
4 hari sudah keduanya di Lombok, dan hari ini adalah hari terakhir bagi keduanya, ada sedikit raut kecewa diwajah Arin, karena 4 hari ia disini namun hanya satu hari saja ia bisa jalan-jalan menikmati pemandangan dikota itu. Ya mau bagaimana lagi hari ke satu dan ke dua pasangan baru itu hanya bereksperimen saja dibawah selimut saja.
"Kok cemberut gitu sih yang wajahnya". Kata Azka yang sendari tadi mengamati wajah istrinya
"Ya gimana lagi selama 4 hari disini malah lebih banyak ngamar daripada jalan-jalan". Kata Arin kesal
"Jangan salah kamu yang, kamar ini adalah kenangan-kenangan terindah dalam hidup kita". Jawab Azka sambil mengamati sekitar kamar
"Siapa tau berasal dari sinilah mulai ada Azka junior". Kata Azka sambil mengedipkan matanya
"Ish". Jawab Arin kesal
"Kamu ingin punya anak sekarang Az?". Tanya Arin serius
"Kalau dikasih Tuhan cepet kita harus siap dan menerima dengan senang hati ya Rin, walaupun usia kita terbilang masih muda". Kata Azka serius
Dan Arin pun mengangguk karena yang dikatakan oleh suaminya itu benar, ia tidak boleh menolak apa yang diberikan oleh Tuhan.
"Dan jika kamu ingin menundanya aku juga gak masalah, toh kita juga bisa pacaran dulu, asalkan kamu bilang sama aku kalau ingin menundanya dulu". Kata Azka lalu mencium kening Arin lama menyalurkan rasa cintanya yang begitu dalam kepada istrinya itu.
Namun ciuman itu terus beralih ke mata, hidung, bibir, dan juga leher Arin.
"Ada pembukaan ada juga penutupan ya yang". Kata Azka yang sudah diatas tubuh Arin
Dan Arin hanya mengangguk patuh, karena ia sendiri sudah terbuai oleh permainan Azka. Dan penutupan itu pun berlangsung selama 2 jam lamanya sebelum mereka meninggalkan kota Lombok itu.
•••••••••••••••••
"Gara-gara kamu kita hampir ketinggalan pesawat". Kata Arin teramat kesal sambil berlari memasuki bandara karena 5 menit lagi pewasat akan berangkat.
"Kamu juga gak bilang stop kan? keenakan ya". Goda Azka sambil mengejar Arin dengan dua tangannya yang menyeret koper.
•••••••••••
"Fyuhh. Untung gak terlambat". Kata Arin bersender dibahu Azka mencari kenyamanan
"Udah tidur aja, capek kan?". Kata Azka sambil membelai pipi Arin
"Kita malam ini tidur dimana". Kata Arin karena sejujurnya ia belum siap untuk satu atap dengan Melinda, namun apa buat ia harus tetap ikut suaminya kemanapun pergi.
"Nginep di rumah ayah ibu aja dulu ya, kita juga belum sempat packing barang kamu". Kata Azka
Arin pun hanya mengangguk saja, sambil perlahan matanya pun tertutup karena ngantuk dan lelah.
"Aku tau kamu pasti belum siap serumah dengan perempuan licik itu Rin". Kata Azka bergumam dalam hati
Azka sendiri memang sudah tau kejadian sebelum akad, perihal Melinda memberi cek uang dalam jumlah besar kepada Arin untuk meninggalkannya. Beruntung Dimas dan Ryan saat itu milihat Melinda yang masuk keruangan Arin. Dan untuk masalah rumah, mungkin mereka akan menempati apartemen Azka dulu namun tidak untuk waktu dekat ini, mengingat 2 hari lagi ia akan ke Sulawesi untuk meninjau proyek besar yang ada disana, mana mungkin ia tega meninggalkan Arin sendirian diapartemenya.
*****************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG....