Kata Bu Nita mengajak Azka
"Emm.. Azka disini dulu deh tan mau nemenin Arin kasian disini sendiri". Jawab Azka lalu Bu Nita dan Pak Budi pun hanya tersenyum mendengar penuturan Azka.
"Ya sudah kami makan dulu ya". Kata Bu Nita
"Iya bu". Jawab Arin
Setelah keluarnya Pak Budi dan Bu Nita. Arin dan Azka hanya terdiam di dalam ruangan ayahnya.
"Emm.. Loe gak makan dulu rin". Kata Azka dengan nada lembut
"Nanti saja aku ingin menjaga ayah dulu, kamu gak makan dulu?". Jawab Arin
"Ha?". Jawab Azka kaget dengan ucapan Arin yang memanggil dirinya dengan sebutan "kamu"
BERSAMBUNG...