
Selama kurang lebih 30 menit Azka dan ayahnya berkutat di depan berkas-berkas penting. Arin pun mulai merasa bosan yang dari tadi hanya duduk di kursi yang ada di dalam ruangan ayah Azka tersebut.
Melihat gerak-gerik Arin yang dari tadi mengubah posisi duduknya Azka pun menghentikan pekerjaannya tersebut dan menghampiri Arin.
"Kenapa hmm?". Tanya Azka yang sudah duduk disebelahnya
"Gak apa-apa". Jawab Arin malu karena Azka sambil mengelus elus rambutnya didepan ayahnya
"Bosen?". Tanya Azka yang memang sudah tau dari gerak gerik Arin dari tadi.
"Malu ih". Kata Arin sambil menghentikan tangan Azka yang masih mengelus elus rambutnya
Oak Budi yang melihat kelakuan dua sejoli ini pun hanya tersenyum sampai beberapa saat dia tersadar bahwa Arin memakai kemeja Azka yang tadi pagi ia pakai untuk berangkat ke kampus.
"Loh Rin kamu kok pakai kemeja Azka baju kamu kenapa?". Tanya Pak Budi heran
"Em anu itu apa". Jawab Arin terbata bata
Azka pun hanya diam karena dia sudah berjanji kepada Arin untuk tidak mengadu kepada ayahnya agar ayahnya tidak memecat ayah dari Adista.
Namun sebelum Arin melanjutkan perkataannya Bima tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Permisi tuan, ini ada laporan dan kiriman video yang mengawasi kampus tuan, silahkan bisa anda chek". Tutur Bima
Arin dan Azka yang mendengar perkataan Bima langsung takut untuk mengakui kejadian yang sebenarnya terjadi.
Selang beberapa menit tiba-tiba ayah Azka menggebrak mejanya dengan sangat keras.
Brakkk....
"Apa-apaan ini ini namanya pembullyan dan pelecehan". Kata Pak Budi dengan marah
"Panggil Salman kesini juga". Sambung Pak Budi Kepada Bima (Salman adalah nama ayahnya Adista)
"Ayah Arin nggak papa kok masalah ini juga udah selesai Adista juga udah minta maaf kok sama aku, tolong yah jangan diperpanjang masalahnya kasihan kalau ayahnya dia harus dipecat nanti mereka dapat uang dari mana". Arin memelas kepada calon mertuanya walaupun hatinya sangat sakit dengan perlakuan Adista tapi ia juga tidak tega jika harus mengetahui ayahnya Adista harus dipecat.
"Tapi ini sudah melanggar batas wajar Arin kamu dilecehkan di depan orang banyak ayah sungguh tidak terima loh". Pak Budi yang masih dengan nada marahnya
"Tidak apa-apa ayah mereka sudah meminta maaf jadi kita harus belajar memaafkan dan mengikhlaskan semua yang sudah berlalu lagian untung saja Azka datang jadi bisa menolong aku". Penjelasan Arin
"Bener yah yang di kata Arin sudahlah untuk kejadian itu Arin juga sudah belajar memaafkannya kok". Kata Aska yang dari tadi hanya diam.
"Sungguh baik hati kamu nak, tapi ayah juga tidak bisa diam saja ayah akan memberi perhitungan agar ayah Adista bisa menegur anaknya jika sekali lagi anaknya melakukan kejahatan terhadap kamu atau orang lain maka tindakan yang ayah akan melakukan lebih kejam daripada ini". Tutur Pak Budi yang sudah sedikit mereda marahnya namun tetap terlihat sangat tegas.
"Panggil Pak Salman sekarang juga". Titah Pak Budi kepada Bima
"Baik tuan". Jawab Bima sambil mengundurkan diri dari ruangan itu.
5 menit berlalu akhirnya suara ketukan pintu membuyarkan keheningan yang ada di ruangan tersebut.
********************
•`Jangan lupa selalu support Othor ya guys dengan cara:
👍🏼 Like
📝 Coment
❤️ Vote
Sebanyak-banyaknya. Terimakasih ✨
BERSAMBUNG.....